Mohon tunggu...
Fatmi Sunarya
Fatmi Sunarya Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pujangga

Penulis Sederhana - Best in Fiction Kompasiana Award 2022- Kompasianer Teraktif 2020/2021/2022 - ^Puisi adalah suara sekaligus kaki bagi hati^

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kala Musim Cengkeh Tiba

10 Agustus 2020   00:18 Diperbarui: 10 Agustus 2020   00:09 380
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cengkeh, bulan ini Kompasiana dipenuhi aroma cengkeh. Mungkin karena Reba Lomeh selalu update lagi panen cengkeh. Nah, saya pun ikut-ikutan menuangkan aroma cengkeh ke sebuah puisi https://www.kompasiana.com/fathadi/5f274909d541df4b44329622/kala-kita-memetik-cengkeh-bersama. Komentar-komentarnya lumayan menghibur. Tapi tahukah anda, saya juga punya pohon cengkeh di belakang rumah.

Rumah tempat saya tinggali sekarang, dulunya adalah kebun peninggalan kakek saya berpuluh-puluh tahun yang lalu. Setelah ada akses jalan, kebun-kebun yang dulunya sepi dipenuhi oleh pemukiman penduduk. Termasuk saya yang memilih berumah di kebun ini di tahun 2015. Di kebun ini dipenuhi tanaman peninggalan zaman dulu sepert pohon durian, kuini, jambu merah, nangka, dan pohon cengkeh ini. Umurnya mungkin ada yang lebih tua dari saya.

Pohon cengkeh di kebun saya ini tinggal 4 batang. Tapi entah kenapa musim ini yang berbuah hanya 1 batang. Dari minggu kemaren saya mulai memetiki cengkeh ini. Lumayan lebat buahnya.

FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI
FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI


Berapa harga cengkeh saat ini? Beginilah keadaan daerah-daerah di Indonesia, jika musimnya dan banjir komoditinya, maka harganya murah. Itu yang kadang menjadi problema petani. Ketika hasil melimpah eh ketika dijual malah dibeli murah. Saat ini harga cengkeh yang basah (belum di jemur)  hanya Rp. 18.000/kilo. Sementara cengkeh kering dihargai Rp. 40.000/kilo.

FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI
FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI

FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI
FOTO FATMI SUNARYA/DOKPRI

Beberapa petani memilih menyimpan cengkeh kering demi menunggu harganya mahal. Pernah beberapa tahun lalu, petani yang mempunyai kebun yang berisi pohon cengkeh lumayan banyak, menyimpan cengkeh-cengkehnya berkarung-karung. Dan ketika harganya sangat tinggi mendapat untung yang lumayan.

Foto dokpri
Foto dokpri

Biasanya Sabtu atau Minggu adalah hari traveling bagi saya, tapi kini memilih memetik cengkeh. Kasihan cengkehnya kalau tidak di petik. Di daerah saya biasanya memetik cengkeh menggunakan tangga bambu tapi ada juga yang di panjat. Bagaimana dengan saya? Kebetulan dirumah masih ada peralatan panjat tebing seperti tali, hardness dan carabiner.  Saya memanjat dengan memakai peralatan tersebut. Tidak percaya? Ya sudahlah he he

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun