Mohon tunggu...
Fathyah Rahmaniah
Fathyah Rahmaniah Mohon Tunggu... Freelancer - Sharing is caring

Mahasiswi Semester 7 Yang Sibuk Mengisi CV nya Webtoonist @temenzone.studio and Writer

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Belajar dari Korea Selatan: Korean Wave Senjata Ampuh untuk Membangun Ekonomi Negara

27 Juli 2021   22:43 Diperbarui: 27 Juli 2021   22:57 127 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Belajar dari Korea Selatan: Korean Wave Senjata Ampuh untuk Membangun Ekonomi Negara
Koleksi pribadi

Dahulu, negara Korea Selatan termasuk negara yang miskin kemudian berkembang. Akan tetapi sejak perubahan reformasi pemerintahan menjadi negara demokrasi yang akhirnya Korea Selatan menjadi pusat trend dunia setelah negara Prancis. Hal ini dikarenakan adanya 'Korean wave' atau Hallyu merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan hasil budaya pop Korea Selatan yang berhasil diekspor ke negara lain seperti di Asia, Eropa dan Amerika. Dan dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korean wave menjadi populer yang diwakili oleh musik Korea, drama Korea, dan budaya Korea dan tidak lupa bahwa idola Korea juga menjadi aktor utama di hati setiap penggemar Korean Wave di dunia.

Pertama kali mendengar istilah 'Korean Wave' dan 'Kpopers' dimulai pada generasi 2 idol Kpop yang mana mencetuskan akan membawa Korea Wave ke masyarakat luas (generasi idol jaman super junior, SNSD, 2pm dan sebagiannya) bertepatan sekitar tahun 2010. Saat itu mulai banyak idol K-pop yang mulai membentuk fandom dengan istilah dikalangan Kpopers 'bias'. Korea Selatan memiliki ciri khas musik tersendiri yaitu musik Trot atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia adalah musik dangdut Korea. Musik Trot sendiri kependekan dari 'foxtrot' yang mana jenis musik ini campuran dari musik Barat dan lagu-lagu populer Jepang yang kemudian dipengaruhi dengan gaya bernyanyi khas Korea yang disebut pansori.

Masyarakat Indonesia sudah mengenal Korea Selatan jauh sebelum istilah 'Korea Wave' pada awal tahun 2000-an dimana industri dunia perfilman sudah mulai maju. Ini terbukti dengan masuknya budaya Korea Selatan melalui drama Korea. Akan tetapi istilah Korean Wave pertama kali dicetuskan oleh salah satu mantan musisi Korea Selatan yang juga mendirikan salah satu Big 3 entertaiment (SM entertaiment, YG entertaiment, dan JYP Entertaiment) naungan artis Korea yaitu Lee Soo Man pendiri SM entertaiment. Lee Soo Man dianggap masyarakat Korea sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam industri musik Korea. Hal ini dikarenakan ia mampu mendidik para artisnya menjadi Icon disetiap generasi Kpop. Selain itu juga Lee Soo Man selalu memiliki trobosan terbaru dalam dunia musiknya seperti mencetus 'Artificial Intelligence' atau AI  bio, dan nanotech yang mana menjadikan K-pop sebagai arah baru dalam industri dimasa depan yang berhubungan dengan teknologi atau 'Culture Technology'. Ini didukung dengan debut girlband SM Entertaiment yaitu girl grup Aespa yang mana mereka dapat menyapa fansnya melalui robot kecerdasan AI setiap member (mereka memiliki robot cerdas yang dikemas melalui avatar animasi 3D yang ikut berkontribusi baik didunia nyata maupun dunia maya).

Saat ini Korean Wave dari segi musik sudah memasuki tahap generasi 3 (mulai dari tahun 2016) dan 4 (mulai dari tahun 2020) yang mana para idol K-pop ini banyak digemari fans Indonesia. Ketertarikan penggermar K-pop tidak hanya mempengaruhi aspek musik saja tapi mampu mempengaruhi berbagai macam aspek masyarakat yang ada di Indonesia mulai dari budaya Korea, masakan khas Korea, sampai gaya makeup dan berpakaian seperti Idol (terciptanya istilah Korean Look Makeup dan Fashion). Perkembangan zaman juga mempengaruhi interaksi para penggemar Korea, hal ini dikarenakan dulu internet belum berkembang seperti saat ini. Para Kpopers dulu ketika generasi 1 dan 2 hanya mampu melihat Idol mereka melalui Music Video dari platform Youtube dan sejenisnya. Seiring teknologi yang semakin maju para penggemar dapat menyapa Idol mereka melalui aplikasi dan platfom media sosial mereka, seperti instagram, Tiktok, dan VLive. 

Lee Soo Man pendiri SM Entertaiment sekaligus pencetus perubahan industri musik di Korea Selatan sumber dokumen SM Entertaiment 
Lee Soo Man pendiri SM Entertaiment sekaligus pencetus perubahan industri musik di Korea Selatan sumber dokumen SM Entertaiment 

Sementara itu, dari industri perfilman, puncaknya pada tahun 2016 Korea Selatan kembali menyebarkan "Korean Wave'-nya yang mana banyak drama Korea yang membuat semua masyarakat di beberapa belahan dunia tak terkecuali dari Indonesia ikut menjadi penggemar dari Drama Korea ini atau Drakor (mulai dari drama The Scent Of The Sun, Goblin, dan semua drama yang ada di tahun 2016). Drakor sendiri memiliki ketertarikan yang tidak kalah antusiasnya dari Kpopers Idol. Di Indonesia, mayoritas pengguna internet banyak yang menonton drama Korea melalui berbagai macam platform media seperti Netlflix, IQIYI, dan sebagiannya. Pengaruh Drakor mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia seperti masyarakat mulai tertarik mempelajari bahasa Korea melalui drama yang ditonton, masyarakat juga mulai menyukai menu makanan yang biasanya disajikan di dalam drama, dan masih banyak lagi pengaruh lainnya.

nostalgia drama korea sumber kumparan.com 
nostalgia drama korea sumber kumparan.com 

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah, kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan Korea Selatan yang dahulu hanya negara miskin berkembang, kemudian menjadi negara yang sangat maju dengan memanfaatkan sektor industri hiburan. Siapa sangka negara yang dahulu tidak ada penghasilan besar, kini menjadi negara yang menjadi pusat trend dunia setelah Prancis. 

sumber: 

legenda dibalik pencipta Kpop: https://tirto.id/legenda-di-balik-penciptaan-k-pop-ctX4

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan