Mohon tunggu...
Ermansyah R. Hindi
Ermansyah R. Hindi Mohon Tunggu... Lainnya - Aktivis Masyarakat Pengetahuan, Free Writer, ASN

Bacalah!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Masih Mending Ganjar, Bagaimana Andai PDIP Melupakan Puan?

1 September 2022   13:00 Diperbarui: 8 Oktober 2022   16:23 633 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber : kompas.com, 05/10/2022

Bagai disambar petir di siang bolong andai PDIP mengucapkan 'selamat tinggal' pada Puan Maharani.Istilah orang, hil yang mustahal kalau Puan ditinggalkan oleh PDIP.

Tetapi, ada kemiripan kiasan atas tahapan pra kualifikasi piala liga sepak bola. Apa Puan memulai debutnya dalam bursa bacapres, baik lewat survei maupun penjaringan aspirasi dari bawah ke atas terutama ditangani oleh PDIP itu sendiri.

Andai Puan akan terdepak dari PDIP karena tidak mencapai suara dukungan terbanyak dari masyarakat sebagai syarat merahi tiket untuk masuk babak bacapres itu terlepas dari dua hal.

Pertama, Puan sebagai Ketua DPP PDIP. Meski bukan satu-satunya kader terbaik, Puan memegang posisi strategis dalam partai. Kedua, seumur-umur dalam sejarah PDIP akan terjadi bak tendangan bola "bunuh diri" di gawang sendiri.

Secara internal, PDIP masih berlangsung melakukan proses seleksi calon presiden yang bakal diusung. "Ojo kesusu," ujar Presiden Jokowi di satu kesempatan.

Tidak bakalan balik badan PDIP kalau memang 'garis tangan' Puan dapat tiket bacapres berdasarkan bukti membanjirnya dukungan dari berbagai pihak terhadap dirinya.

Tetapi, keadaan dan kenyataannya lain?

Terbukti (ya, meski sementara, bisa mutar-mutar sebelum mendarat) dari sekian hasil survei belum kelihatan batang hidungnya Puan. Apalagi berbicara peringkat atau skor ke berapa.

Diluar alasan mengenai tidak mengandalkan elektibilitas, Puan pede saja karena sekitar dua tiga parpol sudah memberi sinyal padanya. Asyik kan?

Bukannya berita gembira, itu juga tidak lucu. Atau dianggap lucu yang tidak lucu. Puan tidak menertawi dirinya, pihak lainlah yang menertawakan dirinya lantaran parpol tidak cukup ambang batas presidensialnya.

Bukan soal PDIP sendirian sudah cukup memenuhi aturan main itu. Peluang dan isyarat untuk membangun bersama bangsa inilah dicoba oleh Puan pada parpol lain. Tidak heran, kalau Puan menjalin komunikasi politik dengan pucuk pimpinan parpol.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan