Mohon tunggu...
Dwi Tobing
Dwi Tobing Mohon Tunggu... Introverted Sensing with Extroverted Thinking

Natural Born Romance Junkie

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Hobi Nonton Drama, Sarana Belajar Bahasa

28 Juni 2020   16:55 Diperbarui: 28 Juni 2020   17:08 46 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hobi Nonton Drama, Sarana Belajar Bahasa
sumber: https://mindfulbantertravel.wordpress.com/

Kesukaan ku pada drama Korea dan KPop belum terlalu lama, berawal dari awal tahun 2019. Setiap kali menonton drama Korea atau music video KPop di YouTube, aku selalu terkagum-kagum dengan totalitas mereka dalam berkarya. Dan karena hampir setiap hari aku menonton drama dan mendengarkan lagu-lagu Korea, lama-lama beberapa kosakata mulai nyangkut, seperti annyeong, namja, yeoja, saranghae, cheoreom, babocheoreom, dan banyak lagi.  

Awalnya aku menonton drama Korea dengan terjemahan bahasa Indonesia. Tapi rasanya kok aneh dengan terjemahannya, apalagi kalau menggunakan sapaan Pak X atau Bu Y. Rasanya kok gak cocok ya. 

Maka mulai sejak saat itu (dan sampai sekarang) aku selalu menonton dengan terjemahan bahasa Inggris. Ketika sudah menggunakan terjemahan bahasa Inggris, tetap saja aku kadang-kadang bingung dengan terjemahannya. Kebingungan ini membawaku sampai pada titik ingin mengerti sebenarnya apa yang sedang mereka katakan dan bukan versi terjemahan. Aku pun memutuskan untuk belajar bahasa Korea. 

Aku mulai mencari website-website yang menyediakan kursus bahasa Korea. Ternyata cukup banyak juga website yang menyediakan kursus bahasa Korea secara gratis. Setelah membandingkan, akhirnya aku memilih untuk mengikuti kursus "First Step Korean" melalui website coursera.org, yang diadakan oleh Yonsei University. 

Kursus ini mencakup pelajaran 4 keterampilan yang dibutuhkan dalam berbahasa, yaitu membaca, menulis, mendengar, dan berbicara. Peserta kursus diperkenalkan pada aksara hangeul, yaitu jenis-jenis alfabet hangul, cara menuliskannya, dan cara membacanya. 

Setelah itu, peserta akan diperkenalkan dengan kata, mulai dari yang sederhana, yaitu 2 suku kata. Selanjutnya, masuk ke kata yang lebih kompleks, dengan konteks pembicaraan sehari-hari, seperti pengucapan salam dan cara memperkenalkan diri. Dalam setiap topik bahasan, kita belajar melalui bentuk percakapan, juga belajar pengucapan, kosakata, dan tata bahasa. Setiap topik selalu diakhiri dengan kuis. 

Waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan kurusus ini hanya 12 jam, atau 2-3 jam per minggu selama 5 minggu. Kalau sudah menamatkan kursus ini, kita bisa melanjutkan mengikuti lain dengan level yang lebih tinggi, yang juga tersedia di coursera.org.

Selain melalui coursera, aku juga mengunduh aplikasi memrise, untuk belajar kosakata, cara penulisan, dan cara pengucapan, untuk mendukung pelajaran yang kudapat dari kursus tadi. Aplikasi memrise ini ada dua versi, berbayar dan gratis. Tentu saja aku menggunakan aplikasi versi gratis. Kalau konsisten berlatih setiap hari sesuai petunjuk, maka menurutku aplikasi ini akan sangat membantu dalam belajar bahasa Korea. Selain bahasa Korea, aplikasi ini juga menyediakan modul untuk bahasa asing lainnya lho, seperti Spanyol, Perancis, Jepang, dan lain-lain.

Bagaimana? Dari sekilas info tadi, cukup menarik sebenarnya ya... Namun, sayangnya aku tidak menuntaskan kursus ini. Mungkin kurang motivasi, sehingga tidak konsisten dalam belajar dan berlatih. 

Buat yang sama-sama kurang motivasi namun tetap aja kepengen belajar bahasa Korea, berikut aku bagikan tips untuk tetap belajar bahasa Korea. Caranya adalah memanfaatkan hobi nonton drakor dan mendengarkan lagu-lagu KPop. 

Setiap ada kata-kata baru yang sering kudengar dari drama Korea, maka aku akan mencarinya melalui mesin pencari google, untuk menemukan arti dan penggunaannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN