Mohon tunggu...
Evita Yolanda
Evita Yolanda Mohon Tunggu... Dokter

Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Sehat Saat Puasa Artikel Utama

Mencegah 6 Gangguan Kesehatan di Musim Mudik

7 Juni 2018   07:50 Diperbarui: 7 Juni 2018   23:21 0 23 17 Mohon Tunggu...
Mencegah 6 Gangguan Kesehatan di Musim Mudik
Ilustrasi: radarsriwijaya.com

Mudik lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Namun, mobilisasi manusia yang masif pada waktu mudik meningkatkan risiko gangguan kesehatan, akibat mulai dari  higienitas dan sanitasi, perburukan penyakit, hingga trauma kecelakaan.

Gangguan kesehatan bisa terjadi sewaktu mudik, atau setelah tiba di tempat tujuan. Sangat disayangkan bila di hari kemenangan, momen bersama keluarga menjadi terganggu akibat tidak optimalnya kondisi kesehatan.

Berikut beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada musim mudik serta arus balik disertai cara mencegahnya:

1. Infeksi Saluran Pernapasan

Kondisi jalanan yang berdebu dan penuh polusi meningkatkan risiko gangguan saluran napas. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat, masih terdapat risiko untuk terpapar ketika pintu atau jendela sedang terbuka.

Jika terdapat penumpang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, akan timbul risiko penularan karena partikel infeksius dapat bersirkulasi dalam ruang kendaraan dalam waktu yang lama.

Infeksi saluran pernapasan dapat ditandai dengan batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sesak napas, dan demam.

Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan:

  • Jika kesehatan sedang tidak prima, disarankan mengonsumsi suplemen yang meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menggunakan masker, terutama bagi yang menggunakan kendaraan umum serta pengendara motor yang banyak terpapar udara luar.
  • Bila menggunakan kendaraan roda empat pribadi, sebaiknya membersihkan interior mobil dan air conditioner terlebih dahulu, serta bisa juga memasang alat air purifier dalam mobil. Bila ada anggota keluarga yang sedang flu atau sakit saluran pernapasan lainnya, disarankan bagi anggota keluarga yang sedang sakit untuk menggunakan masker bedah (masker biasa) untuk mencegah penularan.
  • Tidak merokok dalam mobil, baik pribadi maupun kendaraan umum.

Kenali Jenis Masker

Masker Bedah. Masker bedah atau masker biasa ini tidak didesain untuk menyaring mikroorganisme dan partikel yang berasal dari luar sebelum dihirup ke pernapasan. Masker ini hanya berfungsi menahan percikan air liur atau dahak yang dikeluarkan oleh penggunanya jika bersin atau batuk.

Masker ini terbaik digunakan oleh seseorang yang tidak ingin menularkan penyakitnya. Masker ini tidak dapat digunakan ulang, bahkan disarankan diganti tiap 4 jam.

Masker bedah/masker biasa. Sumber: thepinsta.com
Masker bedah/masker biasa. Sumber: thepinsta.com
Masker Respirator N95. Masker N95 dapat menyaring hingga 95% dari keseluruhan partikel di udara hingga yang  berukuran 0,1 – 0,3 mikron. Masker ini biasa digunakan di bagian penyakit menular dan infeksi oleh petugas kesehatan, juga pada kondisi kualitas udara berbahaya seperti kabut asap.

Ukuran partikel yang diberikan membantu dalam menentukan tingkat potensi ancaman bagi kesehatan manusia. Ukuran 0,01-10 mikron disebut partikel smog atau kabut asap, 10-50 mikron disebut debu, 50-100 mikron disebut abu. Partikel dengan ukuran berkisar 0,3 hingga 0,9 mikron memiliki risiko masalah kesehatan terbesar.

Masker ini digunakan oleh orang sehat yang tidak ingin menghirup udara berbahaya, namun relatif sulit didapat dan mahal. Masker ini dapat digunakan ulang, namun harus diganti ketika kotor atau berubah bentuk.

Masker N95. Sumber: bukalapak.com
Masker N95. Sumber: bukalapak.com
Masker Motor dan Masker Kain. Masker jenis ini sering digunakan pengendara motor untuk melindungi diri dari polusi udara pada saat berkendara. Selain karena masker ini dapat menghambat debu yang masuk ke dalam sistem pernafasan, ketersediaannya cukup tinggi dan lebih terjangkau.

Masker motor memiliki kualitas yang lebih baik dibanding masker kain, meskipun lebih mahal dari segi harga dibanding masker kain. Pada beberapa jenis masker motor, terdapat penyaring High Efficiency Particulate Air (HEPA) untuk partikulat hingga ukuran 2,5 mikron. Keduanya dapat dicuci sehingga bisa digunakan ulang. Untuk situasi mudik, sebaiknya persiapkan beberapa buah agar dapat diganti setiap hari selama perjalanan.

Masker motor. Sumber: jakartanotebook.com
Masker motor. Sumber: jakartanotebook.com
Masker kain. Sumber: bukalapak.com
Masker kain. Sumber: bukalapak.com
2. Infeksi Saluran Cerna

Infeksi saluran cerna kerap terjadi pada pemudik yang tidak menjaga higienitas saat mengonsumsi makanan. Bisa jadi karena pemilihan tempat makan yang kurang bersih, serta kebiasaan mencuci tangan yang disepelekan. Penyebaran kuman dapat juga terjadi ketika tangan menyentuh benda-benda yang sering disentuh orang banyak seperti gagang pintu pada fasilitas umum.

Infeksi saluran cerna dapat ditandai dengan sakit perut, kram perut, diare, mual muntah, bisa disertai demam.

Hal yang dapat dilakukan sebagai pencegahan:

  • Memilih tempat makan yang terjamin kebersihannya.
  • Menghindari makanan yang mengiritasi usus seperti makanan yang terlalu pedas.
  • Membiasakan cuci tangan sebelum makan. Dapat dilakukan dengan cairan antiseptik atau tisu basah yang mengandung antiseptik. Jika tangan kotor, terlebih dahulu dicuci dengan sabun dan air mengalir sebelum menggunakan antiseptik.
  • Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan toilet umum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3