Mohon tunggu...
Sosbud

Kampung Cerdas untuk Kota Cerdas (Smart City) di Surabaya

27 Mei 2018   08:17 Diperbarui: 17 Januari 2019   09:24 5493
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kampung ini dikelilingi bangunan modern namun budaya, kearifan lokal dan tradisi-tradisi kampung, tetap terjaga. Bangunan-bangunan dan barang-barang peninggalan kerajaan mataram pun masih terawat hingga saat ini. Hal ini tidak lepas dari peran serta warga kampung lawas Maspati yang terdiri dari 350 KSK dan 1350 jiwa. 

Kampung Maspati ini sangatlah menarik dan terawat, bahkan jauh dari kesan kumuh. Apabila kita kesana, kita bisa melihat kalau kampung ini tertata dengan rapi, hampir di setiap halaman rumah warga terlihat beraneka tanaman hias, Pot-pot tanamannya dicat warna-warni. 

Jalan kampung yang terbuat dari paving stone itu juga dicat beraneka warna yang memberikan kesan semarak dan dinamis, terdapat spot foto 3D yang dibuat oleh warga kampung sendiri. Serta kalian akan merasakan atmosfer dikawasan bersejarah, rumah-rumah dikampung ini sebagian besar masih bangunan lama dan memiliki usaha tersendiri seperti roti, bandeng, dsb. 

Sedangkan kampung yang harapannya dapat menjadi kampung cerdas adalah kampung Gadukan, Surabaya Utara. Perlu diketahui bahwa kampung ini pun memiliki beberapa potensi yang mendukung terutama pada perekonomiannya. 

Kampung Gadukan terkenal dengan sebutan kampung tas, dan perlu diketahui bahwa pengrajin di kampung ini masih belum paham betul bagaimana memasarkan tasnya dan tidak ada wadah khusus untuk mengmpulkan semua tas tersebut. Mereka hanya menjual di spot rumah masing-masing serta koperasi kampung untuk menunggu beberapa konsumen untuk datang, dan itu sangatlah minim pembeli atau  eventual. Positifnya, pengrajin kampung tas gadukan ini tak putus asa meski beberapa kali gulung tikar.

SKEMA PENANGANAN           

Berdasarkan masalah dan gagasan yang telah dipaparkan, skema penanganan yang sebaiknya diterapkan ialah pemerintah dan perencana kota  seharusnya terus berkordinasi memaksimalkan penggunaan teknologi terbarukan, untuk meningkatkan pelayanan publik dengan manajemen yang efektif dan terbuka ke masyarakatnya. Berinovasi menggunakan teknologi tinggi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warganya. Adanya teknologi yang mumpuni,  harus didukung dengan partisipasi dan pemahaman masyarakat mengenai bagaimana alur penggunaannya.

Dalam studi kasus yang diambil saya mengambil ke poin ekonomi cerdas. Untuk mengembangkan ekonomi cerdas (Smart Economy) dan Masyarakat cerdas (Smart People) kedalam kampung tas gadukan kita ambil contoh dari Kampung Lawas Maspati. 

Kampung ini merupakan salah satu kampung percontohan pengelolaan tanaman toga yang mana bahan dasarnya ditanam sendiri secara mandiri oleh masyarakat di kampung tersebut, tidak berhenti pada tahap itu saja. 

Pengelolaan terhadap tanaman toga ini beragam dan berkembang sesuai dengan ide masyarakat, adapun contoh produk yang diproduksi di Kampung Lawas Maspati yaitu cincau, sirop jahe, sirop pokak, sirop markisa, dsb. Sudah terdapat e-kios yang mana menjadi penunjang teknologi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat juga. 

Adapun koperasi yang dikelola untuk memasarkan hasil produk dari Kampung Lawas Maspati ini. Kegiatan ekonomi pada kampung ini tidak terhenti pada produk yang dikelola, adapun usaha-usaha lain yang didirikan akibat keterbukaan warga terhadap kondisi kekinian yakni industri kreatif. Hasil kerajinan tangan dari bahan yang tidak digunakan lagi sudah melekat erat pada kampung ini, bahkan jangkauan penjualan sudah skala asia tenggara meskipun belum mencapai kata konsisten. Adapun contoh hasil karya tersebut ialah iconfigure, peralatan dapur berbahan kayu, permainan khas lawas (gasing, congklak, dsb.).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun