Evi Siregar
Evi Siregar Dosen

Bekerja di sebuah universitas negeri di Mexico City.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Mengenal Lebih Dekat Frida Kahlo

23 April 2019   03:57 Diperbarui: 30 April 2019   04:00 229 11 6
Mengenal Lebih Dekat Frida Kahlo
Foto: Evi Siregar

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika datang ke Mexico City adalah Casa Azul ('Rumah Biru) atau Museum Frida Kahlo. Begitu menjadi idam-idaman para pelancong akhir-akhir ini, pengunjung harus menunggu beberapa jam untuk bisa masuk. Siapa Frida Kahlo? Mengapa ia begitu terkenal dan menjadi salah satu simbol Meksiko?

Magdalena Carmen Frida Kahlo, atau singkatnya Frida Kahlo, lahir di Mexico City pada tahun 1907. Ia anak ketiga dari dari pasangan Matilde Calderon dan Guillermo Kahlo. 

Pada usia 6 tahun, ia terkena penyakit polio, yang menyebabkannya harus berada di tempat tidur selama sembilan bulan lamanya dan membuatnya sedikit pincang. Untuk menyembuhkannya, ia terpaksa harus menjalani beberapa kali operasi.

Pada tahun 1922 Frida masuk Escuela Nacional Preparatoria de Ciudad de Mexico, sebuah sekolah menengah atas bergengsi di Mexico City, yang pada waktu itu sudah memperbolehkan perempuan bersekolah di sana. Pada saat itu hanya ada 35 siswi di antara seribu siswa. Di sana Frida mengenal banyak teman, yang pada kemudian hari menjadi tokoh intelektual dan seniman penting Meksiko.

Pada tanggal 17 September 1925, ketika dalam sebuah perjalanan, bus yang ditumpanginya bertabrakan dengan sebuah trem. Dalam kecelakaan itu ia terluka parah dan mengalami patah tulang yang sangat hebat mulai dari bagian dada sampai pinggul. Ia tak sadarkan diri selama satu bulan, tetapi akhirnya ia bisa diselamatkan. Namun, tiga bulan Frida harus berada di rumah sakit dan menjalani banyak operasi.

Setelah sembuh dari kecelakaan maut itu, Frida mulai aktif dalam kegiatan politik beraliran kiri. Pada saat itu partai komunis memang sedang naik daun. Di sanalah ia berkenalan dengan Diego Rivera, yang pada saat itu sudah menjadi pelukis muralis terkenal sekaligus tokoh penting dalam partai kiri tersebut. 

Diego mengajarinya melukis. Frida yang memang sejak lama tertarik pada dunia seni lukis mulai belajar melukis. Bukan hanya dengan Diego Rivera, tetapi juga dengan seniman terkenal lain, salah satunya adalah Anders Zorn. Mulai tahun 1927 kemampuan melukis Frida sudah mulai terlihat cukup tinggi.

Dari persahabatannya dengan Diego Rivera, Frida mengenal banyak tokoh penting, di antaranya Julio Antonio Mella, Tina Modotti, dan bergabung dengan para intelektual dan seniman terkenal Meksiko yang dulu satu SMA dengannya. Melihat bakat yang luar biasa pada Frida, Diego terus mendorongnya untuk melukis dan memperbaiki teknik melukis.

Pada tahun 1929 Frida Kahlo menikah dengan Diego Rivera. Mereka tinggal di Coyocan, di selatan Mexico City. Rumah mereka cukup unik dan diberi nama Rumah Biru, karena bercat biru (yang pada kemudian hari dijadikan Museum Frida Kahlo). 

Rumah ini dikunjungi banyak tokoh-tokoh penting dunia, di antaranya Leon Trotsky, Henry Moor, Remedios Varo, Andre Breton. Antara tahun 1931-1933, Frida mengikuti Diego tinggal di Amerika, yang ditawari untuk melukis mural di sana. Pada saat itu Diego Rivera sudah menjadi muralis yang sangat termasyhur dan mendapat banyak proyek di Amerika. Namun, pada tahun 1933 akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Mexico City.

Ternyata, menikah dengan Diego Rivera tak membuat Frida bahagia. Dia sangat menderita karena Diego bukanlah seorang suami yang setia. Yang sering menjadi kritik terhadap Frida adalah bahwa meskipun ia seorang feminis, idealis, wanita mandiri, aktif, dan lain sebagainya, ia tidak mau bercerai dari Diego karena ketidaksetiaannya. Ia lebih memilih hidup menderita daripada bercerai dengan Diego. 

Empat kali Frida mengalami keguguran, yang menyebabkannya semakin menderita. Tema penderitaan hidup ini terlihat dalam lukisan-lukisan Frida, bahkan sangat mendominasi karya-karyanya. Frida dan Diego akhirnya bercerai pada tahun 1939. Namun, mereka kembali menikah tak lama kemudian.

Dua Frida karya Frida Kahlo
Dua Frida karya Frida Kahlo
Walaupun Frida Kahlo banyak dipengaruhi gaya melukis Diego Rivera dan muralis serta pelukis ternama, para kritikus mengatakan bahwa karya-karya Frida Kahlo merupakan lukisan yang penuh metaforis, sangat Frida, inosen, dan mendalam pada saat yang sama. Karya-karya Frida berasal dari sebuah kepekaan yang mendalam dari peristiwa-peristiwa yang dialaminya. 

Dari salah satu keguguran yang dialaminya, ternyata telah mempengaruhi karya-karyanya yang paling berharga, yaitu “Rumah Sakit Henry Ford dan Frida”, yang mengandung simbol yang sangat kompleks. 

Dalam proses kreatifnya dan pencariannya pada nilai estetis budaya Meksiko (yang mana ia bisa berbagi ide dengan Diego Rivera, David Alvaro Siqueiros, Jose Clemente Orozco), Frida membuat potret-potret anak-anak yang sangat luar biasa yang terinspirasi dari ikonografi Meksiko pada masa sebelum ditaklukkan bangsa Spanyol. 

Nilai-nilai estetis ini bersatu di dalam diri Frida itu sendiri. Ini yang mengangkatkan menjadi seorang pelukis yang luar biasa pada abad kedua puluh. Ada kritikus yang menilainya sebagai pelukis surealisme, karena simbol-simbol yang ada di dalam lukisan-lukisan Frida memperlihatkan ide-ide surealisme. 

Namun, Frida menolaknya mentah-mentah. Ia pernah berkata bahwa dia bukan seorang surealis, dia tidak pernah melukis mimpi, sebab apa yang digambarnya adalah sebuah kenyataan, kenyataan seorang Frida.

Pada tahun 1953 diselenggarakan satu-satunya pameran tunggal Frida Kahlo di Mexico City. Namun, pada saat itu kesehatan Frida memburuk dan dokter melarangnya pergi. Frida menolak anjuran dokternya, ia tetap menghadiri pamerannya, tetapi ia harus berada di tempat tidur. Namun, tempat tidur itu diletakkan di tengah galeri dan Frida menceritakan banyak lelucon, bernyanyi dan minum hari ini. Ini adalah hal yang sangat mengejutkan semua orang, tetapi menimbulkan kesan yang sangat dalam.

Pada tahun 1953 juga kakinya (di bawah lutut) harus diamputasi karena infeksi gangren. Namun, hal itu tidak berarti Frida harus berhenti melukis. Dari kursi roda ia terus melukis. Frida meninggal dunia pada tanggal 13 Juli 1954 dan usia 47 tahun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2