Mohon tunggu...
Fahmi Fadlurahman
Fahmi Fadlurahman Mohon Tunggu... Mahasiswa

Jangan lupa bahagia

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Keterkaitan Butir-butir Pancasila sebagai Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara

30 Maret 2020   11:47 Diperbarui: 30 Maret 2020   11:42 478 1 0 Mohon Tunggu...

Terdapat lima butir utama rumusan Pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa,kemanusiaan   yang   adil   dan   beradab,   persatuan   Indonesia, kerakyatan   yangdipimpin   oleh   hikmat   kebijaksanaan   dalam   permusyawaratan   /   perwakian   dankeadilan   sosial   bagi   seluruh   rakyat   Indonesia.   

Kelima   rumusan   Pancasila   ini merupakan nilai-nilai dasar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai warganegara   Indonesia   yang   baik   sudah   kewajiban   kita   untuk   menjadikan   Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.Dengan   adanya   Pancasila   sebagai   ideologi   bangsa   Indonesia   dalam kehidupan bernegara maka diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat di implementasikan dengan   baik,   sehingga   tidak   terjadi   konflik   yang   bertentangan   dengan   nilai Pancasila.  Namun   pada kenyataannya, saat   ini  masyarakat mulai   kehilangan  jatidirinya   dalam  arti   nilai-nilai   ideologi  bangsa   yang  seharusnya  menjadi   pedoman dalam  berbangsa   dan bernegara   mulai  menghilang  dalam   kehidupan sehari-hari.Pancasila sebagai ideologi juga saat ini hanya menjadi ideologi semboyan oleh para penguasa. 

 Aplikasi   nilai  Pancasila   di  lapangan   jauh  dari  cita-cita   dan   nilai  yang terkandung di dalamnya. Dalam   kehidupan   berbangsa   dan   bernegara   nilai-nilai  Pancasila   yangseharusnya   menjadi   implementasi   keteladanan   masyarakat  dan   pejabat   negaradalam   bertindak   saat   ini   sudah   tidak   diimplementasikan. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya merupakan jatidiri bangsa Indonesia seharusnya tunduk kepada ego dan nafsu godaan dunia yangmenjebak bangsa Indonesia ke dalam perangka besi.Tentunya di dalam butir butir pancasila setiap butirnya memiliki makna dan memiliki pandangan jauh kedepan sebagai pedoman masyarakat Indonesia dalam melakukan seluruh kegiatannya.

Hal tersebut perlu di pahami juga bahwa di setiap butirnya saling berkaitan yang artinya mau tidak mau kita di tuntut harus melaksanakan semua yang sudah menjadi ketentuan dari butir pancasila tersebut. Kita ambil contoh dengan sebuah permasalahan yaitu Korupsi mari kita kaitkan dengan kelima butir pancasila,  Didalam sila pertama yaitu "Ketuhanan yang Maha  Esa".   

Korupsi   merupakan   suatu perbuatan  yang dosa besar. Sebagai  bangsa yang dikenal religus, tentunya  kasus korupsi ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila  terutama sila pertama.Seharusnya   masyarakat   maupun   pejabat   mampu   mengimplementasikan   sila pertama   ini   dengan   baik,   karena   hal   ini   merupakan   dasar   untuk   menjalankan kehidupan sehari-hari.Pada   sila   kedua   Pancasila,   yaitu   "Kemanusiaan   yang   adil   dan   beradab".Korupsi   membuat   yang   kaya   semakin   kaya   dan   yang   miskin   semakin   miskin.Semakin   tinggi   jabatan   seseorang,   maka   semakin   merasa   bebas   ia   untukmengambil   hak   orang   lain.   

Korupsi   yang   dilakukan   oleh   para   pejabat   negara membuat   hak   yang   seharusnya   didapatkan   oleh   masyarakat   biasa   menjadi berkurang   atau   bahkan   hilang.   Akibatnya   juga   adab   pejabat   negara   yang seharusnya baik dan merupakan contoh masyarakatnya menjadi hilang. Hal ini juga menyebabkan hilangnya  kepercayaan  masyarakat terhadap pejabat  negara. Maka korupsi juga bertentangan dengan sila ke dua ini.Pada sila kelima yaitu "Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Korupsi itu menggerogoti  kekayaan  negara  yang ujung-ujungnya memiskinkan  negara danjuga rakyatnya. Uang yang diambil oleh para koruptor seharusnya digunakan untuk mensejahterakan   negara   dan   rakyatnya.   Tetapi,   akibat   ulah   mereka   keuntungan yang   seharusnya   didapatkan   oleh   seluruh   rakyat   menjadi   tidak   ada.   Karena dewasanya, seseorang yang   dipercaya menjadi wakil rakyat  harus   mementingkan kepentingan   rakyatnya   bukan   kepentingan   pribadi.   Sehingga   sila   keadilan   ini menjadi tidak terlaksana.Contoh lain yang jelas untuk membuktikan bahwa generasi muda saat ini mulai bertolak   belakang   budaya   Indonesia   seperti   kebiasaan   mabuk-mabukan,   seks bebas, konsumsi narkoba, hedonisme dan yang sedang marak yaitu kasus bullying terhadap   sesama   teman.   Bullying   atau   penindasan   merupakan   tindakan   yangdilakukan   seseorang   terhadap   seseorang   lainnya   dengan   tujuan   untukmerendahkan,   memojokkan,   menghina,   hingga   melakukan   kekerasan   fisik.Begitu banyak pemuda di luar  sana yang telah melakukan bullying, baik disengajaataupun  tidak  disengaja  kepada   teman sebayanya. Hal  yang disebabkan   karenamasalah kecil berlanjut hingga berujung pertikaian dimana kejadian tersebut menjadicontoh nyata yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini. Permasalahan   yang  mereka   alami  pada   umumnya  berawal   dari  perbedaanpendapat di media sosial atau mereka yang tertarik meniru sikap yang dipikirnyaseperti   tindakan   jagoan.   Seperti   contoh   kasus   bullying   yang  pernah  terjadi  diIndonesia  kepada siswi SMP,  yang videonya   juga  sempatviral di media sosial, dimana salah satu siswi SMP dikelilingi sejumlah siswi lainnyahingga terjadi kekerasan pada korban dan diakhir video tersebut sikorban diperintah untuk mencium tangan pelaku pembulian.Jika   dilihat   dari   sudut   pandang   Pancasila   terutama   sila   kedua   yaitu"Kemanusiaan yang  adil   dan beradab", perilaku  tersebut  sangat menyimpang darinilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Di dalam sila kedua, dijelaskan bahwa kita harus   menjunjung   tinggi   dan   menghormati   hak   asasi   manusia.   Selain   itu,  jugaterdapat  kandungan   nilai  untuk menjadi   manusia  beradab yang   harus   memenuhinorma yang berlaku serta memperlakukan manusia lainnya sebagaimana mestinya. Solusi   yang   saya  sarankan   disini  bahwasanya  pemerintah   arus  mengambil keputusan cepat yakni dengan membuat regulasi yakni dalam  domain pendidikan,yakni   melibatkan   mahasiswa   untuk   melakukan  pendidikan  berbasis   Pancasila  disetiap daerah untuk mensosialisasikan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sedikit hilang.  Untuk   kasus   korupsi  sendiri  pemerintah   harus   tegas   dalam   menghukum orang-orang  yang   sudah terlibat  didalamnya   agar tidak   ada  lagi  orang   lain yang berani untuk melakukan korupsi. Pemerintah juga seharusnya memantau lingkungan para korupsi ditahan agar hidup mereka tidak selalu sejahtera sehingga mereka pun tidak merasakan efek jera.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x