Eko Irawan
Eko Irawan Reenactor : my life is historical Reenactment

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Cara Bijak Melawan Hoaks

10 Juli 2018   10:48 Diperbarui: 10 Juli 2018   10:48 271 1 0
Cara Bijak Melawan Hoaks
hoax-slayer.com

Andai aku menteri Agama Republik Ini dan ditanya apa yang aku lakukan untuk melawan hoax dimedia sosial aku akan melakukan langkah langkah ini. Hoax jika di translate bermakna berita bohong atau berita palsu. 

Sebuah kebohongan bisa disebut hoax apabila dibuat secara sengaja agar dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Tak hanya itu, kebohongan baru bisa disebut hoax apabila keberadaannya memiliki tujuan tertentu, seperti misalnya untuk memengaruhi opini publik.

Karena Kapasitasku disini adalah menteri agama maka langkah awalku adalah belajar tentang sejarah hoax itu sendiri. Sebagai menteri tentunya aku punya perpustakaan yang lengkap. kuambil buku tebal  buku tebal yang disebut Prolegonema.Buku  yang  disebut juga "Muqaddimah"ini  adalah  Karya  dari  Ibnu  Kaldhun,  

Seorang  Ilmuan  Muslim Yang  Lahir  Pada  Tahun  1332.  Buku  Yang  kubaca  ini  bercerita  tentang hoax sebagai salah satu bagian sejarah dengan sebutan "falsehood".Dunia  barat  menulis  sejarah  hoax  diawali  pada  abad  17,  ternyata  Ilmuan Muslim  telah  lebih  dulu  membahasnya.  Sebagai pengantar buku tersebut, Ibnu Khaldun membahas soal "kebohongan", "ketidakbenaran", yang kini juga mewajah di kehidupan modern sebagai apa yang disebut dengan hoax.

 Di buku Muqaddimah tersebut, Ibnu Khaldun menjelaskan "kebohongan" dan pentingnya manusia menemukan jalan untuk menghadapinya agar tak terlalu jauh memengaruhi kebenaran historical information atau fakta sejarah. 

Ibnu Khaldun menganggap "untruth", "falsehood", atau kebohongan itu sendiri adalah hal yang tak bisa dihindari dalam perkembangan zaman. Ia secara alami memengaruhi derajat kebenaran sebuah informasi sejarah.

Asyik juga buku yang di tulis Ibnu Kaldhun ini. ada 7 ciri ciri pokok sebuah berita masuk dalam kategori hoax. kuambil pena dan kurangkum apa yang jadi pemikiran beliau. Kemudian kupanggil para staf kementerianku untuk mengundang para pimpinan kantor Depag di seluruh Provinsi untuk membahas dan melakukan action agar hoax di media masa sosial tidak meraja lela.

Berikut action progressku sebagai menteri agama terkait masalah hoax

1. Membuat satuan tugas di setiap kantor Depag di seluruh kota/Kabupaten disetiap propinsi negeri ini agar membuat counter strike anti hoax dengan menyebarkan berita yang benar di situs milik depag dan mensosialisasikan UU ITE sesuai visi dan misi dari Depag.

2. Melakukan kampanye anti hoax di sekolah sekolah di bawah nauangan Depag dan melakukan edukasi kepada masyarakat umum tentang gerakan anti hoax ini.

3. Mensosialisasikan ciri ciri berita hoax kepada masyarakat antara lain ciri cirinya sebagai berikut :

a. Judul profokatif dan sensasional

b. isi berita berbelit belit dan memfitnah beberapa pihak

c. cek alamat webnya, biasanya meniru niru nama web terpercaya dengan beberapa tambahan  huruf tertentu.  lakukan cros ceck dengan alamat aslinya.

d. Periksa isi konten secara cros ceck dan jangan mudah sharing sebelum ada kepastian berita tersebut benar

e. cek keaslian foto dan video

f. bijak share berita apapun

Ya itu kurang lebih tiga langkahku. selanjutnya aku akan diskusi dengan menkominfo membahas masalah ini. dan ternyata ini hanya andai andai tho... bila aku jadi menag. mudah mudahan bermanfaat melawan hoax.