Mohon tunggu...
Fifit UmulNayla
Fifit UmulNayla Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis Belajaran

Membaca adalah melawan, menulis berarti mengabadikan. Enjoy the journey..!

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tak Diundang Pertemuan Antar Sekjen, PAN: Santai Saja!

11 Mei 2018   12:36 Diperbarui: 11 Mei 2018   12:59 355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto : Tempo.co

Para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai pendukung pemerintah berkumpul untuk menyiapkan strategi sosialisasi keberhasilan pemerintah. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin (7/5/2018), tepatnya pukul 12.00 WIB hingga 13.20 WIB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrasi (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Indonesia Sejahtera (Perindo), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Pramono Anung, pertemuan seperti ini sangat penting dilakukan untuk para sekjen mengingat adanya tanggung jawab menjabarkan kebijakan ketua umumnya masing-masing. 

Lebih dari itu, para sekjen juga berkewajiban untuk mengingatkan banyaknya hal yang telah dilakukan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan social dan menempatkan desa sebagai pusan pembangunan dengan menyalurkan dana sebesar Rp 187 triliun.

Keberhasilan Presiden Jokowi tersebut dinilai Hasto Kristianto (Sekjen PDI-P) sengaja disampaikan kepada para Sekjen partai agar dapat disosialiskan kepada partai mereka masing-masing. Selanjutnya, kader partai masing-masing baik ditingkat Ranting hingga tingkat Pimpinan Pusat dapat mensosialiskan hal tersebut kepada masyarakat dan simpatisan partai.  

Lebih lanjut, Hasto juga menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo hingga saat ini terus bekerja keras menjawab berbagai persoalan bangsa dan negara. Oleh karena itu, sudah menjadi tugasnya dan para sekjen dari seluruh partai pendukung pemerintah memberikan sumbangsih apa saja, minimal support secara moril kepada Presiden Jokowi.

Selain itu, Hasto mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga berguna untuk meluruskan sejumlah kritik yang ditujukan kepada Jokowi selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. 

Banyak kritik yang dilayangkan kepada Presiden Jokowi muncul disebabkan atas ketidaktahuan. Oleh sebab itu, para sekjen diharapkan dapat semakin memahami keberhasilan Jokowi dan menyosialisasikannya melalu kebijakan partai. Hasto juga menyatakan bahwa nantinya pertemuan semacam ini akan diintensifkan sehingga semakin menyolidkan koalisi pendukung Jokowi.

Namun, apa yang terjadi di belakang pertemuan para sekjen tersebut? Sehingga ada salah satu sekjen yang notabennya sebagai partai pendukung pemerintah tidak diundang pada pertemuan tersebut?

Adalah Eddy Soeparno, Sekjen DPP Partai Amanat Nasional. Sebagai partai yang juga mendukung pemerintah, sudah semestinya PAN juga mendapatkan undangan sebagaimana partai-partai lainnya. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Justru, Eddy mengaku mengetahui adanya pertemuan tersebut melalui teman-teman media.

Eddy juga mengaku setelah mengetahui adanya pertemuan tersebut, ia lagsung mengecek apakah di sekretariat kantor DPP PAN ada undangan yang belum disampaikan kepadanya atau tidak. Kenyatannya, memang benar PAN tidak diundang pada momen yang sebut saja konsolidasi antar sekjen tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun