Mohon tunggu...
Fania Surya
Fania Surya Mohon Tunggu... Blogger

blogger

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Warna, Sebuah Seni Kreativitas Padu Padan Kehidupan

23 Agustus 2017   22:14 Diperbarui: 24 Agustus 2017   06:04 4740 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Warna, Sebuah Seni Kreativitas Padu Padan Kehidupan
Lingkaran warna ( sumber google)

Jiwa seni sudah melekat dalam diri saya. Hal ini terlihat sejak saya masih kecil. Dulu saya suka menggambar bahkan sering mengikuti lomba menggambar di sekolah.

Walaupun bukan juara pertama setidaknya saya bisa merasakan menjadi juara kedua atau ketiga. Seringkali kalah juga. Tapi hal itu tidak menjadi masalah. Partisipasi aktiflah yang menjadi tekad saya kala itu untuk mengikuti berbagai lomba menggambar dan mewarnai.


Bahkan saking hobinya dengan yang namanya menggambar, menginjak bangku SMP saya sering menggambar ulang tokoh-tokoh kartun kesukaan saya. Salah satunya yaitu Sailormoon. Ya, saya suka sekali dengan film kartun yang satu itu. Setiap kali ada buku atau pun majalah dimana di dalamnya terdapat kartun Sailormoon, saya langsung mengambil buku dan menggambar ulang. Lalu mewarnainya dengan pensil warna sesuai dengan warna yang ada. Kemudian saya simpan buku tersebut supaya menjadi kenangan. Kebetulan saat itu saya tidak punya buku gambar karena masih belum sanggup membeli. Yang ada hanyalah buku bergaris seukuran folio yang biasanya digunakan oleh perkantoran untuk pencatatan arsip. Maklumlah di dalam keterbatasan yang saya punya kala itu, buku tulis pun saya jadikan buku gambar untuk menuangkan jiwa seni menggambarku.

TERJERUMUS DI DUNIA ARSITEKTUR

Sampai akhirnya ketika mau kuliah saya memutuskan untuk mengambil jurusan Teknik Arsitektur sebagai pilihanku. Jiwa seniku lagi-lagi mendorongku untuk memilih jurusan tersebut. 


Saat terjun dan terjerumus di dunia Arsitektur ini, akhirnya saya mulai diperkenalkan bagaimana menggambar yang baik dan bagaimana mengkomposisikan warna yang baik. Memadupadankannya sehingga menciptakan sesuatu yang indah dan enak dilihat. Memang itulah tugas seorang calon Arsitek. Tak hanya pintar gambar saja, tapi harus mampu menciptakan bangunan baik interior maupun eksterior dengan padu padan warna yang mampu menciptakan kesan ruang serta psikologis seseorang.   Ibarat kata warna adalah sebuah seni art4all.

                             
MENGENAL WARNA


Menggambar yang baik yaitu bagaimana menarik garis sehingga menciptakan tarikan yang lurus tanpa menggunakan penggaris. Menggambar yang baik juga menentukan apakah gambar yang kita buat itu seimbang dan tidak distorsi. Apalagi kalau membuat gambar perspektif. Menggambar yang baik juga dilihat dari bagaimana mengkomposisikan warna terhadap gambar yang kita buat.
Di dalam pelajaran mata kuliah Gambar Arsitektur kami para mahasiswa diwajibkan membuat lingkaran warna. Saat itu saya jadi tahu yang namanya lingkaran warna. Saya takjub sendiri karena baru kali ini tahu bahwa warna begitu banyak. Di dalam lingkaran warna itu saya pun belajar, bahwa warna terbagi menjadi 3 yaitu:


1. Warna primer. Dimana ada 3 warna primer yang jika dipadupadankan akan menghasilkan beragam warna yang berbeda-beda dan indah. Warna primer adalah warna dasar dalam lingkaran warna yang terdiri dari warna merah, kuning dan biru. Warna primer inilah yang menjadi pusat dari terciptanya warna-warna lainnya / turunannya.

2.  Warna Sekunder. Yaitu warna yang merupakan pencampuran antara dua warna primer dengan perbandingan yang sama sehingga menghasilkan warna-warna seperti orange, hijau dan ungu. Contoh pencampuran warnanya yaitu warna merah dan biru apabila dicampur akan menghasilkan warna orange.


3. Warna Tersier yaitu campuran antara warna primer dan skunder di sebelahnya dengan perbandingan yang sama. Contohnya yaitu warna hijau toska yang merupakan pencampuran antara  warna hijau dan biru. Begitu juga warna indigo yang merupakan pencampuran dari warna ungu dan biru.

