Mohon tunggu...
Fida Dinar Fauziyah
Fida Dinar Fauziyah Mohon Tunggu...

I'm Still LearningšŸ˜Š

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Galau? Curhat ke Guru BK Yuk!

20 Februari 2019   02:51 Diperbarui: 20 Februari 2019   20:11 62 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Galau? Curhat ke Guru BK Yuk!
sumber: pixabay.com

Galau. Kata galau adalah kata yang gak asing lagi di kalangan remaja, apalagi anak anak sekolah yang masih SMA dan SMP. Galau bisa diartikan sebagai rasa gelisah yang dialami ketika bingung dalam menghadapi keadaan yang tidak sesuai ekspektasi / harapan atau juga bisa diartikan sebagai keadaan di saat bingung dalam menentukan suatu pilihan ketika dihadapkan pada permasalahan yang mengharuskan kita harus memutuskan salah satu pilihan. Namun, definisi galau pada tiap orang pun berbeda-beda, pada intinya galau adalah ketika suasana hati sedang tidak baik dikarenakan oleh beberapa hal.

Biasanya untuk mengatasi kegalauan yang dialami seseorang, mereka akan mengungkapkannya melalui bermacam-macam cara, salah satunya yakni curhat. Curhat adalah kepanjangan dari curahan hati, sesuai namanya curhat adalah kegiatan di mana seseorang yang sedang merasakan kegalauan akan berbagi dan menceritakan masalahnya kepada orang lain yang dianggapnya bisa membuat perasaan atau kondisi hatinya menjadi lebih baik. Namun tak jarang, orang yang mengalami kegalauan kesulitan dalam menemukan teman curhat, khususnya anak-anak sekolahan pada jenjang SMP maupun SMA.

Tidak jarang anak-anak sekolahan SMP dan SMA yang notabene sedang mengalami masa-masa perkembangan dari anak anak menuju remaja sering dihampiri rasa galau. Pemikiran mereka yang masih labil, membuat mereka sering merasa terombang-ambing dalam menghadapi masalah-masalah baru yang sedang dan akan mereka hadapi. Di sini peran orang tua memang sangat dibutuhkan, namun tak jarang anak enggan untuk menjadikan orang tua sebagai teman curhatnya, karena mereka merasa takut akan tanggapan orang tua mereka.

Maka peran guru BK di sekolah bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kegalauan yang dialami oleh anak anak sekolahan seperti ini. Tidak perlu khawatir untuk bercerita kepada guru BK, anak bebas untuk menceritakan masalah apa pun yang dihadapinya kepada guru BK, khususnya masalah sosial, masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar, masalah karir, dan masalah-masalah yang lainnya.

Bagaimana kalau yang dicurhatkan adalah masalah pribadi? Tidak perlu khawatir juga, karena pada dasarnya guru BK memiliki kegiatan konseling, yaitu bantuan profesional untuk melihat prespektif/sudut pandang menyeluruh suatu masalah untuk mengambil suatu keputusan dan menemukan solusi. Konseling ini bersifat rahasia yang menggunakan metode tatap muka antara klien (orang yang membutuhkan konseling) dan konselor (orang yang memberikan konseling). Jadi, anak-anak tidak perlu takut masalahnya akan diketahui oleh orang lain selain dirinya dan guru BK.

Selain itu, konseling bertujuan untuk menyelesaikan masalah dengan mengubah prespektif/sudut pandang/pemahaman, jadi masalah akan diselesaikan dengan memandang masalah tersebut dari sudut yang berbeda. Contohnya sudut pandang dari anak itu sendiri, dari guru BK, ataupun dari sudut pandang yang lainnya. Oleh karena itu konseling membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam untuk menghasilkan keputusan yang tepat yang akan dianggap sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Namun, keputusan daripada solusi ini tidak hanya tergantung pada konselor/ guru BK saja, akan tetapi klien/si anak bisa dengan bebas menentukan apa yang akan dilakukannya, jadi tidak ada unsur pemaksaan bahwa anak harus melakukan apa yang dikatakan oleh guru BK.

Jadi bagaimana???? Masih ragu mau curhat ke guru BK???? :) :D

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x