Mohon tunggu...
Dzulfikar
Dzulfikar Mohon Tunggu... Content Creator

SEO Content Writer yang mencoba menafsirkan ide dengan kumpulan kata yang sederhana. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan menvisualisasikannya di vlog youtube.com/dzulfikaralala

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mainkan Politik Identitas, Bumerang bagi Prabowo

3 Maret 2019   22:53 Diperbarui: 4 Maret 2019   03:42 0 13 7 Mohon Tunggu...
Mainkan Politik Identitas, Bumerang bagi Prabowo
Prabowo Subianto / Tribunnews.com

Seperti kata peribahasa, "Apa yang kamu tanam, maka itu yang akan kamu tuai".  Peribahasa itu sepertinya nampak sekali dirasakan oleh kubu Prabowo.  Alasannya sih sederhana saja. Kini kubu Prabowo sibuk untuk menangkal politik identitas yang dialamatkan kepadanya.

Politik identitas yang semula memang dimainkan oleh kubu Prabowo, kini menjadi bumerang yang membuat pusing tujuh keliling.

Kini keduanya mau tak mau, suka tak suka memang memainkan cara yang sama. Istilahnya, lu jual gue beli. Hal tersebut diamini oleh Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia yang melakukan riset penggunaan politik identitas dalam Pilpres 2019.  

Sohibul Iman yang berada dalam gerbong koalisi Partai Gerindra jauh hari mengatakan bahwa kampanye negatif dihalalkan. 

Lantas kenapa harus alergi dengan tanda pagar #PrabowoJumatanDimana

Efektifitas Tanda Pagar 

Mau tidak mau tanda pagar itu akan terus trending setiap hari Jumat. Menjadi sebuah pertanyaan bagi publik benarkah Prabowo yang didukung oleh Ijtima ulama memang sosok yang rajin menjalankan syariat agama? 

Bagi publik mungkin ada beberapa yang sudah jenuh dengan politik identitas ini, tetapi inilah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk melawan serangan-serangan politik identitas satu sama lain.

Jika kubu Prabowo selama ini menyerang kubu Jokowi dengan isu anti Islam, kemudian kubu Jokowi membalikkan serangan tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar nan cerdas. 

Benarkah Prabowo Islam atau benarkah Prabowo menjalankan rukun Islam dengan sebenarnya?  

Bagi Prabowo mungkin untuk membuktikannya memang akan sangat sulit. 

Itulah mengapa akhirnya perang terbuka dalam politik identitas masih mewarnai trending di sosial media utamanya di halaman Twitter. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x