Makro Pilihan

Pengelolaan Keuangan Untuk Pelajar

19 Mei 2018   22:37 Diperbarui: 19 Mei 2018   23:11 691 1 8

Banyak pelajar/mahasiswa yang belum memahami dengan baik upaya pengelolaan keuangan. Bahkan sebagian besar berpikir bahwa pengelolaan keuangan hanya dapat dilakukan oleh "siswa jurusan IPS(SMA)" atau "jurusan ekonomi(Mahasiswa)", karena mereka mempelajari ilmu ekonomi.  

Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa "sebaiknya mengatur keuangan tunggu saat sudah dewasa saja". Kedua pernyataan tersebut sudah jelas salah, karena pada umumnya, bahkan siswa jurusan IPS pun cenderung boros begitu juga dengan anak mahasiswa yang ngekos. Tidak semua anak yang mengekos tidak pandai mengatur duit. Tapi sebagian dari mereka yang tidak bisa mengatur keuangannya dengan baik dan menghabiskan duit sesuka hatinya buat keperluan yang tidak penting. Mengelola keuangan tidak ada hubungannya dengan jurusan pendidikan Anda.

Selama Anda berada di dunia ini, uang adalah alat tukar yang harus Anda mahir/pandai untuk mengelolanya. Hal tersebut berlaku untuk siapapun, baik bagi kalangan pelajar, mahasiswa, atau pun ketika kelak Anda sudah mempunyai keluarga. Mengelola keuangan sebaiknya dimulai dari sekarang, sebelum umur Anda bertambah tua nantinya. Buatlah prinsip bahwa mengelola keuangan itu bukan sebuah tugas atau PR yang wajib dikerjakan, tetapi sebuah hobi atau kebiasaan Anda "seni mengolah uang". Berikut ada beberapa tips tentang cara mengelola keuangan untuk kalangan pelajar.

1. Segera Lakukan Perencanaan dan Buat Komitmen untuk Mematuhinya

Setiap hari Anda pasti menerima uang jajan dari orang tua atau bisa saja memperoleh uang dari penghasilan tambahan. Nah, Anda mempunyai  kewajiban untuk menggunakannya secara bertanggungjawab. Buatlah komitmen untuk menyisihkan sebagian untuk ditabung, dan sisanya baru digunakan untuk jajan. Misalnya, 20% untuk ditabung, sisanya untuk dipakai sebagi uang jajan. Sebaiknya, jika Anda mendapatkan uang jajan, maka yang lebih diprioritaskan adalah menabung, baru sisanya dipakai untuk konsumsi. 

2. Segera Kendalikan Konsumsimu. Prioritaskan Kebutuhan Daripada Keinginan

Satu-satunya alasan Anda kehabisan uang (bokek) karena Anda menggunakannya untuk konsumsi. Tentu kita perlu makan, minum, dan Anda menggunakan uang untuk keperluan lainnya. Anda juga sadari itu, biasanya Anda menggunakan uang tanpa terkontrol atau berlebihan sehingga uang Anda banyak terkuras. 

Misalnya, teman Anda mengajak makan di restoran bahkan dalam rentang waktu yang berdekatan. Anda pun selalu ikut dengan mereka. Tentu uang Anda akan habis dalam sekejap. Belanjakan uang anda hanya untuk kebutuhan jika punya keinginan, yang pada dasarnya tidak terlalu penting, sebisa mungkin Anda harus dapat menahannya. Tidak masalah sekali-sekali Anda bersenang-senang membeli yang Anda inginkan, tetapi coba bayangkan betapa besarnya tabunganmu jika kamu bisa menghemat.

3.  Buat Rekening Tabungan Sekarang Mulai Nabung atau Berinvestasi Sekarang

Jika Anda belum mempunyai rekening tabungan maka buatlah segera. Uang yang mungkin Anda simpan di rumah atau titip pada siapa pun sangat rawan hilang. Bahkan mungkin saja, Anda tidak mampu menahan dan tergiur menggunakannya untuk pemuas keinginan Anda. Buatlah rekening tabungan sebagai wadah Anda untuk menabung, karena uang Anda di rekening tabungan "dijamin" oleh lembaga keuangan. 

Pilihlah bank yang tidak memakan banyak biaya adminstrasinya sehingga uang Anda tidak tergerus untuk membiayai administrasi. Sekedar informasi, di setiap bank swasta ada jenis tabungan yang bernama "tabunganku", biaya administrasinya adalah Rp 0,- karena tabungan tersebut merupakan program dari pemerintah. Pilihan lainnya, selain itu Anda dapat  mecoba berinvestasi untuk kehidupan yang lebih baik.

Anda bisa mencobanya dengan membeli reksadana. Tentunya, harga reksadana lebih terjangkau dibandingkan dengan instrument keuangan lainnya dan sangat cocok untuk dompet para pelajar atau mahasiswa. Intinya, taruhlah hasil tabungan Anda di tempat di mana Anda sendiri susah untuk menjangkaunya. Otomatis hasrat untuk mengambil uang tersebut untuk segala keinginan dapat terbendung.

4. Segera Bersedekah

Pandai mengatur keuangan bukan berarti menjadikan Anda pelit. Sebaliknya, Anda jadi pintar untuk mengatur keuangan dan mepunyai banyak uang. Uang tersebut bisa Anda gunakan untuk bersedekah lebih banyak. Misalnya, uang tersebut bisa Anda gunakan untuk kegiatan amal sehingga Anda dapat membantu orang yang berkekurangan. Nah, dengan menyisihkan uang saku, kita bisa turut menciptakan rasa saling membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan kita.