Mohon tunggu...
Faqih Ma arif
Faqih Ma arif Mohon Tunggu... Civil Engineering: Discrete Element | Engineering Mechanics | Finite Element Method | Material Engineering | Structural Engineering |

Beijing University of Aeronautics and Astronautics | 601B号房间 | 1号楼, 外国留学生宿舍 | 北京航空航天大学 | 北京市海淀区学院路 | 37學院路, 邮编 |100083 |

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Ensefalopati, Penyakit Serius Bagi Penderita COVID-19

4 April 2020   00:07 Diperbarui: 4 April 2020   01:27 192 27 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ensefalopati, Penyakit Serius Bagi Penderita COVID-19
Ilustrasi ensefalopati | sehatq.com

Kabar mengejutkan kembali hadir dari laman online di nytimes dan media sosial China pada Jum'at, 03/04/2020 CST. Ahli saraf di seluruh dunia dikagetkan dengan sebagian kecil pasien pandemi COVID-19 diindikasikan mengalami gangguan serius pada otak. Seperti kita ketahui bersama, walaupun pasien yang positif terinfeksi diindikasikan dengan batuk, demam serta sulit bernafas, namun beberapa pasien menunjukkan berubahnya mental. Dugaan saat ini, pasien yang sembuh dari corona virus baru mengalami gejala ensefalopati.

Dilansir dari dr. Tjin Willy melalui laman alodokter.com, ensefalopati adalah penyakit yang mengacu pada kelainan struktur atau fungsi otak akibat suatu penyakit tertentu. Kelainan dapat berfungsi sementara tapi juga dapat permanen, penanganan secara cepat diperlukan agar pasien mendapatkan peluang sembuh lebih besar.

Lebih detail disebutkan "bahwa penderita ensefalopati akan kehilangan konsentrasi, perubahan kondisi mental, gangguan koordinasi gerak, dan lain-lain. Gejala ini akan berpengaruh pada saraf yang berupa: (1) bagian tubuh berkedut; (2) sulit menelan dan berbicara; (3) kelemahan otot pada salah satu bagian tubuh; (4) kejang; (5) penurunan kesadaran (tampak mengantuk dan koma)". dr. Tjin Willy dalam laman alodokter.com

Dilaporkan juga bahwa gejala lain yang timbul akibat sindrom neurologis ini adalah berkurangnya indra penciuman, rasa, serta penyakit jantung, menakutkan bukan?. Berikut ini detail dari bberapa peristiwa penyakit jenis ini, penulis menyajikan data berdasarkan Riset yang dapat pembaca download langsung dengan KLIK LANGSUNG pada judul jurnal bertanda "MERAH" di bawah, untuk meyakinkan tulisan ini.

Kilas peristiwa

Dilaporkan sebuah Jurnal pada 21 Maret 2020 oleh Asia, et.al. dengan judul: Neurological Complications of Coronavirus Disease (COVID-19): Encephalopathy, yang menyatakan bahwa  pria berusia 74 tahun datang ke IGD di Boca Raton, Florida, awal Maret 2020. Pasien ini mengalami gejala batuk, demam, tindakan pun dilakukan dengan cara terapi sinar-X, kemudian beliau dipulangkan. Tapi, besoknya sang pasien kembali dengan kehabisan nafas, dan kehilangan kemampuan untuk berbicara.

Ilustrasi pemeriksaan pasien | alodokter.com
Ilustrasi pemeriksaan pasien | alodokter.com

Dokter mengindikasikan bahwa biasanya pasien yang menderita paru-paru kronis serta parninson, akan memiliki ciri yang mirip dengan pasien tersebut, ditambah Gerakan tubuh lain yang tidak wajar seperti kejang. Saat itu, dokter di rumah sakit tersebut mencurigai pasien menderita COVID-19, dan dugaan itu ternyata benar adanya.

Selanjutnya, para tenaga medis di Detroit melaporkan kasus lain yang menjangkit seorang pekerja maskapai dengan usia 50 an dan diduga menderita COVID-19. Sang pasien wanita tersebut mengeluh menderita sakit kepala, dan dia juga kesulitan bicara, serta respon syarafnya berkurang dari waktu ke waktu. Sesuatu terjadi padanya, yaitu pembengkakakn dan peradangan tidak normal di beberapa daerah otak, beberapa area menunjukkan sel sudah mati.

"The pattern of involvement, and the way that it rapidly progressed over days, is consistent with viral inflammation of the brain," Dr. Elissa Fory, a neurologist with Henry Ford Health System, said through an email. "This may indicate the virus can invade the brain directly in rare circumstances." The patient is in critical condition. dilansir dari nytimes.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x