Mohon tunggu...
Erlina Shinta Wati
Erlina Shinta Wati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030073

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga - 20107030073

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Berawal dari Ngidam, Jadilah Rumah Makan

29 Juni 2021   18:15 Diperbarui: 29 Juni 2021   18:49 324
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kafe Adiba di Tangerang, Banten. (Dokpri)

Menjadi seorang single parent sama sekali bukan hal yang mudah. Karena sejatinya, hal itu terjadi bukan karena keinginan melainkan karena keadaan. Memainkan peran ibu sekaligus ayah dalam keluarga butuh mental dan fisik yang kuat, apalagi ditengah keadaan sulit seperti saat ini.

Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang single parent muda yang menjalani kehidupanya dibalik wajan panas sebuah rumah makan kecil yang ia bangun sendiri. Orang itu adalah kiki annisa (29) atau akrab disapa madib (mama adiba). Ia merintis sebuah usaha rumah makan bernama 'kafe adiba' yang terinspirasi dari nama anaknya, yaitu Adiba. Memasak dipilih menjadi pekerjaan utamanya untuk tetap bertahan hidup dan bisa membahagiakan anak serta orang tuanya. Skill memasak yang dimiliki menambah keyakinanya untuk merintis usaha rumah makan sebagai sumber penghasilan untuknya.

Sebenarnya, ada cerita lucu dibalik berdirinya rumah makan ini. " Waktu itu pas hamil adiba, gua ngidam makan burger. Nah, disekitar perumahan sini kan belum banyak yang jualan burger dan gua belum nemu yang rasanya cocok di lidah gua, yaudahlah dari situ kepikiran buat jualan burger sama sosis bakar". ujar kiki annisa, pemiliki rumah makan tersebut. Jadi, pada awalnya rumah makan bernama 'kafe adiba' ini hanyalah sebuah stand kaki lima di depan rumah yang menjual burger dan sate obong bakar.

Usaha yang telah dirintis sejak tahun 2017 dan awalnya hanyalah sebuah stand kaki lima, akhirnya berubah menjadi rumah makan yang memiliki banyak menu seiring dengan berjalanya waktu. Menu makanan yang dijual di kafe adiba sangat beragam, namun didominasi oleh makanan-makanan yang disukai oleh anak-anak muda seperti seblak, pangsit goreng, spaghetti, mie tek-tek, dan tak ketinggalan menu burger legend yang masih ada sejak awal berdirinya warung ini.

Kafe adiba sendiri berlokasi di sebuah perumahan, tepatnya di perumahan taman walet blok Gwc 2, no.3, Sindang sari, Pasar kemis, Tangerang, Banten. Lokasi berdirinya kafe ini bisa dibilang cukup strategis karena cukup dekat dengan dua sekolah dan berada di depan sebuah jalan besar yang cukup ramai, walaupun bukan jalan utama. Para pelanggan di kafe ini didominasi oleh siswa-siswi dari sekolah di sekitarnya dan muda-mudi yang biasanya butuh tempat untuk sekedar 'nongkrong'.

Alasan mengapa kafe adiba ini sangat cocok dijadikan tempat untuk berkumpul bersama teman-teman dikarenakan selain rasa masakannya yang sedap, pemiliknya sendiri yaitu kiki annisa, merupakan seorang pribadi yang asik atau bisa disebut gaul. Penggunaan gaya bahasa yang santai antara penjual dan pembeli, memberikan kesan nyaman dan santai jika berada di tempat ini.

Penulis dengan Kiki Annisa : dokpri
Penulis dengan Kiki Annisa : dokpri

Usaha yang ia jalankan selama ini dirasa sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Namun, sejak datangnya wabah virus corona yang menyebabkan pandemi berkepanjangan ini, ia merasa omsetnya terus menurun. Omset rumah makan yang tadinya cukup untuk membeli kebutuhan lain selain kebutuhan pokok, kini rasanya untuk membeli bahan makanan pokok saja sudah pas-pasan. Hal ini dikarenakan oleh jumlah pembeli yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya.

"Dulu sebelum pandemi, yang datang ke warung itu bisa sekitar 50 orang per-harinya. Ditambah yang order dari aplikasi gojek juga lumayan banyak, jadi total seharinya bisa 70-80 orang yang beli. Tapi semenjak masa pandemi gini, dalam sehari biasanya total cuma 30 orang aja yang beli. Perbedaanya kerasa banget". Kata kiki annisa

Kasarnya, kalau tingkat konsumsi dan pembelian bahan makanan pokok saja menurun, maka tak heran jika jumlah pembeli jajanan di warung adiba yang notabenenya adalah kebutuhan sekunder juga ikut menurun. Dimasa sulit seperti ini, tentunya orang-orang akan lebih memilih menyimpan uangnya untuk membeli kebutuhan pokok lainnya dibanding hanya sekedar jajan yang kurang diperlukan. Terlebih pelanggan di kafe adiba ini kebanyakan adalah siswa-siswi sekolah, jadi dengan diliburkanya sekolah, tentunya sangat terasa sekali perbedaanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun