Mohon tunggu...
Efrem Siregar
Efrem Siregar Mohon Tunggu... Menulis dari balik tembok

Bahasa dan Sastra Prancis | Ex reporter ekonomi dan pemerintahan | Kadang menyuarakan kepentingan Asosiasi Perusahaan dan Kadin Twitter: @efremsiregar

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Suara SBY dan Pengamat Bikin Posisi Moeldoko Dilema usai KLB Demokrat

6 Maret 2021   16:16 Diperbarui: 6 Maret 2021   17:36 1284 13 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Suara SBY dan Pengamat Bikin Posisi Moeldoko Dilema usai KLB Demokrat
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Hendrik Yanto Halawa/Kompas.com)

Euforia Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara tampaknya meredup. Dinamika di tubuh partai itu menentukan warna demokrasi Indonesia.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan KLB tersebut ilegal dan inkonstitusional. Semula pernyataan AHY terkesan biasa mengingat kencangnya suara konflik internal di partai tersebut sebelumnya sudah mengerucut pada upaya menggantikan posisinya di pucuk kepempimpinan.

Setelah KLB dilaksanakan, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB, sekarang keadaan mulai berbalik arah.

Riak-riak di media sosial dan pemberitaan yang merayakan KLB tidak mempan lagi sebab ujung dari KLB ini pada akhirnya penegakan peraturan perundang-undangan. 

Tiap pihak yang bertikai berlomba untuk pengakuan sekaligus mencari keadilan. Ruang mufakat atau kompromi agaknya sukar terbuka untuk kubu AHY dan Moeldoko karena kekeuh dengan pendirian masing-masing.

Masyarakat, pengamat dan politisi di luar partai Demokrat juga sudah meletakkan perhatian pada aspek legalitas pelaksanaan KLB.

Jhoni Allen Marbun, pimpinan sidang KLB, mengatakan segera mendaftarkan hasil KLB ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), laporan CNN Indonesia.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan wawancara di media, Jhoni selalu menyampaikan Partai Demokrat harus terbuka dan modern. Ihwal yang membuat dia merasa berseberangan dengan kepemimpinan partai yang menempatkan AHY, putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Ketua Umum Demokrat.

Tetapi, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng menganggap KLB yang diklaim dihadiri 1200 peserta itu adalah abal-abal lantaran tidak dihadiri pemilik suara sah untuk pemilihan ketua umum sebagaimana termuat dalam AD/ART partai. Andi meyakini KLB tidak dihadiri satu ketua DPD Partai Demokrat.

"Sebut satu saja ketua DPD yang hadir (di KLB Sibolangit). Biar publik melihat, agar yang hadir ini benar-benar yang pemilik suara," kata Andi Mallarangeng di 'Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne', Sabtu, 6 Maret 2021, mengutip Viva.co.id.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN