Endro S Efendi
Endro S Efendi Penulis

Intens mendalami hipnoterapi berbasis teknologi pikiran untuk membantu kualitas hidup manusia pada aspek mental, emosi, dan spiritual. Sehari-hari, aktif sebagai penulis dan wartawan. Aktif menulis artikel di blog pribadi www.endrosefendi.com

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Ternyata, Ini yang Dilakukan 8 Eks Napi Bom Bali

13 Februari 2018   23:18 Diperbarui: 13 Februari 2018   23:32 391 0 0
Ternyata, Ini yang Dilakukan 8 Eks Napi Bom Bali
okezone.com


SAMARINDA -- Delapan orang mantan narapidana kasus terorisme yang ada di Kaltim, kini kembali berbaur dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Agar bisa kembali hidup mandiri dan memberikan manfaat untuk masyarakat, para mantan narapidana itu kini sedang merintis pendirian pondok pesantren di salah satu kawasan di Samarinda.

"Mereka memang terus dibina oleh berbagai pihak terkait, termasuk kami melakukan pendampingan, agar para mantan narapidana terorisme ini benar-benar bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," sebut Hasyim Miradje, ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim, (13/2) di Samarinda.

Dikatakan, para mantan narapidana yang kini terus dibina itu di antaranya merupakan para pelaku bom Bali. "Selain sedang merintis pendirian pondok pesantren, mereka juga dibina dalam pendirian koperasi serba usaha, sehingga bisa menjadi bekal hidup sehari-hari," bebernya.

Pengurus FKPT Kaltim di sela pertemuan di Samarinda.
Pengurus FKPT Kaltim di sela pertemuan di Samarinda.

Sebab, para mantan narapidana ini tentu tidak mudah mendapatkan pekerjaan di masyarakat. Karena itu, mereka diarahkan untuk berwirausaha agar bisa lebih mandiri dan bermanfaat lebih maksimal.

Sementara itu, Sekretaris FKPT Kaltim Ahmad Jubaidi menyampaikan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan para mitra kerja FKPT agar sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan terorisme ini bisa semakin gencar.

 "Masing-masing bidang yang ada di FKPT terus didorong melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan. Ke depan, kegiatan ini akan terus diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim," pungkasnya. (eff)