Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... PNS, Dosen, Penulis

Membaca dan menulis adalah minatnya yang terbesar. Kelak, ingin dikenang sebagai seorang penulis.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Menulis "Gaya Bebas" Itu Seperti Berkendara di Tanah Lapang

30 Juli 2020   22:03 Diperbarui: 5 Agustus 2020   05:42 377 39 26 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menulis "Gaya Bebas" Itu Seperti Berkendara di Tanah Lapang
Sumber gambar: pinterest.com/babyrockmyday


Bagi penulis aktif di Kompasiana, pertanyaan yang mungkin selalu muncul dalam pikiran antara lain adalah ini: topik apa yang akan saya tulis hari ini? Jawabannya bisa segera didapat, terkadang pula membutuhkan waktu dan usaha.

Begitu muncul pertanyaan itu, bisa langsung terpikir, oh, saya akan menulis hal ini. Sebaliknya, ketika pertanyaan itu hadir, ada juga yang masih harus pikir-pikir, saya menulis tentang apa ya? Topik apa yang sedang ngetren atau topik apa yang menarik minat saya untuk menuliskannya. Saya mau buka-buka blog dulu-lah.

Gagasan yang Tak Kunjung Datang
Pada kenyataannya, kita sering sudah memiliki topik saat hendak menulis sehingga tinggal menuangkannya ke dalam bentuk outline sederhana dan menuliskannya secara lengkap. Topik itu bisa datang dari perenungan, dari pembacaan, atau dari diskusi dan lainnya.

Akan tetapi, bagaimana jika ide-ide yang diharapkan itu tak kunjung datang? Bahkan, mungkin sudah dikili-kili dengan berbagi upaya, nggak juga bersua.

Akan tetapi, tenang saja, tarik nafas dalam-dalam tiga kali. Lihatlah, sebentar lagi akan muncul topik yang menarik di kepala. Topik itu akan datang entah dari mana dan akan hinggap di ubun-ubun Anda, lalu menyelinap masuk ke dalam otak. Ah masa sih semudah itu?

Benar! Akan semudah itu kalau saat mengetik kita mendapatkan inspirasi, semacam wangsit. Akan tetapi, hal seperti itu tak selalu terjadi. Kita harus melakukan sesuatu untuk memanggil ide-ide itu datang bergabung. Kuncinya, jangan hanya duduk diam menunggu gagasan itu datang.

Kilasan Pikiran di Awal
Bagaimana cara tepatnya? Begini.

Coba saja Anda tulis sesuatu terlebih dahulu, tanpa judul sekalipun. Apa yang muncul pertama kalinya dalam kepala, itulah yang ditulis. Jangan terlalu dipedulikan keberlanjutannya. Pokoknya tulis saja, ketik saja. Nah, ketika Anda mengetik, percaya tak percaya, ternyata keterusan.

Maksud saya, kilasan ide yang Anda tulis di awal akhirnya mendapatkan isinya. Isinya itu akhirnya datang dan menyuruh Anda menuliskannya. 

Ya, Anda pun akhirnya menulis ide-ide yang bermunculan belakangan setelah Anda memulainya dengan cara ala kadarnya di awal. Nah, kalau sudah dikaruniai inspirasi semacam itu dapat dijamin tulisan Anda akan terselesaikan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN