Mohon tunggu...
W. Efect
W. Efect Mohon Tunggu... Berusaha untuk menjadi penulis profesiobal

if you want to know what you want, you have to know what you think

Selanjutnya

Tutup

Politik

Jadilah Pemilih yang Cerdas

10 Maret 2017   09:29 Diperbarui: 10 Maret 2017   09:55 0 0 1 Mohon Tunggu...

Pilihan Gubernur, Walikota dan Bupati telah serentak dilaksanakan pada bulan Februari, akan tetapi dari sejumlah hasil yang sudah diumumkan telah menyisakan kegembiraan, akan tetapi juga menyisakan ketidakpuasan, yang berujung mengajukan gugatan ke MK, dan itu sudah terjadi dibeberapa propinsi Kota maupun Kabupaten.

Di Propinsi DKI Jakarta, masih harus berjuang lagi setelah pemilihan bulan Februari lalu belum memberikan hasil sesuai dengan peraturan yang berlaku, hingga di Wilayah tersebut masuk pada Pilihan Putaran ke dua dengan memilih salah satu dari  dua kandidat pasangan  Ahok – Jarot atau Anis – Sandi.

Tentunya dari kedua kandidat calon gubernur tersebut, akan memberikan program-program yang terbaik menurut kaca mata mereka, karena itu mereka mau terjun kemasyarakat untuk menarik simpati, agar masyarakat kota Jakarta mau dengan tulus iklas memilih salah satu pasangan yang sudah dijadwalkan tanggal pemilihannya yaitu pada bulan April mendatang.

Dari apa yang sudah disampaikan oleh kedua pasangan calon Gubernur tersebut tentu cukup terkait dengan Visi dan Misi yang diterjemahkan kedalam program-program kerja selama lima tahun mendatang. Bagi basis-basis pemilih tertentu tidaklah mengkawatirkan bagi kedua pasangan tersebut akan tetapi bagi yang masih ragu-ragu memilih siapa atau yang sempat belum memilih diputaran pertama, akan menjadi target bagi keduanya untuk berusaha agar mereka mau memberikan suaranya pada salah satu diantara mereka.

Dengan  dihadapkannya pada dua pilihan, mau kemana suaranya. Pilih paslon yang mana A atau B perlu kiranya masyarakat DKI Jakarta mempertimbangkan  secara cerdas hal-hal sebagai berikut :

1. Mengenali Visi dan Misi dengan baik, sesuai dengan arah dan pengembangan masyarakat kota Jakarta lima tahun kedepan.

2. Mengenali program yang hendak dilaksanakan secara terukur jangan sampai memilih program-program bombastis yang menurut pengalaman program demikian biasa ditinggalkan apabila sudah jadi karena memang susah melaksanakannya.

3. Kenali calon pasangan dengan sebaik-baiknya termasuk take recordnya bagaimana, riawayat kepemimpinannya bagaimana, dalam mengatasi masalah-masalah yang ada di DKI Jakarta bagaimana.

4. Hindari pilihan Paslon yang sekedar menjelek-jelekkan pasangan lain, karena Paslon demikian nantinya akan lebih banyak mementingkan diri sendiri (kelompoknya)  dari pada  kepentingan masyarakat

5. Sedapat mungkin memilih Paslon yang berjiwa Nasionalis, karena Paslon demikian akan dapat merengkuh semua pihak (semua lapisan masyarakat).

6. Dll

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2