Mohon tunggu...
Fakhrizal Firdiansyah
Fakhrizal Firdiansyah Mohon Tunggu... Aku bukan kamu, apalagi kalian. Karena aku adalah Kita.

“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle” --Albert Einstein

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Regenerasi ala SBY

17 Februari 2020   12:54 Diperbarui: 17 Februari 2020   13:04 153 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Regenerasi ala SBY
Foto: Demokrasi.co.id


PADA hakikatnya pemimpin sejati adalah pemimpin yang dapat menyiapkan pemimpin-pemimpin penggantinya di masa yang akan datang. Mau tidak mau, suka tidak suka tampuk kepemimpinan dimanapun itu, baik itu di dalam birokrasi, pemerintahan, partai politik maupun kepemimpinan perusahaan haruslah ada yang meneruskan dan menggantikan. Tongkat estafet kepemimpinan secara alamiah haruslah ada regenerasi dan penyegaran, agar suatu entitas berjalan secara sustainable.

Selain itu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memberikan kepercayan, jalan dan kesempatan kepada anak buahnya untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi, sehingga anak buah yang dipimpin akan maju dan berkembang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Tentunya tidak serta merta memberikan kepercayaan kepada sembarang orang, seorang pemimpin pasti mempunyai "intuisi" tertentu dalam memberikan suatu kepercayaan.

Bagi seorang pemimpin, selain mempersiapkan penggantinya juga mencetak pemimpin-pemimpin baru yang hebat, bahkan bisa lebih hebat dari dirinya. Itu "mungkin" menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang pemimpin, melihat anak buahnya atau generasi selanjutnya bisa menggantikannya atau menjadi suatu pemimpin di suatu entitas lain yang lebih besar.

Dalam konteks ini saya ingin mengaitkan kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang mempunyai "intuisi" yang sangat baik dalam memberikan kepercayaan, jalan dan kesempatan bagi para anak buahnya untuk berkarya, berkreasi, berinovasi, dan berkembang sesuai dengan integritas, akseptabilitas, dan kapasitasnya.

Sehingga karya-karya para anak buah SBY tersebut masih bisa dirasakan hingga saat ini. Serta kontribusi para mantan orang kepercayaan SBY ini kepada bangsa dan negara masih bisa kita lihat dan rasakan,
bahkan kontribusi kepada warga dunia.

Sang Jenderal pemikir ini (SBY) selain sebagai ahli strategi, saya rasa beliau memiliki suatu sensitivitas yang tinggi dalam menilai potensi seseorang, untuk berkembang dengan integritas, akseptabilitas, dan kapasitasnya masing-masing, sehingga dapat memilih orang yang menghasilkan prestasi. Memang tidak semua, tapi setidaknya banyak yang berhasil berkarya dan bekerja nyata. Setelah itu dapat berkontribusi kepada hal yang lebih besar selepas mengemban amanah yang dipercayai oleh Presiden SBY.

Keberhasilan seseorang yang berprestasi tersebut bukan hanya faktor SBY, tetapi setidaknya para anak buah yang dipilih ini dapat memanfaatkan jalan, kesempatan dan kepercayaan SBY dengan baik dalam mengemban amanah sehingga mereka bisa menunjukan kepada SBY karya-karya mereka yang berimplikasi pada keberhasilan mereka sendiri, keberhasilan pemerintah dan utamanya kinerja mereka berdampak baik bagi publik, mereka berhasil mendapatkan public trust.

Selain mendapat apresiasi publik, hal ini juga menjadi perhatian khusus dunia internasional, yang implikasinya orang-orang ini bisa mendapatkan jabatan dan posisi penting di lembaga-lembaga internasional tersebut, tentunya ini menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi Indonesia, khususnya bagi "mantan atasan" yaitu Presiden SBY.

Saya tadi sebutkan diatas "mungkin" menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang SBY, melihat anak buahnya atau generasi selanjutnya bisa menggantikannya atau menjadi suatu pemimpin di suatu entitas lain yang lebih besar, dan berdampak dan bermanfaat lebih besar.

Pada konteks ini yang dibicarakan adalah para menteri-menteri SBY yang pernah dan hingga saat ini mempunyai jabatan penting dan bergengsi (prestigious) di lembaga Internasional. Misalnya :

  • Mantan Menteri Perdagangan (2004-2011) yang juga pernah menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014) Marie Elka Pangestu dipercaya sebagai Managing Director, Development Policy and Partnerships for the World Bank (2020-Sekarang).
  • Mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas (2004-2005) yang juga Menteri Keuangan (2005-2009) Sri Mulyani Indrawati dipercaya menjadi Managing Director and Chief Operating Officer of the World Bank (2010-2016).
  • Mantan Menteri Luar Negeri (2009-2014) Marty Natalegawa, dipercaya sebagai Member of the United Nations Secretary-General's High-Level Advisory Board of Meditation (2017-Sekarang).
  • Mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas (2009-2014) yang juga dosen Universitas Padjadjaran Armida Salsiah Alisjahbana, dipercaya Sekjen PBB sebagai Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) (2018-Sekarang).
  • Mantan Wakil Menteri Perhubungan (2010-2014) Bambang Susantono dipercaya menjadi Vice President Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB) (2015-Sekarang).

Selain nama-nama diatas, masih banyak lagi para menteri, mantan staf, dan anak buah SBY yang berhasil di bidangnya. Hingga saat ini orang-orang yang pernah membantu SBY di pemerintahan banyak yang masih berkontribusi kepada masyarakat, baik didalam maupun di luar negeri. SBY berhasil menjadi talent scouting untuk para anak buahnya menjadi berkembang dan maju sesuai integritas, akseptabilitas, dan kapasitasnya, setidaknya memberikan kesempatan bagi mereka berkarya, sehingga berdampak positif bagi bangsa dan negara, serta menarik perhatian dunia internasional.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x