Mohon tunggu...
Eren hNt
Eren hNt Mohon Tunggu...

I'm only an ordinary woman with an ordinary life.. Homestayeren.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Ngumpul, Gak Ngopi Gak Asik

30 Juli 2016   11:04 Diperbarui: 30 Juli 2016   11:43 0 4 3 Mohon Tunggu...
Ngumpul, Gak Ngopi Gak Asik
dok pri

Beda negara, beda budaya, beda pula kebiasaan minumnya. Kalau di Jepang kita mengenal budaya minum sake, di Cina ada budaya minum teh, kalau di Indonesia, budayanya minum kopi. Bahkan untuk sebagian orang, termasuk penulis, ngopi bukan saja sebagai sebuah kebiasaan, tapi kebutuhan. Mengawali hari, harus diawali dengan secangkir kopi kalau tidak ingin harinya berantakan entah karena ngantuk atau karena mood yang mendadak tidak bagus.

Kopi, sebenarnya bukan tanaman asli dari Indonesia, tapi merupakan tanaman yang berasal dari Afrika. Pada tahun 1700-an, kopi dibawa ke Indonesia oleh penjajah Belanda dan berhasil dibudidayakan hingga sekarang. Kopi yang dibudidayakan di pulau jawa terkenal sebagai kopi Jawa dengan jenis Robusta dan Arabica. Kualitas kopi Jawa terkenal sangat bagus dengan aroma kopi yang khas. Di Jawa timur khususnya, perkebunan kopi tersebar dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso, hingga Malang.


Ngopi sudah menjadi gaya hidup, dok pri
Ngopi sudah menjadi gaya hidup, dok pri
Penulis sendiri mulai minum kopi sejak masih SD. Tiap pagi sebelum berangkat sekolah, penulis ikut duduk duduk di depan tungku yang saat itu masih menggunakan kayu bakar bersama nenek. Nenek biasa membuat kopi hitam tanpa gula di sebuah cangkir seng lurik yang cukup besar. Di sebelahnya, disediakan gula jawa. Cara minumnya, kulum sedikit gula jawa, lalu minum kopi pahitnya, rasanya jangan ditanya, nikmat sekali.

Bubuk kopi yang digunakan juga hasil menggoreng dan menumbuk sendiri hingga rasa yang dihasilkan juga sangat khas. Nenek biasa mencampur biji kopi dengan sedikit beras, beras jagung, dan irisan daging kelapa, hingga menjadi lebih gurih dan beraroma kelapa. Wadah yang digunakan untuk menggoreng kopi biasa disebut karon, sejenis wadah yang terbuat dari tanah liat. Bahan bakar yang digunakan juga masih berupa kayu bakar yang dibakar di sebuah tungku yang terbuat dari tumpukan batu bata dan semen.

Berawal dari minum kopi dari cangkir nenek itulah, sampai sekarang aku menjadi penggemar setia kopi hitam. Tentu saja aku memilih memasukkan sedikit gula putih ke dalam gelas kopi, bukan gula jawa seperti nenek dengan pertimbangan kepraktisan.

Ngopi sambil lesehan di Embong Kembar| Sumber: ngetripaja.com
Ngopi sambil lesehan di Embong Kembar| Sumber: ngetripaja.com
Bicara tentang kopi, belakangan ini budaya minum kopi di kalangan anak muda terlihat semakin marak. Hal ini bisa dilihat dengan menjamurnya warung-warung kopi yang tersebar di seluruh tempat. Saat anda berkunjung ke kota Batu dan kebetulan lewat di jalan Sultan Agung , atau biasa disebut Embong kembar di malam hari, akan terlihat banyak pedagang kopi yang menggelar dagangannya di trotoar jalan dengan cara lesehan. Dan dari begitu banyak penjual, semuanya ramai pengunjung yang kebanyakan anak anak muda. Maklum, ngopi di tempat ini terbilang sangat murah, hanya sekitar tiga sampai lima ribu rupiah saja. Sangat ramah untuk kantong anak muda. Ngopinya murah, nongkrongnya juga menyenangkan karena bisa melihat keindahan kota Batu di malam hari.

Kongkow bareng teman di warung kopi, dok pribadi
Kongkow bareng teman di warung kopi, dok pribadi
Untuk yang memiliki budget sedikit lebih banyak dan tidak mau ngopi di pinggir jalan, maka tempat yang tepat untuk anda adalah warung kopi yang dengan sangat mudah bisa kita dapatkan di Kota Batu, terutama di sekitar alun alun kota Batu. Biasanya warung kopi seperti ini, menyediakan layanan wi-fi gratis untuk pelanggan, menyesuaikan dengan perkembangan jaman yang tergantung dengan internet. Kopi yang disediakan harganya juga tidak terlalu mahal, antara lima belas ribu hingga puluhan ribu rupiah per cangkirnya. Selain kopi, biasanya disediakan juga makanan ringan untuk menemani acara nongkrong bersama kawan, pacar, atau keluarga anda.

Ngopi, sepertinya memang bukan hanya menjadi kebutuhan untuk minum tapi sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup. Ngumpul? Gak ngopi gak asik.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x