Mohon tunggu...
Fahrul Nurkolis
Fahrul Nurkolis Mohon Tunggu... Ilmuwan - Scientist ¦ Nutrition and Health Sciences Communicator

A Biological Student at State Islamic University of Sunan Kalijaga, Indonesia. Actively done some scientific project concern in healthy lifestyle, balanced nutrition diet, and new functional food for healthier especially in food biochemistry such as Antioxidant dan Polyphenols. Enjoys writing scientific articles, designing infographics about health and sciences (check out Instagram at @fahrul_scientist) and passionate about technology (creating websites and apps). IELTS Overall Band Score 7.0

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Bahari Laut Indonesia dan Harta Karun Potensial untuk Kesehatan!

18 Maret 2021   21:25 Diperbarui: 18 Maret 2021   21:36 289 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Peneliti Bahan Alam Laut di Laut Sulawesi Utara (Dokpri)

Indonesia dikenal sebagai negara beribu kepulauan atau negara maritim. Tak heran jika sebagian besar wilayahnya meliputi perairan. Perairan laut Indonesia terkenal menyimpan segala "Harta Karun" yang berupa bahan alam yang jumlahnya ananta atau tak hingga. Contohnya saja mikrobiota laut, sudah dipakai sebagai vaksin dan masih banyak lagi yang perlu di eksplor lebih lanjut bahan alam kekayaan bahari Indonesia ini. Mulai dari Ikan, Alga, Spons, dll. 

Bahwa saat ini kekayaan alam laut di negeri ini, belum optimal dimanfaatkan sebagai bahan baku obat dan pangan fungsional. Penyebabnya beragam, salah satunya kurangnya riset soal bahan baku obat yang terkendala berbagai hal seperti regulasi, pembiayaan, dan kerja sama lintas sektor. Sebenarnya jika bahan laut alam Indonesia ini termanfaatkan secara optimal, diprediksikan permasalahan kesehatan dan gizi di Indonesia akan ikut terkurangi bahkan terentaskan, yups butuh multisektoral dalam pengimplementasian ini. 

Namun demikian, semua permasalahan itu tak menyurutkan bagi peneliti-peneliti ini dalam mengeksplorasi bahan alam laut Indonesia menjadi produk obat dan pangan fungsional.

Defny Silvia Wewengkang, Ph.D dan Henki Rotinsulu, Ph.D seorang suami istri jebolan Program Doktoral Farmasi dari Tohoku Medical & Pharmaceutical University ini telah lebih dari 10 Tahun meneliti dan mengeksplorasi bahan laut Indonesia seperti Sponge laut guna menjadi produk obat. Harapannya, produk loka dapat menglobal dan Indonesia dapat menjadi negara maritim yang hebat dalam bidang kesehatan.

"Bahan lokal laut Indonesia sangat melimpah, namun masih sedikit pemanfaatan serta ekplorasinya, oleh karena itu saya dan suami bekerja sama riset dengan peneliti di Japan agar kekayaan alam laut Indonesia dapat menglobal" ujar Defny saat diwawancarai langsung di Laboratorium Farmasi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Selain itu, baru-baru ini mereka berdua menggandeng dosen FK UNSRAT yakni Dr. dr. Nelly Mayulu, M.Si., Sp.KKLP bersama Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga untuk membuat produk pangan fungsional dari Anggur Laut (Ceulerpa racemosa), seperti Kukis, Furikake dan Nata De Ceulerpa yang bertujuan agar bisa menjangkau masyrakat dan menjadi produk pangan yang menyehatkan.

Defny Silvia Wewengkang, Ph.D, Henki Rotinsulu, Ph.D & Fahrul Nurkolis (Dokpri)
Defny Silvia Wewengkang, Ph.D, Henki Rotinsulu, Ph.D & Fahrul Nurkolis (Dokpri)
Selain itu, sebenarnya pemanfaatan dan eksplorisasi bahan laut ini sangat penting juga dalam meningkatkan perekonomian bahari Indonesia. Hal sekompleks ini tentunya perlu dukungan dan dorongan pemerintah meliputi Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, para pemimpin pemerintah daerah mulai dari Gubernur dan Bupati yang wilayahnya dekat atau meliputi perairan laut serta bahkan juga kami berharap Bapak Presiden Republik Indonesia membantu dalam percepatan pemanfaatan bahan alam laut Indonesia sesuai dengan visi beliau "SDM Unggul dan Indonesia Maju"

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan