Mohon tunggu...
Ririe aiko
Ririe aiko Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis, Pengajar dan Pengusaha

Penulis, pengajar sekaligus seseorang yang bergelar "ibu" yang hobi memasak, berwisata dan berkreasi.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Ketika, Ibu Mulai Tidak Bahagia

5 November 2022   06:30 Diperbarui: 5 November 2022   06:31 144
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

Peran ibu merupakan jantung dalam satu keluarga. Karena ibu yang bahagia akan membentuk suatu keluarga yang hangat dan harmonis. Ibu yang bahagia akan membuat anak-anak tumbuh dengan keceriaan. Dan tentunya suami juga akan lebih bersemangat jika memiliki pasangan yang menjadi ibu dan istri yang selalu tersenyum bahagia. 

Terlihat sederhana, namun pada kenyataannya menjalankan setumpuk tugas rumah tangga yang seakan tidak ada ujungnya, rengekan dan pertengkaran anak-anak  dirumah yang selalu ricuh, belum lagi tuntutan kenaikan harga pangan yang membuat ibu harus pintar menjalankan berbagai peran, dari mulai mengurus rumah tangga, mengelola keuangan rumah tangga, mengurus anak ,mengurus kerapihan rumah, mengurus nilai nilai anak, antar jemput anak sekolah dan segala operasional rumah tangga yang tak terhitung banyaknya. 

Semua seakan menjadi tuntutan ibu yang harus diselesaikan. Sementara dengan segala tuntutan itu, ibu tetap harus bahagia, tetap harus menebar senyum pada suami dan anak-anak. Tetap harus bersikap halus dan lembut. Tanpa disadari bahwa ibu juga hanya seorang wanita biasa yang memiliki emosi. Para ibu juga bisa merasa stress, depresi dan lelah dengan segala macam tuntutan yang seakan menteror mentalnya. Bukan karena tidak suka menjadi ibu atau Ia ingin berhenti menjadi Ibu. Justru Para ibu ini bahagia bisa mendapat gelar ibu dan bisa memiliki malaikat kecil yang kelak bisa menjadi jalan surganya. 

Dia bahagia namun dia terkadang hanya lelah, terkadang ia hanya ingin didengarkan tanpa didebat. Bukan untuk disudutkan dengan tuduhan "kamu tidak sabar! kamu banyak mengeluh! kamu kurang bersyukur!"

Percayalah, bukan hal itu yang ingin didengarkan seseorang yang sedang lelah. Terkadang ia hanya butuh pundak untuk bersandar sejenak, butuh telinga yang siap mendengarkan betapa berat hal-hal yang telah ia lewati, butuh pelukan hangat yang menenangkan segala emosi yang bergejolak. Hanya itu yang dibutuhkannya. Peran seseorang yang bisa memahaminya tanpa banyak bicara. Semua hal itu sudah lebih dari cukup untuk mengembalikkan semangatnya. 

Jika anda adalah orang terdekat dari para orang yang bergelar "ibu" jadilah seseorang itu. 

Seseorang yang tak perlu banyak bicara, namun bisa mendengarkannya dengan baik. Sehingga ia bisa kembali percaya bahwa dirinya mampu memerankan peran sebagai ibu sekaligus istri yang baik. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun