Mohon tunggu...
Fajar Prihattanto
Fajar Prihattanto Mohon Tunggu... Penulis ide dan pengalaman

Guru seni rupa, pembuat karya seni (gambar, lukis, film, musik), youtuber, dan penyelam keheningan

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Menjelajahi Planet Metal Fuad Monster

24 April 2016   12:10 Diperbarui: 24 April 2016   12:41 228 0 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="www.covermytunes.com/cd-cover/Never_Stopped_Hurting_Single-1059528918.html"][/caption]

Fuad Safrudin, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Fuad Monster, pria bersahaja kelahiran Sukoharjo 25 Desember 1976 ini adalah seorang pentolan grup band bergenre Epic Javanese Power Metal, Lord Symphony. Sebagai seorang seniman tulen pada umumnya, dia juga selalu kekurangan wadah untuk menuangkan keliaran ekpresinya nan melimpah. Salah satu wadah untuk menumpahkan ide, kreatifitas, estetika, kepekaan rasa, dan tuntutan berekspresinya selain melalui Lord Symphony tersebut maka lahirlah anak-anak rohani yang secara kolektif dia beri nama Metal Planet.

Metal Planet adalah album instrumental solo gitar ala Joe Satriani dan Steve Vai, dimana permainan solo gitar mendominasi setiap lagu-lagunya. Menikmati lagu-lagu solo gitar tentunya berbeda dengan apabila kita menikmati lagu-lagu pada umumnya dimana seorang vokalis menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam menyampaikan ide dasar suatu lagu melalui lirik yang dinyanyikan. Lagu-lagu pada umumnya tersebut membawa pikiran kita mengarungi nuansa, suasana, dan keindahan lagu melalui lirik-lirik yang dinyanyikan vokalis, dan tentu saja melalui balutan aransemen musik sebagai pendukungnya. Namun pada proses apresiasi musik instrumental solo gitar, dimana komponen utamanya adalah lead gitar, maka pikiran kita “dipaksa dengan ikhlas” untuk berimajinasi tanpa bantuan lirik, kata-kata, sastra, yang dinyanyikan oleh vokalis. Di sinilah letak perbedaan, dan menjadi keunggulan (bagi beberapa orang adalah kekurangan) musik instrumental. Keunggulan (atau perbedaannya), imajinasi kita akan lebih liar, bebas, bahkan tak terbatas dalam menjelajahi dimensi estetika, karena keindahan melodi, nada-nada yang terdengar tidak dibatasi oleh sempitnya nuansa lirik yang dinyanyikan.

Saya mendapatkan album kompilasi ini langsung dari Fuad Monster ketika secara kebetulan bertemu di rumahnya, saat itu saya meminta tolong untuk memperbaiki efek gitar yang sedang rusak. Moment berharga pertemuan tersebut langsung saya manfaatkan untuk membeli album kompilasi Metal Planet bertajuk “Happy Metal”, sekaligus bertanya jawab, kopi darat (meskipun saat itu suguhannya bukanlah kopi, melainkan teh hangat), semacam jumpa fans secara terselubung. Dari ngobrol ngalor ngidul tersebut, saya mendapatkan informasi, bahwa sejauh ini, sudah terlahir 23 album Metal Planet dalam kurun waktu tahun 2009-2016. Saya tulis sekali lagi, 23 album! Hampir 200-an lagu terekam dalam jangka waktu 7 tahun. Jika Anda menganggap ini sebagai hal yang biasa saja, maka patut dipertanyakan kenormalan Anda dalam berpikir. Coba kita tengok seberapa produktifnya Joe Satriani dan Steve Vai sebagai pemilik album-album instrumental solo gitar, mereka berdua masing-masing sejauh ini memiliki 16 album studio, bukan album live dan kompilasi, jika saya salah mohon dikoreksi. Tentu sangat berlebihan jika kita membandingkan karya 2 virtuoso tersebut dengan karya seorang Fuad Monster, gitaris lokal asal Karanganyar ini. Jika parameter kita adalah segi kualitas, maka subyektifitas kita akan berbeda, namun dari segi jumlah, maka saya yakin kita bersepakat, bahwa produktifitas Fuad Monster patut kita acungi jempol.  

[caption caption="redmp3.su/26030607/fuad-monster-killing-my-sadness.html"]

[/caption]

Semua track bass dan gitar pada semua album dimainkan sendiri oleh Fuad Monster, sedangkan drum dibantu oleh temannya. Penciptaan riff gitar, bass, aransemen, lagu, recording, editing, mixing bahkan mastering juga dilakukan sendiri oleh Fuad Monster, semua dilakukan di rumahnya sendiri. Menurut saya Ini juga merupakan hal yang luar biasa dan inspiratif. Dari 23 album tersebut, belum semuanya rilis, karena ada beberapa album, single, yang harus menunggu kesepakatan kontrak kerja sama dengan label. Album-album Metal Planet selama ini di bawah naungan (atau lebih tepatnya bekerjasama dengan) Label CDRUN Records label dari USA.