Menurut Majalah ASRI edisi no. 02 Februari 2011, ada beberapa perpaduan warna yang bisa dihasilkan dari ketiga warna primer yang ada yaitu merah, kuning, biru. Beberapa perpaduan warna tersebut akan menghasilkan beberapa jenis warna lagi yaitu:

1. Kombinasi warna kontras atau komplementer. Yaitu penggabungan antara warna-warna yang letaknya berseberangan pada lingkaran warna, seperti biru-kuning, merah-hijau, dan lainnya. Penggabungan warna kontras atau komplementer ini akan memberikan karakter yang dinamis dan kuat.

2. Kombinasi warna analog, yakni penggabungan antara warna-warna yang karakternya mirip atau berdekatan, letaknya bersebelahan pada lingkaran warna, seperti kuning-oranye, biru-hijau, dan lainnya. Penggabungan warna ini menghasilkan kesan harmonis.

3. Kombinasi warna monokromatis yaitu perpaduan warna dari spektrum yang sama dengan intensitas yang berbeda seperti  pola warna gradasi dari warna ungu, mulai dari warna ungu yang sangat tua sampai ungu yang sangat muda.

4. Kombinasi warna kompleks yaitu perpaduan warna apapun. Kuncinya adalah kuantitas warna yang digunakan. Agar terkesan tidak monoton, gunakanlah satu warna yang dominan sebagai angle view atau vocal point, dan warna yang lainnya sebagai aksen saja.  


Nah itulah warna-warna dalam lingkaran warna yang akhirnya menghasilkan beragam macam warna yang seperti kita ketahui saat ini. Belajar warna itu mengasyikkan dan memang butuh kejelian serta seni kreativitas dalam memadupadankannya.

Saat kuliah saya diminta oleh dosen untuk membuat lingkaran warna sendiri menggunakan cat air. Saat itu kami diberi katalog lingkaran warna. Jadi lingkaran warna yang kami buat harus sama dengan katalaog yang ada. Mengasyikkan dan butuh ketelitian dalam mencampurkan warna-warna cat air yang ada.

Setelah itu barulah kami belajar bagaimana menerapkan lingkaran warna tersebut ke dalam bangunan baik interior maupun eksterior. Lingkaran warna inilah yang menjadi panduan saya menciptakan warna interior ruang yang menarik dan nyaman. Setelah membuat lingkaran warna dengan cat air barulah kami diminta untuk mewarnai interior bangunan dengan pensil warna disertai adanya gradasi pewarnaan sehingga menciptakan gambar yang tampil nyata dan memberikan kesan ruang.

Saat itulah pertama kali saya mengenal pensil warna Faber Castell. Pensil warna ini memang keren banget bahkan bisa juga dijadikan cat air dengan cara saat diwarnai pada kertas lalu dicampurkan dengan air dengan menggunakan kuas. Barulah dieksplor sesuai dengan imajinasi kita. Mudah bukan. Faber Castell ini memang pensil warna multi fungsi.  Karena kualitasnya yang bagus saya membelinya sekaligus yang terdiri dari 48 warna. Saya suka sekali dengan pensil warna ini. Mewarnai pun bisa dieksplor sedemikian rupa dengan warna-warna yang sudah ada. Keren sekali.

Faber Castellku (dokpri)
Faber Castellku (dokpri)
Faber Castellku (dokpri)
Faber Castellku (dokpri)
Faber Castellku (dokpri)
Faber Castellku (dokpri)
PADU PADAN WARNA KEHIDUPAN

Sampai saat ini lingkaran warna ini sangat berguna bagi saya. Banyak hal yang membutuhkan perpaduan warna (art4all) di dalam hidup saya diantaranya yaitu:


1.    Menggambar site plan dan denah bangunan.


Sebagai seorang arsitek tentunya ketika menerima proyek tak lepas dari yang namanya gambar teknik. Gambar teknik disini terdiri dari site plan, denah dan tampak bangunan bahkan termasuk juga perspektif bangunan. Membuat gambar teknik suatu bangunan pun harus disertai dengan warna supaya lebih hidup dan menarik. Nah, pewarnaan ini tentunya mengacu pada lingkaran warna sebagai panduan.


Lihat saja brosur-brosur perumahan yang ditawarkan oleh developer, kebanyakan semuanya full warna. Pastinya untuk menarik perhatian pembeli.

2. Menggambar interior dan eksterior bangunan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x