Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Penulis - Menulis itu Hidup
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pantang mundur seperti Ikan

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Apakah Dirimu Bos Idaman? Cek di Sini

13 Juli 2021   16:17 Diperbarui: 13 Juli 2021   17:17 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Olahan pribadi Eko Irawan

Dalam sebuah organisasi baik bisnis atau sosial, dibutuhkan peran seorang pemimpin. Fungsi pemimpin adalah memberikan kepastian sebuah sistem bisa mencapai suatu tujuan tertentu. Peran ini harus mampu mengayomi, melindungi dan memberikan kontribusi positif pada anak buah dibawah sistem kerjanya. Pemimpin atau boss haruslah sebagai koordinator yang mampu merangkul semua elemen dan potensi di bawah tanggung jawabnya. Bagaimana boss yang baik itu? Berikut ulasannya, semoga menginspirasi.

Boss Idaman menurut karyawan 

Bicara organisasi bisnis semacam perusahaan, tentu kriteria boss idaman haruslah seperti bapak yang penyabar, pengertian pada anaknya dan bisa menciptakan suasana nyaman. Tujuan karyawan gabung disana adalah bekerja. Mencari penghasilan. Boss yang arogan, melihat karyawannya adalah sapi perah yang harus taat dan tunduk untuk mencapai tujuan berupa keuntungan perusahaan. 

Dia tidak peduli kondisimu. Tidak terima alasan bentuk apapun. Boss tidak suka, kamu dipecat. Ini berbeda dengan boss humanis. Dia akan memuji dan memberi penghargaan dan hadiah pada kamu yang punya prestasi. Yang melanggar diberi semangat. Dan dia masih peduli dengan curhat karyawan. Boss seperti ini dikenang oleh para karyawannya sampai pensiun. Boss yang baik di mata karyawan adalah yang humanis.

Boss diranah komunitas non profit 

Dalam komunitas non profit, ternyata sosok boss ini juga dibutuhkan. Boss disini hanya simbol yang mewakili dan dalam kerjanya, biasanya kurang dihargai anak buah, karena rata rata masih seusia sepantaran. Kewibaannya tidak ada dan berjalan apa adanya. Dalam komunitas sifatnya easy Going belaka dan oleh karena tidak ada fasilitas dan gaji, maka menjadi boss di komunitas ini yang paling berat. 

Apalagi kapasitas komunitasnya semakin besar. Sisi usaha ekonomis ternyata harus dipertimbangkan dalam komunitas, agar komunitas punya uang kas untuk menghidupi kegiatannya. Boss disini harus kreatif dan inovatif. Boss yang mlempem, akan membawa komunitas ikut mlempem juga. 

Jika dalam perusahaan banyak karyawan mengeluh, maka faktanya boss komunitas yang banyak mengeluh. Sudah bela belain merogoh kantong pribadi, anggotanya sulit diajak kerja sama. Sulit diajak maju dan parahnya anggotanya pasif. Mau marah, mereka tak digaji. Tak marah, mereka ogah gerak. Mager aja. 

Sinergi boss dan bawahan 

Untuk organisasi Pemerintah, setiap karakter boss itu berbeda. Banyak faktor penyebabnya. Namun mau tidak mau, suka tidak suka, sebagai bawahan harus tunduk pada sistem. Yang bisa menyesuaikan diri, mereka bisa maksimal dan bertahan. Yang tidak bisa beradaptasi, mereka tak bisa melawan dan akhirnya minta mutasi ke unit lain. Sinergi boss dan bawahan harus dibangun agar tercipta mekanisme yang nyaman. 

Tips menjadi boss 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun