Mohon tunggu...
KKN MBKM UM SURENLOR
KKN MBKM UM SURENLOR Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Negeri Malang

AKUN PUBLIKASI RESMI KKN MBKM UM DESA SURENLOR KECAMATAN BENDUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Dorong Akuntabilitas Usaha: Mahasiswa UM Lakukan Pelatihan Pembukuan dan Akutansi Sederhana pada UMKM

30 November 2022   08:24 Diperbarui: 30 November 2022   08:31 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

TRENGGALEK -- Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa (MD), membuat program "Pelatihan Pembukuan dan Akuntansi Sederhana". Program ini ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Sebelumnya, mahasiswa telah melaksanakan kunjungan dan wawancara secara door to door ke beberapa UMKM di desa Surenlor. Setelah itu, UMKM dengan kriteria tertentu akan diberikan pelatihan terkait dengan pembukuan dan akuntansi sederhana untuk keberlangsungan usahanya. Program pelatihan ini dilaksanakan pada pertengahan November 2022. 

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan pelatihan kepada UMKM milik bu Ani Indrawati. Usaha yang telah dijalankan sendiri oleh bu Ani Indrawati semenjak lulus sekolah ini, menerima order jahit, pesanan souvenir serta buket, dan juga jasa rias. Terkait dengan omset, dikatakan bahwa tidak menentu dan kurang diperhitungkan. Namun, perkiraan omset maksimal yang pernah didapatkan kurang lebih sekitar 5 juta dalam satu bulan untuk keseluruhan usahanya baik jahit, souvenir, maupun jasa rias. Bertahun - tahun, usahanya ini dijalankan sendiri tanpa mempekerjakan karyawan. Sebelumnya, dalam wawancara mahasiswa bertanya mengenai keinginan pencatatan keuangan kepada pelaku usaha. "Sebenarnya butuh dan ingin melakukan pembukuan, namun tidak sempat dan kurang begitu paham caranya." jelas Ani dalam sesi wawancara awal. 

Usai melakukan wawancara awal, selanjutnya dilaksanakan pelatihan pembukuan serta pengenalan akuntansi sederhana. Terdapat tiga poin utama yang dijelaskan meliputi pencatatan transaksi, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan perhitungan Break Event Point (BEP). Ketiga poin tersebut secara detail dijelaskan kepada bu Ani. "Kalau sudah paham mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Event Point (BEP) maka akan semakin jelas ambil keuntungan berapa, harga jual harusnya berapa, jumlah produksi juga dapat diketahui. Jadi pelaku usaha akan tahu secara pasti mengenai keuntungan." tutur Mawalda Salwa, mahasiswa KKN yang memberikan pelatihan. 

Dalam ilmu akuntansi, pembukuan adalah hal mendasar dari sebuah sistem akuntansi pada suatu bisnis. Pembukuan sendiri dapat diartikan proses pencatatan rutin yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi keuangan dalam bentuk data meliputi harta, kewajiban, modal yang pada akhirnya disusun dalam laporan keuangan. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari adanya pembukuan dan pencatatan keuangan. Suatu bisnis dapat menghindari kerugian bahkan kebangkrutan dengan adanya pencatatan keuangan. Selain itu, dengan adanya pembukuan dapat menjadikan suatu bisnis mampu menentukan kerugian maupun keuntungannya secara lebih pasti dan spesifik. Setiap transaksi serta kondisi keuangan dalam suatu bisnis juga dapat dengan mudah diidentifikasi, dipantau, dan dikontrol. Pembukuan tidak melulu diperuntukkan bagi bisnis atau usaha yang besar melainkan dapat diterapkan pada usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). "Usaha di desa Surenlor ini meski kecil namun tetap perlu diajari cara pembukuan dan perhitungan harga pokok produksi." ungkap Dedi M.S, Bhabinkamtibmas sekaligus pembimbing UMKM di desa Surenlor. 

Pencatatan Transaksi

Pada bagian awal terdapat pencatatan transaksi yang berfokus pada arus kas (cash flow) dan aktivitas penjualan. Di sini pelaku usaha dikenalkan bentuk tabel pencatatan kedua transaksi tersebut. Untuk arus kas diberitahu cara pencatatan pada saat kas masuk, maka akan dicatat pada sisi debit. Sedangkan ketika arus kas keluar, maka perlu dicatat pada sisi kredit. Selanjutnya pada transaksi penjualan akan ditemui data terkait nama pembeli, pemberian diskon, dan jumlah pembayaran. Hal ini dimaksudkan agar dapat melakukan tracking penjualan secara teratur dan jelas. 

Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)

Harga pokok produksi (HPP) sendiri merupakan sejumlah biaya yang ada perlu dikeluarkan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) ini pelaku usaha diajari bagaimana bisa menghitung harga suatu produk sebelum ditambahkan dengan laba. Penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) ini dapat ditentukan secara tunggal per produk maupun keseluruhan produksi. Dengan mengetahui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), maka pelaku usaha akan dapat memperkirakan harga jual laba atau keuntungan serta membedakan biaya langsung dan tidak langsung. 

Perhitungan Break Event Point (BEP)

Break Event Point (BEP) merupakan titik impas dimana jumlah pendapatan yang diperoleh sama dengan perkiraan biaya produk secara keseluruhan. Dengan memperhitungkan BEP maka dapat memperkirakan jumlah produksi dan penjualan untuk dapat memperoleh keuntungan. Terkait dengan perhitungan BEP ini, dapat sekaligus memberikan informasi kepada pelaku usaha mengenai jenis biaya yakni biaya tetap dan biaya variabel.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun