Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Suksesi di Arab Saudi, Mungkinkah? (Bagian 2)

20 November 2018   20:15 Diperbarui: 21 November 2018   08:16 545
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mohammed bin Salman (dok.mee.net)

Gonjang ganjing di dalam kerajaan Arab Saudi semakin menguat. Ketidaksukaan terhadap sepak terjang Putra Mahkota Mohammed bin Salman mulai terlihat. Terutama dari kalangan keluarga, bangsawan, para petinggi dan pengusaha.

Sementara itu masyarakat Arab Saudi tetap menyimak pergolakan tersebut dengan hati-hati. Sebab, selama Mohammed bin Salman masih memegang tampuk kekuasaan, sangat riskan mengutarakan pendapat yang konroversial atau menentang kebijakan kerajaan.

Raja Salman sendiri tampaknya sudah merasakan adanya pergolakan tersebut. Hanya saja ia masih harus merasakan perang batin antara kasih sayang terhadap putranya atau menyelamatkan eksistensi kerajaan di mata dunia internasional.

Pembicaraan mengenai suksesi secara diam-diam telah dilakukan oleh keluarga kerajaan yang lain. Utamanya adalah dari klan Al Saud, raja terdahulu yang disingkirkan oleh Mohammed bin Salman dari jabatan strategis untuk mengantisipasi pemberontakan.

Harapan terletak pada Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz yang merupakan keturunan AL Saud dan masih terhitung sebagai paman dari Mohammed bin Salman. Pangeran yang melakukan perjalanan ke Eropa untuk menghindari 'gangguan' dari Putra Mahkota yang telah menganggap dia sebagai musuh.

Pangeran Ahmad tahu bahwa kasus pembunuhan Jamal Khashoggi telah meruntuhkan kredibilitas kerajaan di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman. Karena itu ia lalu berani bertandang ke Arab Saudi untuk mengunjungi keluarga dan handai tolan.

Kedatangan Pangeran Ahmad ke Arab Saudi telah disambut dengan gembira oleh pangeran-pangeran muda dari klan Al Saud. Mereka berbondong-bondong menjemput di bandara dan mengiringi hingga tiba di rumah. Bisa dipastikan bahwa ada pembicaraan khusus mengenai situasi terkini.

Di antara para pangeran, terdapat juga mantan pejabat tinggi pada masa kekuasaan KIng Abdul Aziz. Misalnya, mantan Kepala Intelejen Khaled bin Bandar, mantan Wakil Menteri Pertahanan Pangeran Khaled bin Sultan, dan mantan Putra Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz.

Media massa di Arab Saudi dilarang memberitakan kedatangan Pangeran Ahmad secara besar-besaran. Lagipula tak satupun dari keluarga Raja Salman yang mau menyambut. Mohammed bin Salman tentu tidak ingin membesarkan rivalnya.

Mengenai kasus Jamal Khashoggi, Pangeran Ahmad telah menjelaskan kepada pers Eropa bahwa tidak ada keterlibatan keluarga AL Saud.  Dia mengatakan secara hati-hati bahwa keluarga kerajaan Salman yang harus bertanggung jawab karena mereka memimpin pemerintahan.

Selama masa kunjungan itu, Pangeran Ahmad melakukan beberapa pertemuan. Pangeran Ahman menyusun beberapa rencana. Tampaknya ada opsi yang ingin ditawarkan kepada Mohammed bin Salman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun