Mohon tunggu...
Figo Kurniawan
Figo Kurniawan Mohon Tunggu... Lahir di Malang 21 Juni ... Sejak 1997 menjadi warga Kediri, sejak 2006 menjadi TKI di Malaysia.

Lahir di Malang 21 Juni..\r\nsejak 1997 menjadi warga Kediri,\r\nsejak 2006 menjadi TKI di Malaysia.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bekerja di Tengah Bencana, TKI Malaysia: Seperti Dokter, Jangan Takut Mati karena Menyembuhkan

1 April 2020   09:49 Diperbarui: 1 April 2020   10:02 116 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bekerja di Tengah Bencana, TKI Malaysia: Seperti Dokter, Jangan Takut Mati karena Menyembuhkan
Dini ketika bekerja // foto: dok.pri (Dini)

Di Malaysia, salah satu jenis pekerjaan yang masih terus  melakukan aktivitas ketika masa penerapan lockdown atau dalam bahasa setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) akibat wabah virus corona adalah sektor pembersihan (cleaning service).

Selama penerapan PKP sejak 18 Maret -- yang diperpanjang hingga 14 April, pekerja di sektor ini, termasuk pekerja asal Indonesia tidak pernah libur (diliburkan).

Bekerja di tengah bencana corona tentu sangat berisiko. Sebagian orang, pasti ada yang ketakutan ketika di tengah bencana harus tetap melakukan aktivitas pekerjaan. Sebagian orang yang lain, pasti ada yang takut mati ketika di tengah pandemi harus tetap menjalankan kewajiban.

Namun, apa yang dikatakan TKI di Malaysia asal Jawa Timur bernama Dini ini patut kita renungkan. Sebagai pekerja cleaning service, untuk menguatkan hatinya ketika harus tetap bekerja di tengah bencana, Dini mengibaratkan pekerjaan yang ia jalani layaknya dokter yang tidak takut mati karena tugasnya adalah menyembuhkan (menangani kasus corona). 

"Seperti juga dokter, yang tidak takut mati karena  pekerjaannya menyembuhkan, begitulah pekerjaan yang saya jalani. Saya memang hanya seorang pekerja cleaning service yang kerjanya melakukan pembersihan. Tapi, dalam situasi seperti ini, kerja pembersihan justru menjadi sangat penting untuk memastikan berbagai tempat terbebas dari virus corona."

Demikian dikatakan Dini, wanita berusia 36 tahun yang sudah empat tahun menjadi TKI di Malaysia sebagai pekerja cleaning service.

Dini dkk // foto: dok.pri (dini)
Dini dkk // foto: dok.pri (dini)
Menurut Dini, sejak pemerintah Malaysia menerapkan lockdown dengan penjagaan polisi dan tentara di jalan-jalan, ia dan teman-temannya dibekali surat jalan oleh perusahaan agar bisa terus melakukan kerja-kerja pembersihan.

"Kami terus melakukan kerja pembersihan di beberpa fasilitas umum seperti sekolahan dan kampus-kampus dengan selalu mengenakan alat pelindung diri, termasuk hand sanitizer yang disediakan perusahaan," kata Dini.

Tak hanya membersihkan lantai, meja-kursi dan alat-alat kantor lainnya, Dini dan kawan-kawan juga mendapat tugas untuk membersikan tong sampah di sekolahan-sekolahan dan kampus-kampus di beberapa lokasi.

Dini dkk ketika kerja // foto: dok.pri (Dini)
Dini dkk ketika kerja // foto: dok.pri (Dini)
tempat sampah yang dibersihakn Dini dkk // foto: dok.pri (Dini)
tempat sampah yang dibersihakn Dini dkk // foto: dok.pri (Dini)
Selain menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pekerja, Dini merasa pekerjaan melakukan pembersihan yang ia dan teman-temannya lakukan merupakan tugas kemanusiaan dalam upaya menangani bencana wabah virus corona yang kini telah menyerang negara di seluruh dunia.

Di akhir cerita, Dini kembali berkata, "Soal hidup-mati, kami serahkan kepada Tuhan. Kami hanya bisa berusaha menjaga diri agar tidak terinfeksi corona. Selebihnya, kami berserah. Seperti yang saya katakan tadi, layaknya pekerjaan dokter yang menangani kasus corona, jangan pernah takut mati karena melakukan pekerjaan memyembuhkan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x