Mohon tunggu...
Eko Nurwahyudin
Eko Nurwahyudin Mohon Tunggu... Pembelajar hidup

Lahir di Negeri Cincin Api. Seorang kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Ashram Bangsa dan Alumni Program Studi Hukum Tata Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Motto : Terus Mlaku Tansah Lelaku.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Skill Mencari Semar, Sampai Metode Menulis yang Ampuh

15 April 2021   04:37 Diperbarui: 15 April 2021   04:40 298 1 0 Mohon Tunggu...

Skill Mencari Semar, Sampai Metode Menulis Yang Ampuh

Bukan Banaspati yang hilang pada Ramadan tahun ini, justru Ki Lurah Semar yang hilang. Pak Jogoboyo yang bertanggung jawab dalam keamanan dan ketertiban desa sekarang judeg. Tanpa kehadiran Semar, Karang Kadempel jadi panas, meskipun BMKG selalu mengabarkan potensi hujan lebat dalam beberapa minggu ke depan.

"Sejak Bapakmu hilang, hansip-hansip protes ke desa. Waktunya mereka tidur sekarang malah menthelengi grup-grup sosmed warga. Saya juga tak habis pikir, padahal ide saya bentuk Siber Hansip (Virtual Hansip) bukan seperti yang dituduhkan para pembaca novel 1984-nya George Orwell. Saya cuma ingin warga jangan saling hina menghina, hasut meghasut, teror meneror, maki memaki. Lha ya betul kan Truk, kita ini sudah panas mikirin Banaspati ini, malah di medsos-medsos neka-neko bikin gegeran!" ujar Pak Joyoboyo.

            "Alah situ saja yang enggak mau nambah pekerjaan turun ke pos-pos ronda, ke forum-forum pengajian, njadum ke warung-warung, silaturahim ke rumah-rumah. Huh! Kerjanya cuma terima laporan anak buahnya dan beres" timpal Petruk membatin.

            "Lha saya dipanggil ke Balai Desa ini ada apakah Pak?"

            "Kamu sekarang cari Semar! Sampai ketemu ya"

            "Kalau enggak ketemu bagaimana Pak?"

            "Ya gimana kek?! Masa iya kita disangka tidak becus ngajarin sopan santun netizen Karang Kadempel sampai-sampai Microsoft woro-woro tentang Digital Civility Index (DCI), kalau indeks kesopanan pengguna internet Karang Kadempel dinilai rendah di tingkat global."

            "Lha memang hubungannya sama Bapak Semar apa Pak?"

            "Ya maaf-maaf Truk, sedikit banyak karena Bapakmu yang ajar mereka baca tulis. Sudah ya, saya mau ada rapat. Tolong cari ya? Target Ramadan Semar harus ketemu!"

Sepanjang perjalanan mencari Semar, Petruk berpapasan satu dua tiga hansip dan polisi. Mereka bertanya dengan basa-basi, "kemana Truk?" tanpa sudi ikut membantu Petruk mencari Semar. Malah, salah satu pamong desa yang niat melucu membuat hati Petruk sakit. "Bapakmu sudah jadi tajir Truk. Toko Emasnya banyak! Toko Emas Semar. Tunggu saja 2024 nanti juga balik dan ikut Pilkades".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN