Mohon tunggu...
Widiatmoko
Widiatmoko Mohon Tunggu... Administrasi - Penulis Amatir

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Katshushika Hokusai, Bapak Komik Jepang Manga dan Anime

13 September 2021   12:08 Diperbarui: 13 September 2021   18:47 240 20 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tadi malam saya menghabiskan waktu dengan menonton sebuah film berjudul Lost Girl and The Love Hotel yang dibintangi artis cantik Alexandra Daddario dan aktor Jepang Takenira Hiro. Film bergenre drama psikologi ini merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama yang ditulis oleh Catherine  Hanharan.

Dalam film ini, Alexandra Daddario berperan sebagai Margaret, seorang guru pengucapan bahasa Inggris di salah satu pusat pendidikan pramugari di Jepang.

Loveheaven07.com
Loveheaven07.com
Jadi seluruh adegan pengambilan gambar di film ini settingnya di Jepang. Bukan hanya gambar, kilasan-kilasan budaya Jepang pun menjadi salah satu hal yang menarik perhatian saya.

Dalam salah satu adegan di film yang kemudian membuat saya menulis artikel ini adalah saat Margaret berada dalam sebuah toko buku, entah apa yang ia cari, tetapi dipenghujung adegan ia menemukan buku, semacam buku ensiklopedia gambar khas Jepang dan di bukunya tertulis "Hokusai Picture"

Lantaran gambar dalam buku tersebut cukup menarik meskipun terlihat sekilas, saya penasaran kemudian melakukan riset sederhana untuk mengetahui siapa atau apa sih Hokusai ini.

Ternyata oh ternyata, sejumlah tulisan berbahasa inggris, salah satunya yang ditulis oleh Tim Clark di blog milik TheBritishMuseum.org, menyebutkan bahwa "Hokusai" ini bukan genre gambar, tetapi seniman Jepang terkenal yang memiliki nama lengkap Katshushika Hokusai.

Hebatnya lagi, Hokusai ini ternyata dianggap sebagai bapak atau salah satu inventor yang berperan sangat besar dalam penciptaan "Manga", komik Jepang yang sangat terkenal memiliki banyak penggemar di dunia, termasuk Indonesia.

Istilah Manga sederhananya adalah cerita bergambar atau komik. Dalam bahasa Jepang manga (sozoro ga) memiliki arti harfiah lukisan bebas atau digambar semaunya tanpa tujuan.

Katshushika Hokusai, yang disebutkan Clark merupakan seorang pelukis ukiyo-e terkemuka. Ukiyo-e sendiri merupakan pop culture pada zaman Edo sekitar tahun 1603 sampai dengan 1867.

Saat itu lukisan dengan genre ukiyo-e ini sangat digemari oleh rakyat biasa dan merupakan hiburan dalam bentuk lukisan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, seperti lukisan wajah, binatang kabuki, berbagai macam flora hingga yang bersifat pornografi.

Hokusai mulai melukis pada usia 16 tahun, ia menggambar diatas kertas yang ia proses sendiri mulai dari membelah kayu hingga kemudian dibuat menjadi bubur kertas dan menjadi lembaran kertas siap pakai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hiburan Selengkapnya
Lihat Hiburan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan