Fey Down
Fey Down karyawan swasta

Penerima Kompasiana Award 2014 "The Best In Specific Interest" Anti scam activist yang menetap di kota Perth, Western Australia. FB Page : www.facebook.com/waspadapenipu Twitter/IG/Line : @feydown. Email : waspadascam@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Mahasiswi Korban Penipuan Dengan Photo Polisi “ Rendy Tuejeh” Belasan Juta Melayang

12 Juli 2015   01:44 Diperbarui: 12 Juli 2015   01:44 404727 21 36

Setiap saya menerima curahan hati korban korban penipuan, hati saya ikut pedih. Apalagi jika korban sampai pinjam uang atau menjual barang demi sang penipu yang nyolong photo cowok ganteng. Tak pernah bosan saya mengingatkan tapi masih saja jatuh korban.

Awal July lalu saya menerima email dari seorang mahasiswi asal Sumatera sebut saja namanya Novi.

“ Selamat siang bunda Fey,beberapa hari lalu saya membaca salah satu kisah di FB page " WSC"   yang berjudul “ Seorang Sekretaris Menjadi Korban Penipu Dengan Photo AKP. Agung Permana” Saya langsung berpikir, mungkin saya juga tertipu. Dia mengaku anggota polisi asal Jakarta yang sedang tugas di Palembang dengan pangkat Briptu. Dia bilang nama aslinya Rendi Aldiansyah, usia 28 tahun. Rekening bank atas nama yang sama. Saya bingung apakah dia asli atau fake bun? “

Tanpa menunggu lama saya balas email Novi karena pikiran saya langsung tertuju pada dua nama Rendi yaitu tentara yang dinas di Jakarta bernama Rendhy Jauri dan polisi yang dinas di Sulawesi Utara bernama Rendy Tuejeh . Photo keduanya saya sertakan dalam balasan email saya.

Lalu Novi membalas :

“ Benar sekali bun, dia pakai pakai photonya Mas Rendy Tuejeh. Ya Allah kenapa saya tahunya setelah ludes begini bun! Bagaimana saya harus membayar hutang hutang saya demi membantu si penipu. Ini manusia kalau ngomong manis begitu. Maaf bun, ini doa saya dibulan puasa. Siapapun kamu Rendi Aldiansyah karma Allah akan menghampirimu. Semoga ibumu meninggal beneran dan semua yang kamu miliki hilang tak bersisa. Amin”

Awal Perkenalan :

Bulan Mei 2015 Novi berkenalan dengan seorang pria bernama Rendi Aldiansyah lewat applikasi Waplog lalu mulai chat lewat BBM. Mengaku tinggal di Kramat Jati Jakarta. Nomor HP : 081239426904. Nama di FB : : Rendy Aldiyansha (dengan photo photo polisi Rendy Tuejeh – penulis)

Saat itu semuanya biasa saja. ( si penipu lagi sibuk nipu yang lain – penulis). Sebulan kemudian tepatnya awal Juni 2015 mereka menjadi sepasang kekasih. Komunikasi makin sering, baik lewat BBM, HP, WA dan Video Call lewat Skype tapi sayang si cowok tak pernah memperlihatkan wajahnya dengan alasan second cameranya rusak. (disini harusnya Novi mulai curiga- penulis). Novi  percaya saja pada kekasihnya yang penting sudah video call. Selama menjalin hubungan, Rendi sempat memperlihatkan photo rumah mewah di Jakarta yang katanya itu rumahnya. (Paling copy dari Google – penulis)

Saat Novi bilang pada saya setiap Rendi telpon muncul tulisan “Anggota Kepolisian” makanya dia yakin kekasihnya polisi asli. Langsung saya jawab, ya gampang itu sih, di kolom nama tinggal ketik “ Anggota Kepolisian”

Mulai Minjam Uang Dengan Seribu Alasan :

Cuti Sebagai Anggota Polisi Harus Bayar :

Betapa bahagia hati Novi saat Rendi Aldiansyah akan cuti 15 hari ( 18 Juni – 3 Juli 2015)  untuk menghadiri ulang tahun dan menemui keluarga Novi di kota P. Dengan alasan izin cuti harus membayar Rp. 9.000.000,- sedang Rendi hanya ada separuhnya. Lalu Rendi minta tolong pada Novi yang hanya sanggup membantu Rp. 3.500.000. Uang di kirim pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2015.

Ibunya Butuh Dana Operasi Ginjal

Sore hari tanggal 18 Juni Novi mendapat SMS “ Mas berangkat sekarang ya sayang.” Tujuan menemui keluarga Novi. Esoknya 19 Juni 2015, Novi diminta membantu dana untuk operasi ginjal ibu Rendi. Ia langsung kirim dua kali yaitu 2 juta dan 3,1 juta (bukti pengiriman dua juta tidak dicantumkan dalam emailnya pada saya – penulis). Total kiriman 5,1 juta

 Ditengah Jalan Nabrak Anak Kecil :

Sabtu, tanggal 20 Juni 2015, saat selesai sholat subuh, Novi mendapat kabar bahwa kekasihnya menabrak anak kecil di daerah Jambi.

“ Yank, mas dapat musibah nyerempet anak orang. Memang mas yang salah sih sudah ngantuk masih nyetir terus. “

Tentu saja Novi panik, apalagi luka anak yang ditabrak katanya parah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3