Mohon tunggu...
Fathinatus Suda
Fathinatus Suda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Be your self

I like what makes me happy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pentingnya Memperhatikan Perkembangan Anak agar Tidak Terjadi Gangguan Bahasa Verbal

5 April 2022   14:25 Diperbarui: 5 April 2022   14:38 87
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Beberapa persen dari manusia pasti ada yang mengalami gangguan dalam perkembangannya. Namun yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang bahasa verbal. Tahukah kalian apa itu bahasa verbal? Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

Bahasa verbal adalah bahasa yang digunakan saat berkomunikasi melalui simbol-simbol baik secara tertulis ataupun lisan. Simbol-simbolnya pun tidak hanya dengan kata-kata saja akan tetapi bisa juga dengan pergerakan tubuh contohnya seperti ketika anak lapar maka dia akan merengek atau ketika anak merasa tidak nyaman dengan popoknya maka anak akan menangis

Dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian, tanda-tanda, faktor-faktor serta terapi yang digunakan untuk mengobati gangguan tersebut

Gangguan perkembangan bahasa verbal baik reseptif maupun ekspresif adalah ketidakmampuan atau tidak berkembangannya bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi melalui simbol-simbol yang tidak sesuai dengan usianya. Lalu apa saja tanda-tandanya jika anak mengalami gangguan perkembangan bahasa verbal

Tanda-tanda gangguan perkembangan bahasa verbal bisa dilihat dari usianya. Contohnya pada usia 0-6 bulan biasanya Anak sudah bisa memberikan respon reseptif seperti melirik ketika ada suara dan juga memberikan respon ekspresif seperti menangis. 

Ini merupakan hal yang umum pada usia tersebut namun anak yang mengalami gangguan perkembangan bahasa verbal kesulitan bahkan tidak bisa memberikan respon tersebut baik secara reseptif ataupun ekspresif.

Lalu pada usia 9-12 bulan, pada usia ini anak biasanya sudah bisa meniru beberapa suara yang sering didengar dengan kata-kata yang sederhana contohnya seperti mah atau yah. Lalu pada usia 12-15 bulan anak mulai bisa memahami perintah yan sederhana contohnya seperti diperintahkan untuk jangan maka tidak akan melakukannya.

Selanjutnya pada usia 12-24 bulan dimana anak biasanya mulai bisa menggabungkan kata-kata menjadi kalimat yang sederhana contohnya seperti mama mau makan. Lalu pada saat usia 2 tahun anak sudah bisa membedakan bentuk-bentuk benda dan memahami perintah yang lebih kompleks. Dan sampai usia seterusnya orangtua ataupun pendidik sudah bisa mengetahui perkembangan yang mulai berkembang pada anak.

Dari tanda-tanda gangguan tersebut, bagi seluruh pendidik terutama orangtua harus berhati-hati dalam perkembangan bahasa verbal dan jika terdapat gangguan atau keterlambatan maka harus dengan segera ditindaklanjuti.

Setelah kita mengetahui tentang tanda-tanda gangguan perkembangan bahasa verbal, kita akan membahas tentang apa saja faktor yang menjadi penyebab atau yang mempengaruhi perkembangan bahasa verbal pada anak

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab atau yang mempengaruhi perkembangan bahasa verbal pada anak diantanya adalah faktor lingkungan contohnya sosial ekonomi yng kurang, pola asuh pada anak yang kurang tepat, tekanan keluarga, serta keterlambatan bahasa kedua; faktor emosi diantaranya adanya gangguan yang serius pada orang tua terutama ibu dan gangguan serius pada anaknya itu sendiri; Masalah pendengaran diantaranya yaitu kongenital atau gangguan bicara secara permanen, perkembangan yang lambat serta retardasi mental; cacat bawaan diantaranya palatoschizis dan sindrom down; Kerusakan otak diantaranya kelainan neuromuscular, kelainan sensorimotor, palsi serebral serta kelainan persepsi. Atau juga bisa karena faktor internal dari anak itu sendiri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun