muthiah alhasany
muthiah alhasany Writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. (email: ratu_kalingga@yahoo.co.id)

Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal WA: 08881818757

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Dua Muslimah Menjadi Anggota Kongres AS untuk Pertama Kali

6 Januari 2019   12:39 Diperbarui: 7 Januari 2019   13:20 1398 16 3
Dua Muslimah Menjadi Anggota Kongres AS untuk Pertama Kali
citypages.com

Satu hal yang mengejutkan ketika anggota kongres muslim pertama kalinya terpilih untuk Kongres AS. Ilhan Omar dan Rashida Tlaib diambil sumpah jabatan mereka dengan Alquran. Ilhan Omar menggunakan Alquran kakeknya, dan Tlaib membawa Alquran pribadi.

Ilhan Omar, berhasil masuk ke Dewan Perwakilan Rakyat AS sebagai perwakilan negara bagian Minnesota. Pengambilan sumpah menggunakan kitab suci Alquranpeninggalan sang kakek tercinta ketika dia pertama kali datang ke AS sebagai pengungsi Somalia pada tahun 1995.

Foto yang mengabadikan sumpah jabatan itu disebarkan melalui akun twitter pribadi milik Ilhan Omar. Foto itu kemudian menjadi viral dan mendapat apresiasi dari seluruh dunia, terutama dari perempuan-perempuan muslim.

Ia menulis: "Sebagai seorang anak, saya bertindak sebagai penerjemah kakek saya di kaukus kami. Kakek adalah orang yang pertama kali memicu minat saya dalam politik. Saya berharap dia bisa berada di sini untuk menyaksikan momen bersejarah ini".

Kakek Ilhan Omar telah meninggal, tetapi Ilhan Omar yakin bahwa kakeknya melihat dan merestuinya. "Rohnya ada di sini ketika saya meletakkan tangan saya pada Al-Qurannya untuk upacara pengambilan sumpah."

Ilhan Omar (dok.anadoluagency)
Ilhan Omar (dok.anadoluagency)
Ilhan Omar, seorang aktivis komunitas berusia 33 tahun, yang menjadi politisi wanita Muslim pertama dengan jilbab yang memasuki Kongres AS. Ia sebelumnya menunjukkan postingan yang sama tentang keluarganya. Terutama foto bersama ayahnya di Washington DC.

Dia menceritakan bahwa 23 tahun yang lalu, dari sebuah kamp pengungsi di Kenya, ayah saya dan saya tiba di bandara di Washington DC. Dan pada hari Kamis lalu, mereka kembali ke bandara yang sama untuk hadir dalam pengambilan sumpah sebagai orang Amerika-Somalia pertama di Kongres AS.

Satu hal yang patut dicermati. Sebelumnya KOngres AS melarang anggota perempuan mengenakan hijab. Namun Dengan adanya Ilhan Omar, larangan itu dicabut. Ilhan Omar diperbolehkan terus mengenakan penutup kepala atau jilbab.

Jejak kehidupan Ilhan Omar patut disimak. Perempuan yang masa kecilnya menderita dengan tinggal di kamp-kamp pengungsi di Kenya selama empat tahun. Ketika pertama kali datang ke Amerika Serikat bersama ayahnya, usianya baru 12 tahun.

Pada pemilihan umum jangka menengah bulan November 2018, ia menang telak atas lawan politiknya yang populer yaitu pegolf Phyllis Kahn. Ia meraih kemenangan sebesar 41 persen. Dia juga berhasil menyingkirkan saingannya dari Partai Republik, Jennifer Zielinski.

Rashida Tlaib (dok.anadoluagency)
Rashida Tlaib (dok.anadoluagency)
Muslimah lain yang juga terpilih sebagai anggota Kongres AS yang baru adalah Rashida Tlaib, perempuan asal Palestina. Dia menjadi perempuan pertama Palestina yang menjadi anggota legislatif. Ketika diambil sumpah jabatan, Tlaib mengenakan thobe tradisional Palestina. 

Menurut Tlaib, semula ia merencanakan mengambil sumpahnya dengan Al-Quran yang dimiliki oleh Thomas Jefferson, Pendiri dan Presiden AS ketiga, Tetapi kemudian ia berubah pikiran dan memilih untuk membawa Alquran milik pribadi.

Tlaib telah mengumumkan di Instagram bulan lalu bahwa dia akan mengenakan  gaun tradisional Palestina. Kemudian diviralkan melalui twitter oleh Susan Muaddi Darraj, seorang penulis fiksi dari Baltimore, Maryland,dengan tagar #TweetYourThobe..

Foto dan video di media sosial menunjukkan Tlaib berjalan mengelilingi Kongres mengenakan pakaian tradisional tersebut. Thobe yang dikenakannya menampilkan sulaman yang dirajut dengan jahitan tangan yang dikenal sebagai tatreez. 

Kerajinan tatreez adalah seni rakyat yang telah dipraktekkan oleh wanita Palestina selama berabad-abad. Menurut The Institute for Middle East Understanding, ibu dan nenek biasa mewariskan desain dengan berbagai motif dan warna yang terkait dengan berbagai kota dan desa Palestina.

Perempuan anggota kongres itu menulis di majalah Elle bahwa dia tumbuh besar menyaksikan ibunya menjahit gaun jenis ini. Ia sangat bangga dengan kerajinan tradisional Palestina itu.

"Sepanjang karir saya dalam pelayanan publik, pendukung saya memiliki hak istimewa untuk memperjuangkan identitas saya, sebagai orang Palestina saya. Ini yang ingin saya bawa ke Kongres Amerika Serikat," tandasnya.