Politik

Koalisi Partai Politik, Baik atau Buruk?

14 November 2017   18:06 Diperbarui: 14 November 2017   18:09 170 0 0

Pada hari Senin (13/11), saya mencoba membaca berita-berita terkini melalui koran harian. Salah satu berita tersebut berisikan bahwa partai Nasdem memutuskan untuk berkoalisi dengan partai PDIP, hal itu juga dilakukan dengan PPP. Banyak partai-partai kecil yang gencar-gencarnya berkoalisi dengan partai-partai besar di Indonesia, namun apa sebenarnya manfaat dari koalisi?

Keuntungan koalisi cukup banyak, salah satunya yaitu berkurangnya konflik antar partai politik karena mereka sudah menjadi satu kesepakatan. Anggota-anggota partai politik yang berkoalisi juga berpotensi mendapatkan kedudukan di dalam pemerintahan jika salah satu dari anggota partai tersebut terpilih menjadi presiden. 

Contohnya dapat dilihat dari koalisi PPP kepada PDIP, PPP dapat meminta partai PDIP untuk mendapatkan posisi wakil gubernur. Koalisi juga dapat menciptakan pemerintahan yang efektif, dimana kebijakan-kebijakan publik dapat lebih terorganisir karena kekuatan mereka tidak terpecah-pecah sendiri. Partai Nasdem memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP karena dengan adanya koalisi, mereka berharap daerah Jawa Tengah menjadi tempat nasionalis dan kuat. Karena adanya koalisi antara Nasdem dengan PDIP, kekuatan PDIP untuk memperoleh kursi semakin besar.

Namun tidak semua koalisi partai bertujuan positif bagi masyarakat. Menurut tulisan Rahmat Fiansyah (2013), Partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah bersama Partai Demokrat diyakini akan semakin mencari keuntungan sendiri-sendiri menjelang pemilu. Mengapa bisa begitu? Terkadang para anggota partai ingin berkoalisi demi kepentingan partainya atau kepentingan diri sendiri, terutama pada saat pemilihan umum. 

Bila partai yang berkoalisi menang dalam pemilu, anggota-anggota partai cenderung meminta kedudukan didalam pemerintahan. Calon presiden yang terpilih juga cenderung banyak memasukkan anggota partainya ke pemerintahan sehingga kekuasaan dipegang penuh oleh mereka. Resiko dari kekuatan secara penuh salah satu partai adalah tindakan semena-mena oleh satu kelompok dan tidak memperhatikan rakyat dan Negara. Padahal, untuk menjadi orang-orang pemerintahan, mereka harus mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan individu, kelompok, maupun golongan.

Maka dari itu, rakyat Indonesia sangat diperlukan akan perannya dalam mengawasi sistem pemerintahan di Indonesia. Mari menjadi rakyat yang berpikir kritis, tidak apatis, dan cerdas. Pemerintahan memang banyak diatur oleh badan legislatif, namun rakyat juga perlu mengawasi pelaksanaan pemerintahan Negara mereka.

Sumber: 1, 2, 3