Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Administrasi - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Bagaimana Memahami "Body Language" Pembicara dalam Presentasi Bisnis?

6 Desember 2021   04:31 Diperbarui: 6 Desember 2021   19:50 834 26 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi pembicara | Sumber: Pexels/mentatdgt

Dalam sebuah acara presentasi bisnis, audiens tentu tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh pembicara. 

Audiens (audiences) juga "mendengar" apa yang "dikatakan" melalui bahasa tubuh (body language).

Bahasa tubuh juga menyampaikan pesan kepada audiens. Mamahami bahasa tubuh sama pentingnya dengan mendengarkan apa yang diucapkan pembicara.

Memahami Bahasa Tubuh?

Lalu, bagaimana Anda menganalisis dan memahami dengan benar apa yang disampaikan melalui bahasa tubuh? Bagaimana Anda mengetahui pesan sesungguhnya melalui bahasa tubuh?

Bahasa tubuh sebagai bahasa nonverbal banyak sekali ragamnya. Kendati pesan yang disampaikan tidak dalam bentuk ucapan, kita masih bisa menangkap maknanya. Makna yang tidak terucap itu tertangkap melalui gerakan tubuh dan eskpresi seseorang tatkala sedang berbicara.

Wujud rincinya bisa melalui kontak mata, senyuman, gerakan tangan, gerakan kepala, gerakan bahu, cara berdiri, dan lainnya. Mari kita bahas sedikit lebih detail.

Pertama, kontak mata

Kata orang, mata adalah jendela jiwa. Apa yang ada di dalam hati, terekspresikan oleh mata. Jiwa yang bersih dan lembut akan diekspresikan oleh mata. Sebaliknya, hati yang mengandung kemarahan atau kebencian, maka mata pun akan menunjukkannya dengan jelas.

Apa yang ada di dalam, begitulah yang tampak di luar. Itu dilakukan dengan jujur oleh mata. Jadi, mata tidak bisa bohong. Mata selalu jujur menyampaikan apa yang ada di dalam hati dan pikiran manusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan