Mohon tunggu...
Elisa Esterelita
Elisa Esterelita Mohon Tunggu... Freelancer - EE

Mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Nature

Plant Box LED, Penyerap Polusi Udara dalam Ruangan

14 Desember 2019   23:03 Diperbarui: 14 Desember 2019   23:05 34
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan terlepas dengan masalah polusi udara, terutama bagi yang berada di daerah perkotaan. Udara merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan. Namun pada era modern ini, sejalan dengan perkembangan pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri serta berkembangnya transportasi, maka kualitas udara pun mengalami perubahan yang disebabkan oleh terjadinya pencemaran udara. 

Di daerah perkotaan, isu mengenai pencemaran udara dalam ruang berkembang pesat meningkat karena sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam ruangan terutama dalam ruang kerja perkantoran dan industri.  

Sistem Plant Box LED merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan diatas, karena pada sistem ini tidak dibutuhkan lahan yang luas dan tanaman dapat ditanam pada sebuah rumah ataupun gedung (indoor plant). 

Plant Box LED adalah sistem produksi tanaman yang terisolasi dari lingkungan luar, sehingga lampu buatan (fluorescent) populer digunakan sebagai sumber cahaya bagi tanaman. LED (Light Emitting Diode) menawarkan beberapa keuntungan seperti spektrum cahaya yang kecil, konsumsi daya yang rendah, dan produksi panas yang sediki. Hal tersebut tentu akan baik untuk kesehatan tanaman. Lampu LED dapat memancarkan warna cahaya yang dapat mempercepat proses fotosintesis. Warna biru untuk fase vegetatif dan warna merah untuk fase generatif (Soeleman, 2013).

Tanaman-tanaman yang ditanam dalam Plant Box LED (PBL) merupakan tanaman-tanaman yang dapat menyerap polusi-polusi udara misalnya polusi asap rokok yang ada dalam ruangan seperti seperti sansivera (Sansevieria trifasciata), anthurium, lidah buaya (Aloe vera), dan lain sebagainya (Wakahara dan Mikami, 2011). 

Tanaman-tanaman tersebut dapat bermanfaat sebagai penyerap polusi udara seperti asap rokok sekaligus dapat menambah estetika dalam ruangan. Biaya dalam pembuatan Plant Box LED relatif cukup murah berkisar Rp. 250.000,00 (tergantung jenis tanaman yang dipilih) sehingga sangat ekonomis dan efisien apabila dibuat.

Cara pembuatan Plant Box LED cukup mudah, hanya dengan menyiapkan aquarium (ukuran sesuai selera), kayu, lampu LED berwarna merah dan biru, pot gantung (pot yang memiliki irigasi tetes dan penampungan air), batu hias, timer, tanaman dan air. Setiap sudut aquarium diberi kayu dengan menggunakan lem, tidak lupa dibuat penutup aquarium yang terbuat dari kayu (penutup diberi lubang untuk penyerapan polusi udara dan proses fotosintesis), pot diisi tanah dan air kemudian ditanami tanaman hias, diberi batu hias di dalam aquarium dan diatas permukaan tanah pot, pasang lampu LED dengan menempelkan lampu tepat pada penutup aquarium, pasang dan atur timer agar lampu dapat on/off  secara otomatis sesuai dengan keinginan, masukan tanaman ke dalam aquarium dan Plant Box LED sudah siap digunakan.

Kelebihan dari Plant Box LED adalah sistem ini bersifat terkontrol sehingga tanaman tidak dipengaruhi oleh ketidakstabilan lingkungan di alam, tidak dibutuhkan lahan yang luas untuk penerapannya, hemat energi dan air, memiliki nilai estetika dan ekonomis, sumber cahaya (lampu) on/off secara otomatis karena sudah diatur menggunakan timer, memberikan dampak yang positif bagi kesehatan karena ditanami tanaman yang dapat menyerap polusi udara disekitar ruangan. 

Namun, ada beberapa kelemahan dari sistem plant box LED diantaranya adalah tanaman yang ditanam merupakan tanaman yang berukuran kecil, sehingga perlu dilakukan pemindahan tanaman bagi tanaman yang ukurannya sudah besar, jumlah tanaman terbatas, sumber cahaya dan keindahan estetikanya bergantung pada tenaga listrik, banyaknya lilitan kabel yang ada terhubung dengan plant Box sehingga mengurangi nilai estetikanya, serta ukuran lubang pada box terlalu kecil dan sedikit sehingga penyerapan polusi oleh tanaman sedikit terkendala.

Sekian artikel saya, semoga bermanfaat para kompasiana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun