Mohon tunggu...
Firda Fatimah
Firda Fatimah Mohon Tunggu... Mahasiswi Pendidikan

Bismillaah, sedang belajar menulis 😇 // IG : @fatim_firda

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Mahasiswa Pendidikan Abad 21, Sudah Seberapa Siap Kompetensimu?

25 November 2020   06:01 Diperbarui: 25 November 2020   18:18 2243 67 44 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa Pendidikan Abad 21, Sudah Seberapa Siap Kompetensimu?
Ilustrasi Mahasiswa Pendidikan - thinkstock via kompas.com

Hari ini kita memperingati Hari Guru Nasional. Berbeda dari tahun sebelumnya, peringatan hari guru kali ini harus dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Bagaimanapun juga, Hari Guru Nasional harus tetap kita peringati walaupun dalam suasana yang berbeda.

Jasa-jasa para guru dengan tetap melaksanakan pembelajaran di tengah pandemi baik dengan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) daring ataupun luring perlu terus diapresiasi dan juga diberikan suntikan semangat, salah satunya dengan memperingati Hari Guru Nasional yang setiap tahunnya diadakan pada tanggal 25 November. 

Harapannya, dengan peringatan Hari Guru ini, seluruh guru di penjuru Indonesia dapat merasakan bahwa keberadaan beliau-beliau sangatlah penting untuk kecerdasan dan kemajuan generasi bangsa ini.

Dalam pidato Hari Guru Nasional 2020 yang dirilis di laman resmi Kemdikbud pada 23 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mas Nadiem Makarim mengatakan:

“Saya berharap seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi…”

Dari sepenggal isi pidato Mas Menteri tersebut, dapat kita ambil inti bahwa sebagai insan pendidikan harus terus menempa mental pantang menyerah dan juga tak pernah lelah untuk selalu mengembangkan inovasi baru untuk penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas dalam situasi apapun.

Dalam isi pidato tersebut, Mas Menteri menggunakan kata “Insan Pendidikan” sebagai subjek dalam keberlangsungan sistem pendidikan kita. 

Dari kata tersebut, dapat kita maknai bahwa “Insan Pendidikan” meliputi banyak pihak, mulai dari para pemangku jabatan di Kemendikbud, Kemenag, instansi penyelanggara pendidikan serta para tenaga pengajar di dalamnya alias para guru yang menjadi stakeholder terpenting dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang secara langsung berinteraksi dengan para siswa di lapangan.

Lalu, siapa lagi “Insan Pendidikan” selain di atas?

Tentu saja, “Mahasiswa Pendidikan” juga merupakan insan pendidikan yang kelak akan menjadi guru bagi generasi bangsa ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN