Mohon tunggu...
Elina A. Kharisma
Elina A. Kharisma Mohon Tunggu... Berbagi hal baik dengan menulis

Seorang kutu buku dan penikmat musik.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Perempuan Berorasi, Kenapa Membuat Laki-laki Insecure?

10 Oktober 2020   11:43 Diperbarui: 15 Oktober 2020   09:20 759 19 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perempuan Berorasi, Kenapa Membuat Laki-laki Insecure?
ilustrasi perempuan melakukan orasi. (sumber: freepik.com)

Ada banyak hal menarik perhatian selama aksi demonstrasi terjadi di beberapa daerah di Indonesia sebagai respon pengesahan UU Cipta Kerja. Salah satu hal yang menarik perhatian kemudian ramai di media sosial adalah sebuah video yang merekam seorang perempuan yang sedang berorasi. 

Perempuan muda tersebut tampak percaya diri, cuek, berani, dan lantang menyampaikan orasinya. Hal yang menarik perhatian saya adalah video tersebut diunggah dengan tulisan "auto insecure."

Video singkat yang dilengkapi keterangan yang juga singkat itu menimbulkan dua pertanyaan. Yang pertama adalah siapa yang merasa insecure. Ketika memikirkan "siapa", pikiran saya tertuju pada laki-laki. 

Hal ini karena video tersebut diambil sangat singkat. Kemungkinan besar kejadian tersebut direkam karena yang berorasi adalah seorang perempuan. 

Apalagi perempuan muda tersebut terlihat tidak gentar, lantang, percaya diri, dan yakin dengan yang disampaikan di depan umum. Ini juga menunjukkan bahwa selama ini, aksi turun ke jalan, demonstrasi, apalagi berorasi merupakan panggung laki-laki. 

Hal ini juga berkaitan tentang pandangan laki-laki terhadap kemampuan intelektual juga keterampilan berkomunikasi perempuan. Laki-laki dianggap lebih mumpuni untuk melakukan orasi dibanding perempuan. Oleh karena itu, fakta ada seorang perempuan berorasi di tengah demonstrasi, itu merupakan hal yang menarik perhatian. 

Jika pendapat ini benar, maka adanya perempuan yang mengambil bagian dalam aksi demonstrasi dengan menyampaikan orasi ternyata mendatangkan ketidaknyaman atau insecurity

Jika demikian, maka dapat dikatakan yang merasa insecure adalah laki-laki. Akan tetapi, ada dua kemungkinan jawaban lain yaitu anggota dewan yang terhormat dan perempuan-perempuan lain

Mengapa merasa insecure?

Jika melihat pendapat poin pertama, yaitu laki-laki, bisa jadi laki-laki merasa insecure karena selama ini orasi kebanyakan dilakukan oleh laki-laki. Namun, kali ini malah seorang perempuan  yang lantang berorasi. 

Apakah artinya laki-laki merasa perannya terancam? Seharusnya tidak perlu. Bukankah memang laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN