Dzulfikar
Dzulfikar Freelance writer

Content creator, Full Time Blogger, Freelancer, SEO Geek. For inquiries contact me dzulfikar.alala[at]gmail[dot]com | bangdzul.com

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Wisata ke Medan, Jangan Lupa Cicipi Makanan Khas Ini

10 November 2018   18:28 Diperbarui: 10 November 2018   19:04 588 3 3
Wisata ke Medan, Jangan Lupa Cicipi Makanan Khas Ini
Berburu Kuliner Khas Medan / dok.pribadi

Satu hari teman saya asal Medan datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Kebetulan dia memang sedang menjalani tes CPNS di lingkungan salah satu lembaga pemerintah di daerah Tangerang Selatan. Biar ngobrolnya makin nikmat, saya ajak dia untuk mencicipi salah satu mi Aceh paling terkenal di daerah Pamulang, Tangerang Selatan.

Setelah ngobrol ngalor ngidul dan menghabiskan satu porsi mi aceh goreng dengan topping daging akhirnya saya tanya tentang rasanya.

"Gimana mi Acehnya bro? Ini salah satu kuliner paling terkenal lho di sini! Teman saya aja dari BSD bela-belain datang ke sini buat makan mi Aceh 46 ini" tutur saya. Sebetulnya saya berharap kalau dia mengaminkan. Lalu apa jawabannya?

"Jujur Dzul, mi Aceh seperti ini belum ada apa-apanya di Medan!" ungkapnya. 

"Wah, masa sih? Emang ada mi Aceh yang lebih enak dari ini?" tanya saya penuh rasa penasaran.

 "Nah, cobalah kau sesekali main ke Medan. Nanti ku ajak kau cicipi mi Aceh Titi Bobrok. Ada banyak sekali kuliner enak di Medan. Yang penting kamu datang dulu ke Medan." tegasnya.

Setelah saya pikir-pikir mungkin ada benarnya juga. Mi Aceh yang diolah di Pamulang belum tentu punya cita rasa yang sama. Apalagi Medan terhitung dekat sekali dengan Aceh. Banyak juga putra putri Aceh yang kuliah di Medan bahkan beberapa di antaranya membuka usaha kuliner di kota terbesar ketiga di Indonesia ini.

Obrolan itu terus terngiang-ngiang di telinga saya. Saya jadi makin penasaran mencicipi kuliner yang katanya dikenal paling legendaris di Kota Medan.

Keinginan itu akhirnya terwujud akhir Oktober lalu. Sembari mengikuti sebuah kegiatan, di sela-sela kegiatan tersebut saya dan teman-teman mencoba untuk berwisata kuliner ke tempat-tempat makan Legendaris di Medan termasuk mi Aceh Titi Bobrok. 

Untuk mendapatkan informasi seperti ini cukup mudah kok. Tinggal buka saja Travel Blog Pegipegi. Dan, saya menemukan halaman yang bisa jadi panduan selama berwisata kuliner di Medan

Soto Kesawan Medan

Setelah terbang selama kurang lebih dua jam akhirnya saya tiba di Bandara Kualanamu Medan. Ini pertama kalinya saya ke Medan dan bertandang ke Bandara Kualanamu Medan. Seperti kata orang bandaranya memang benar-benar keren. Nuansanya terlihat sangat modern. 

Setelah mengurus bagasi dan menunggu jemputan, akhirnya kami memutuskan untuk isi perut terlebih dahulu. Nah, salah satu kuliner yang paling dekat dengan Bandara Kualanamu adalah Soto Kesawan Jaya. 

Sebetulnya salah satu yang direkomendasikan oleh Pegipegi adalah Soto Kesawan Udang. Karena saya tidak bisa makan udang terlalu banyak akhirnya saya memesan soto daging campur paru tidak pakai babat hehehe. Agak ribet juga ya.

Yang bikin kaget ternyata harganya cukup terjangkau juga. Untuk Soto Ayamnya saja cuma dibandrol Rp 20 ribu. Sedangkan soto lainnya seperti Soto Udang, Soto Daging dan Soto Campur dihargai Rp 25 ribu per-porsi. Rasanya beneran nampol abis. Saya punya kebiasaan mencicipi kuah sotonya terlebih dahulu sebelum dicampur kecap atau sambal demi merasakan cita rasa aslinya terlebih dahulu.

Durian Si Bolang


Puas makan Soto Kesawan, malam harinya kami sudah berencana untuk menikmati Durian Ucok. Kata orang belum lengkap rasanya kalau jalan-jalan ke Medan tanpa mencicipi Durian Ucok Medan.

Untung tak dapat diraih, malang malang tak dapat ditolak. Ternyata saat kami datang malam hari Durian Ucok sudah Sold Out. Saat kami datang memang bukan musim durian. Kata abang supir yang antar kami ke Durian Ucok belakangan ini memang Ucok selalu kehabisan stock. Tapi, biasanya pada saat stock melimpah, Durian Ucok selalu buka 24 jam.

 Nah, akhirnya kami diberikan dua opsi untuk tetap bisa mencicipi Durian Medan. Yang satu Durian Si Bolang dan yang satunya lagi Durian Pelawi. Akhirnya kami memilih Durian Si Bolang karena lokasinya lebih dekat dari Durian Ucok. Apalagi saat itu kami datang pukul 21.00 malam. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3