Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pemerhati politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

5 Budaya Suku Baduy Dalam yang Patut Ditiru dan Disebarkan dengan Aktivitas Tanpa Batas

14 Juli 2022   10:40 Diperbarui: 14 Juli 2022   10:49 111 19 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Suku Baduy Dalam (dok.herman)

Siapa yang belum pernah ke pemukiman suku Baduy Dalam? Aku belum bisa move on dari kenangan di sana awal Januari 2020.  Bagiku, mereka sangat hebat. Menyaksikan kehidupan suku Baduy Dalam membuat aku malu sebagai orang modern. 

Aku tahu tadinya banyak orang yang underestimate terhadap suku Baduy Dalam. Mereka dianggap suku terbelakang karena masih hidup dengan cara-cara tradisional. Anggapan itu akan berbalik 180 derajat setelah mengenal suku Baduy Dalam. Aku bersyukur karena Presiden Jokowi  membuat Suku Baduy Dalam dikenal masyarakat luas. 

Beberapa tulisanku mengenai suku Baduy Dalam telah aku tulis jauh sebelum presiden Jokowi mempopulerkan. Tetapi ketika ada polemik yang melecehkan, aku kembali menulis tentang mereka untuk meluruskan pemahaman yang salah.  Kita justru harus berkaca pada kebiasaan dan budaya suku Baduy Dalam. 

Ada 5 budaya Suku Baduy Dalam yang patut ditiru:

1. Sederhana

Suku Baduy Dalam hidup dalam kesederhanaan. Hal itu tampak dari cara berpakaian, yang hitam dengan ikat kepala putih. Mereka mengenakan pakaian itu setiap hari. 

Makanan berupa hasil bumi yang mereka tanam. Tidak ada daging kecuali saat berburu setahun sekali. Makanan paling mewah hanya ikan asin yang sering dibawakan pengunjung. 

2. Gotong royong dan suka menolong

Segala sesuatu dilakukan bersama-sama. Membuat rumah, gotong royong semua laki-laki. Pertanian juga digarap ramai-ramai. Mereka menanam padi dan jagung di tebing-tebing. Ditanam bersama-sama, dipanen juga bersama-sama. Hasilnya dibagi rata oleh kepala suku.

3. Menjaga kelestarian lingkungan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan