Mohon tunggu...
Fajriatussyafaah
Fajriatussyafaah Mohon Tunggu... Uin suka 20107030110_jurnalistik IKOM

Untuk memenuhi point mata kuliah dan syukur syukur bisa menjadi hobi terbaru .

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Keluarga dan Karier yang Memiliki Beribu Persoalan Rumit

9 April 2021   13:31 Diperbarui: 9 April 2021   13:57 78 6 0 Mohon Tunggu...

Menjadi seorang wanita karier sekaligus ibu rumah tangga bukan hal yang mudah ,cukup menjadi tantangan nyata dalam hidup apalagi mendapat cuitan yang kadang kurang mengenakan seperti tidak memikirkan keluarga , rumah , suami dan anak . 

Untuk itu anda juga harus menjaga komunikasi yang baik dan efektif kepada anggota keluarga anda , agar mereka tetap merasakan peran anda sebagai seorang ibunda.

Biasanya, pria diwajibkan berkarier untuk menjadi tulang punggung keluarga. Sementara itu, wanita harus membuat keputusan terlebih dulu setelah menikah atau setelah memiliki anak.

Dilansir dari klikdokter.com  Ketika seorang wanita dan ia sudah memutuskan menjadi wanita karier, meski sudah berkeluarga dan memiliki anak, pasti banyak pertimbangan yang sudah dilalui.

Jika wanita memilih untuk tetap bekerja, pastinya ia dapat membantu perekonomian sehingga kebutuhan keluarga dapat dipenuhi dengan baik. Selain itu, Anda dapat terus mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat terus bermanfaat bagi orang di sekitar.

Namun, ketika memilih keputusan itu, biasanya waktu untuk keluarga menjadi agak terkorbankan. Sebab, pekerjaan professional bisa jadi butuh begitu banyak tanggung jawab dan lika liku yang memang harus di lewati dan sebelumnya sudah dipikirkan dengan matang bersama sang kepala keluarga.

Kerja sama dengan suami secara efektif dan berkualitas demi rumah tangganya terutama dalam hal mendidik dan memberi perhatian kepada buah hati, berikut beberapa hal yang harus di pertimbangkan sebelum memilih untuk menjadi wanita karier sekaligus ibu rumah tangga :
*mengatur waktu

Salah satu hal yang sulit dilakukan adalah membagi waktu. Kesibukan orang bekerja akan membuat waktu untuk dihabiskan dengan anak semakin sedikit.

Siapa yang menemani anak belajar? Siapa yang belanja bulanan? Siapa yang akan menyiapkan makan malam? Siapa yang akan mengurus rumah ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa jadi akan terus terulang.

Tak hanya itu, menentukan waktu untuk menemani holiday sang buah hati , untuk memperhatikan anak pun menjadi lebih sulit karena harus saling menyesuaikan jadwal cuti. Untuk menghindari konflik, sebaiknya pembagian waktu ini harus disepakati sejak awal dan tak lupa bersiap-siap jika ada kondisi yang mengharuskan Anda atau pasangan mengalah.

Suami akan merasa kurang perhatian

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x