Mohon tunggu...
Denny Boos
Denny Boos Mohon Tunggu... Profesional

Perempuan asal Tobasa. Menyukai hal-hal sederhana. Senang jalan-jalan, photography, sepedaan, trekking, koleksi kartu pos UNESCO. Yoga Iyengar. Teknik Sipil dan Arsitektur. Senang berdiskusi tentang bangunan tahan gempa. Sekarang ini sedang ikut proyek Terowongan. Tinggal di Berlin.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Anomali Angka Terinfeksi Covid-19 dan Rendahnya Angka Kematian di Jerman

20 April 2020   20:03 Diperbarui: 21 April 2020   18:19 2670 20 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Anomali Angka Terinfeksi Covid-19 dan Rendahnya Angka Kematian di Jerman
ilustrasi perawat medis yang menangani pasein covid-19. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Mengutip judul sebuah artikel media online The New York Times "A German Exception? Why the Country's Coronavirus Death Rate Is Low", saya kemudian terpikir menulis beberapa pendapat pribadi terkait artikel tersebut, yang selama masa pandemi ini saya dengar lewat media (tv dan radio) di Jerman.

Adapun 10 urutan teratas jumlah orang yang terinfeksi Virus Corona, Covid-19, di dunia per hari ini tanggal 20 April 2020, saat tulisan ini saya buat adalah

  1. Amerika Serikat (USA); terinfeksi 759.786 orang, meninggal 40.683 orang
  2. Spanyol; terinfeksi 198.674 orang, meninggal 20.453 orang
  3. taly; terinfeksi 178.972 orang, meninggal 23.660 orang.
  4. Perancis; terinfeksi 154.098 orang, meninggal 19.744 orang
  5. Jerman; terinfeksi 145.743 orang, meninggal 4.642 orang
  6. Britania Raya (UK); terinfeksi 121.173 orang, meninggal 16.095 orang
  7. Turki; terinfeksi 86.306 orang, meninggal 2.017 orang
  8. China; terinfeksi 83.817 orang, meninggal 4.636 orang
  9. Iran; terinfeksi 82.211 orang, meninggal 5.118 orang
  10. Rusia; terinfeksi 47.121 orang, meninggal 405 orang

Sementara menurut website yang sama, di Indonesia disebutkan yang terkonfirmasi terinfeksi ada 6.575 orang dan 582 orang meninggal dunia. Pandemi ini belum berakhir dan kita tidak tau kapan berakhir. 

Jerman sendiri masih terus berjuang, walau menurut London Deep Knowledge Group (DKG), bahwa Jerman masuk dalam kategori negara yang berhasil dalam menangani pandemi ini, atau, disebut sebagai negara teraman di Eropa dan di dunia menjadi urutan kedua setelah Israel.

Keterangan: Penyebaran Virus Covid-19 di dunia per tanggal 20 April 2020 menurut Johns Hopkins University (Sumber di sini)
Keterangan: Penyebaran Virus Covid-19 di dunia per tanggal 20 April 2020 menurut Johns Hopkins University (Sumber di sini)

Reaksi Jerman terhadap Covid-19

Covid-19 yang menyerang sistim pernafasan dengan sangat agresif itu begitu cepat merambat di berbagai penjuru dunia. Setelah pertama kali di konfirmasi keberadaannya di Wuhan, China Desember 2019 lalu. Saat ini, jumlah yang terinfeksi karena Covid-19 mencapai 2.411.553 orang dan meninggal 165.338 orang yang tersebar di berbagai negara di dunia.

Di Jerman, sejak dikonfirmasi orang pertama terinfeksi Covid-19 tanggal 27 Januari 2020 di Bavaria, yang ditangani di klinik dari Wendner, tepat dua bulan setelahnya, per tanggal 27 Maret 2020, jumlah orang yang terinfeksi menyentuh angka 47.497 orang. Hari ini per tanggal 20 April 2020, tidak sampai satu bulan jumlah yang terinfeksi lebih dari 3 kali lipat, yaitu mencapai 145.743 orang. 

Keterangan: Penyebaran Virus Corona di 16 negara bagian di Jerman per tanggal 20 April 2020 (Sumber di sini)
Keterangan: Penyebaran Virus Corona di 16 negara bagian di Jerman per tanggal 20 April 2020 (Sumber di sini)

Keterangan: Grafik garis menunjukkan jumlah yang Terinfeksi (merah), orang yang Pulih (Hijau) dan Perkiraan (Garis putus-putus putih); grafik batang menunjukkan jumlah terinfeksi dan meninggal tercatat dari 24 Februari 2020 sampai hari ini 20 April 2020 di Jerman (Sumber di sini)
Keterangan: Grafik garis menunjukkan jumlah yang Terinfeksi (merah), orang yang Pulih (Hijau) dan Perkiraan (Garis putus-putus putih); grafik batang menunjukkan jumlah terinfeksi dan meninggal tercatat dari 24 Februari 2020 sampai hari ini 20 April 2020 di Jerman (Sumber di sini)

Reaksi Jerman terhadap penyebaran Covid-19 diawali dengan menutup akses dan perbatasan Jerman serta memberlakukan "working from home (WFH) dan study from home (SFH)" yang awalnya direncanakan 2 minggu lalu diperpanjang 5 minggu, dari tanggal 16 Maret 2020 sampai 13 April 2020. Namun, masa WFH dan SFH ini juga masih diperpanjang hingga 3 Mei 2020.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x