Mohon tunggu...
Eko Romeo Yudiono
Eko Romeo Yudiono Mohon Tunggu... Menulis itu Indah

Menulislah karena dengan menulis kamu akan belajar mensyukuri nikmat Allah SWT. Dengan menulis kita juga akan menyadari bahwa pengetahuan kita sesungguhnya ibarat setetes air di lautan bila dibandingkan dengan keangungan Allah SWT. Wallahu A'lam Bishawab.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Kesaktian Aji Kembali Diuji

20 November 2019   11:36 Diperbarui: 20 November 2019   13:59 43 0 0 Mohon Tunggu...
Kesaktian Aji Kembali Diuji
Aji Santoso. Poto: Dok. Persebaya

Persebaya Surabaya belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Poin 35 ibarat ancik-ancik ri (baca: mengkhawatirkan). Musim ini, Green Force bisa dibilang terlambat start. Pergantian pelatih menunjukkan betapa Persebaya masih inkonsisten. Beruntung, di saat genting-gentingnya, manajemen mendatangkan Aji Santoso.

Pria 49 tahun ini dianggap paling mengerti kondisi tim yang juga berjuluk Bajul Ijo itu. Mantan winger tim nasional ini memang punya catatan manis bersama Persebaya. Sebagai pemain, dia pernah mengantarkan Persebaya juara  musim 1996/1997. Sebagai pelatih, Aji juga membawa Persebaya naik kasta ke Liga Super musim 2009. Saat itu, Persebaya menang adu penalti dari PSMS Medan di Stadion Siliwangi Bandung. Usai mengantarkan Persebaya naik kasta ke Liga Super (Saat ini Liga 1), Aji dipuji setinggi langit. Aji memang layak mendapatkan pujian itu. Mengingat, ia hanya mempunyai waktu seminggu sebelum menghadapi tim Ayam Jantan-Julukan PSMS Medan kala itu.

Tapi, semangat plus jiwa kepemimpinan Aji yang memang dikenal mengayomi pemain-pemain muda ditambah faktor luck, membuat Persebaya bablas Liga Super. Sayang, usai mengantarkan Persebaya ke kasta tertinggi, Persebaya tidak melanjutkan kerjasama dengan Aji. Danurwindo yang ditunjuk menahkodai Persebaya justru babak belur dan akhirnya mundur.

Nah, ketika pertandingan hanya menyisakan 9 pertandingan, Aji dipanggil kembali menukangi Persebaya. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas, angka 9 seolah menjadi angka keberuntungan Aji Santoso, setelah musim 2009 membawa Persebaya promosi. Dua pertandingan sejak ditangani Aji membawa bukti. Bermain imbang di kandang PS Tira, 2-2 dan menang melawan PSM Makassar, 3-2 menjadi bukti awal 'kesaktian' ajian Aji Santoso.

Selanjutnya, Ruben Sanadi  cs akan menghadapi tuan rumah Persipura Jayapura. Kebetulan Persipura baru saja babak belur dihajar PSM Makassar dengan skor mencolok, 4-0. Melawan Persipura sejatinya juga sangat menguntungkan. Pasalnya, tim Mutiara Hitam-Julukan Persipura-akan menggunakan stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Secara kultur dan faktor psikologis, para pemain Persebaya merasa akan bermain di kandang sendiri meski tanpa didukung suporter. 

Tapi jika nantinya Persipura lebih memilih Stadion Aji Imbut, Tenggarong sebagai kandang mereka kala menjamu tim asal Kota Pahlawan, rasanya kok masih optimistis Aji dan Persebaya bakal mendapatkan poin.

Moment kekalahan Persipura di laga terakhir harus dimanfaatkan betul. Selain butuh poin untuk mengamankan posisi, Persebaya juga butuh kepercayaan diri untuk melawan tim juru kunci Semen Padang di match day ke-29.  Meski berstatus sebagai tim paling buncit, Seme Padang dikhawatirkan akan meledak-ledak demi mengamankan poin agar mentas dari jurang degradasi.

Untuk kesekian kalinya, kita hanya bisa berharap, racikan dan aji-aji Aji Santoso kembali berperan besar di laga nanti. Mengingat, Persebaya belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Kepada Aji kita boleh berharap dan sebagai suporter selayaknya memberikan support berupa doa agar Persebaya di sisa pertandingan diberikan kekuatan dengan hasil poin yang maksimal. In God We Trust, in Aji Hand we Hope The Magic. Semoga. (*)

VIDEO PILIHAN