Album yang saya beli langsung tersebut adalah hasil kompilasi dari album Metal Planet Volume 3,18,20,19,4,6,dan 7. Sebagai penggemar musik metal dan pelahap album-album instrumental solo gitar Joe Satriani dan Steve Vai, cukup mudah bagi saya untuk menikmati semua lagu pada album kompilasi Metal Planet “Happy Metal” ini. Menurut saya pribadi, pola permainan Fuad Monster bisa dikatakan cukup mampu untuk lepas dari pengaruh bayang-bayang gitaris-gitaris lainnya, semisal kedua nama yang saya sebut di atas. Meskipun tidak saya pungkiri, pada beberapa lagu saya merasakan nuansa lagu yang agak mendekati lagu-lagu Steve Vai, semisal pada lagu “Never Stopped Hurting”, juga nuansa yang agak sama pada beberapa track dari lagu-lagu bergenre Heavy Metal dan Power Metal. Namun semua itu syah-syah saja, tidak mengurangi nilai orisinalitas seorang Fuad Monster dan saya yakin tidak unsur kesengajaan, karena itu hanya persepsi yang terlahir dari subyektifitas saya belaka. Dari pengakuannya secara langsung, upaya yang dilakukan untuk menghindari permainan yang stereotip dengan gitaris lainnya, dia selalu berusaha menghindar untuk mendengarkan karya-karya gitaris maestro. Karena jika terlalu banyak mendengarkan, apalagi meng-cover lagu-lagu orang lain, maka secara tidak langsung kita akan mudah untuk tertular “racun” gaya permainan orang lain.

[caption caption="redmp3.su/25469785/fuad-monster-the-brave.html"]

[/caption]

Kelemahan album kompilasi ini menurut saya adalah tidak meratanya volume dan frekuensi antara satu lagu dengan lagu yang lain pada satu album. Hal ini cukup beralasan, karena tidak adanya sistem mastering pada album “kompilasi dadakan” ini. Saya sebut begitu, karena memang album ini sebenarnya hanyalah hasil kompilasi spontan ketika saya merequestnya. Lagu diseleksi dari semua album, kemudian tanpa adanya proses mastering, lagu-lagu tersebut dikompilasikan langsung pada satu kemasan CD. Berbeda halnya jika Anda membelinya dalam satu album Metal Planet yang sudah melalui proses mastering.

Beat-beat pada album ini cukup bervariatif, sehingga mampu membangun suasana yang tidak membosankan juga. Begitu juga dengan pola permainan, aransemen, serta melodi, racikan lagu-lagunya mampu membawa imajinasi kita mengarungi planet-planet metal yang belum terjamah. Saya sarankan Anda menikmatinya menggunakan headset/headphone, sehingga detail aransemennya lebih mudah kita rasakan. Pada beberapa lagu, sayatan gitar dibuat menjadi 3, bahkan 4 layer  sehingga membuat lagu lebih kaya nuansa dan tebal. Dari segi teknik permainan gitarnya tak diragukan lagi, Fuad Monster pernah menjadi salah satu dari 16 shredder Speed di Indonesia versi majalah audio pro 2012. Gitar yang digunakan untuk menghasilkan semua karya pada album Metal Planet ini adalah gitar Flying V custom buatan Fuad Monster sendiri, sedangkan efek yang digunakan adalah Stompbox digitech dan Donegan The Weapon.

Pernah ada masukan dari teman Fuad Monster, bahwa sebaiknya lagu-lagu pada album Metal Planet ini diisi dengan vokal, terus terang secara pribadi saya kurang setuju, biarlah Metal Planet ini menjadi anak rohani Fuad Monster yang memiliki kemerdekaannya sendiri, sedangkan karya yang diisi seorang vokalis menjadi anak rohani yang lain melalui Lord Symphony atau band yang lain. Karena dengan demikian, maka karya-karya Fuad Monster akan lebih merdeka di wilayahnya masing-masing, dan tentunya akan lebih bervariatif. Sehingga saya mengucapkan selamat menikmati karya-karya Fuad Monster, belilah karyanya yang asli, undang untuk memanaskan amplifier acara-acara Anda, sehingga akan terjelajah metal planet-metal planet yang lain.
 Selamat berselancar di Metal Planet!!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x