Mohon tunggu...
Dedi Dwitagama
Dedi Dwitagama Mohon Tunggu... Guru - Pendidik

Pendidik yang bermimpi makin banyak anak negeri yang percaya diri dan berani berkompetisi. Mengajar Matematika di SMKN 50 Jakarta - Blogger sejak 2005: http://dedidwitagama.wordpress.com, http://fotodedi.wordpress.com dan http://trainerkita.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Kasihan UI Dipermalukan

22 Juli 2021   13:03 Diperbarui: 22 Juli 2021   13:13 142 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto: http://manado.tribunnews.com

Saat kampanye pencalonan Presiden, Jokowi secara lantang menyatakan akan melarang rangkap jabatan, tentu hal ini dimaksudkan agar siapapun yang memiliki jabatan di pemerintah bisa fokus menjalankan tugasnya untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Pada perjalanan selama dua periode, mungkin Jokowi lupa pada janjinya, atau mengalami tekanan dari banyak fihak sehingga membiarkan rangkap jabatan terjadi. Hal ini menjadi salah satu catatan BEM UI yang kemudian memberi gelar kepada beliau "The King of Lip Service", kelanjutan pemberian gelar adalah dipanggilnya pengurus BEM UI oleh Rektornya. 

Heboh gelar dari BEM UI rupanya tak berhenti disitu, menjadi viral di media fakta bahwa Rektor UI telah melanggar Statuta UI yang melarang Rektor merangkap jabatan menjadi komisaris. Saya kira Pak Rektor secara bijak menyatakan mengundurkan diri dari salah satu jabatan yang diembannya, tetapi yang terjadi menjadi sangat mengejutkan jagat maya. Presiden mengeluarkan keputusan merubah Statuta UI, yang memperolehkan Rektor merangkap jabatan sebagai komisaris.

Mungkin Rektor UI sangat hebat dan sangat dibutuhkan pada dua jabatan di negeri ini, dan tak ada warga Indonesia yang mampu mengemban jabatan itu. Respon penduduk dunia maya di twitter luar biasa dengan munculnya trending #Rektor UI, berlanjut dengan kemunculan trending #PresidenTerburukDalamSejarah, saat penulis menuliskan posting ini ada trending di twitter #PakdeMenclaMencle.

Ungkapan masyarakat berupa meme banyak berkelebat di jagat maya, seolah tak bisa dibendung oleh para buzzer yang bisa mendominasi kabar baik. Tulisan alumni UI yang menyatakan mereka malu menjadi UI ramai tayang di website anak UI, banyak website, termasuk di kompasiana.

Apakah kekisruhan ini sengaja diangkat agar rakyat melupakan sejenak masalah penanganan pagebluk?

Apakah Pakde lupa akan janjinya saat kampanye?

Apakah Rektor UI benar-benar sangat menginginkan jabatan itu?

Apakah UI sedang menjadi target diturunkan image-nya?

Bagaimana menurut Anda?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pemerintahan Selengkapnya
Lihat Pemerintahan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan