Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani - Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Siap-siap, Sekarang Bayar SPP Bisa Lewat Gopay!

17 Februari 2020   21:21 Diperbarui: 17 Februari 2020   21:26 148
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

AWAL-awal dipercaya Presiden Jokowi, bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tidak sedikit yang meragukan kapasitas Nadiem Makarim.

Karena, siapapun paham, Nadiem sama sekali tidak memiliki pengalaman atau rekam jejak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan.

Tentu saja ditunjuknya Nadiem seolah mendobrak segala kebiasaan sebelumnya. Posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan biasanya diisi oleh orang-orang yang memang berpengalaman dan telah lama berkecimpung di bidang yang tujuan utamanya adalah mencedaskan segenap anak bangsa di tanah air ini.

Salah satu contohnya sebut saja Gubernur DKI Jakarta saat Ini, Anies Baswedan. Saat dia diberi kepercayaan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Jokowi pada periode pertama pemerintahannya, tidak banyak publik yang bereaksi.

Jelas, siapapun tahu bahwa Anies memang begitu intens mengurusi dunia pendidikan. Bahkan, posisi terakhirnya sebelum menjadi gubernur, Anies adalah Rektor Universitas Paramadina, Jakarta.

Hal ini berbanding terbalik saat Nadiem dipercaya jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ya, sebelumnya, pria kelahiran Singapura ini hanya berkecimpung pada bidang aplikasi digital, yakni menjadi boss Gojek.

Tentu saja, bidang ini boleh disebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan segala pernak-pernik dalam dunia pendidikan.

Akibatnya, begitu Nadiem Makarim dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, timbul semacam joke atau candaan di media sosial bahwa ada kemungkinan jika iuran bulanan sekolah atau lebih dikenal dengan istilah SPP akan dubayarkan melalui Gopay. Yakni, salah satu fitur yang disediakan dalam aplikasi Gojek.

Rupanya, candaan warganet ini seolah menjadi sebuah prediksi seorang paranormal saja. Karena ternyata, candaan tersebut, pada akhirnya malah menjadi kenyataan.

Saat ini para orang tua atau wali murid bisa membayar SPP lewat Gopay. Bahkan tidak hanya SPP, biaya-biaya sekolah lain pun seperti halnya pembayaran buku, seragam dan kegiatan ekatrakulikuler juga bisa dibayar dengan dompet digital tersebut lewat fitur GoBills yang terdapat pada aplikasi Gojek.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun