Hukum

Menjaga Keharmonisan Umat Beragama sebagai Bentuk Perwujudan 4 Pilar MPR RI

17 Mei 2018   08:31 Diperbarui: 17 Mei 2018   08:32 243 0 0
Menjaga Keharmonisan Umat Beragama sebagai Bentuk Perwujudan 4 Pilar MPR RI
Ngobrol bareng MPR RI bersama Netizen dan Blogger Bali di Bintang Kuta Hotel, tanggal 10 Mei 2018/dokpri  

Majelis Permusyawaran Rakyat (MPR) RI mengadakan acara Ngobrol bersama Netizen dan Blogger Bali yang diselenggarakan di Bintang Kuta Hotel di Bintang Kuta Hotel tanggal 10 Mei 2018 lalu. 

Acara tersebut diadakan sebagai bentuk tanggung jawab untuk melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang terdiri dari 1) Pancasila, 2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 3) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan 4) Bhinneka Tunggal Ika.

Acara tersebut dihadiri oleh Sesjen (Sekretaris Jendral) MPR RI Bapak Ma'ruf Cahyono, Karo Humas MPR RI Ibu Siti Fauziah atau yang sering dipanggil Ibu Titi dan Kepala Bagian PDSI Mas Adrianto. Tidak lupa, MC yang kocak dan energik Mbak Mira Sahid yang merupakan pendiri Komunitas Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB) yang  anggotanya mencapai 3.000 orang.

Mbak Mira sebagai MC yang memandu jalannnya acara lebih menyenangkan/dokpri
Mbak Mira sebagai MC yang memandu jalannnya acara lebih menyenangkan/dokpri
Pembahasan 4 Pilar MPR RI sangat menarik bagi saya. Khususnya tentang Bhinneka Tunggal Ika. Bangssa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari ratusan suku yang tersebar di seluruh Indonesia. Indonesia juga mengakui berbagai agama. Mereka hidup saling berdampingan dan harmonis.  Karena, mereka saling menghargai pemeluk agam lain.

Apalagi, masalah kebebasan beragama yang menunjukan ciri khas Bhinneka Tunggal Ika telah ada di Pasal 29 ayat (2) dari Undang-Udang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berbunyi, "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tipa penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu".  Sila-sila Pancasila juga  melindungi kebebasan beragama bagi setiap warga Negara. Ini menjadi pilar yang baik dalam mewujudkan rasa Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila, salah satu pilar MPR RI dan dasar Negara/dokpri
Pancasila, salah satu pilar MPR RI dan dasar Negara/dokpri
Rasa kebhinnekaan di Bali sangat kentara yang dibuktikan dengan berbagai penganut agama yang berbeda hidup saling berdampingan. 

Di tempat tinggal saya saja, hidup beberapa pemeluk agam yang berbeda-beda. Kami saling menghargai dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Kami juga menghormati bahwa agama adalah hak masing-masing yang paling pribadi.

Sesjen MPR RI dikerubungi Netizen dan Blogger setelah menyampaikan materi tentang 4 Pilar MPR RI/Dokpri
Sesjen MPR RI dikerubungi Netizen dan Blogger setelah menyampaikan materi tentang 4 Pilar MPR RI/Dokpri
Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu pilar MPR RI yang perlu dipahami dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bhinneka Tunggal Ika merupakan rasa terima kasih dari perbedaan yang ada di Indonesia, khususnya perbedaan agama yang dianut oleh masing-masing orang. Ketika, setiap orang menghargai perbedaan maka tujuan bangssa akan mudah diwujudkan.  Karena, timbul kerjasama dari semua orang.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh merupakan peribahasa yang sering kita dengar setiap hari. Dengan persatuan dari perbedaan maka akan timbul kekuatan yang bisa menghindari perpecahan bangsa. Itulah sebabnya, Bhinneka Tunggal merupakan kondisi yang harus diterima dengan baik oleh setiap warga Negara.

 Dalam acara Ngobrol Bersama MPR RI juga dihadiri oleh Netizen dan Blogger yang berbeda agama. Kami menghargai perbedaan agama tersebut, Kami bisa saling berbagi pendapat tentang indahnya perbedaan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Menerima dan menghargai perbedaan adalah anugerah bangsa Indonesia. Kita bisa saling mengenal dan bercerita untuk memajukan bangsa Indonesia. Kuncinya, pahami dan amalkan Bhinneka Tunggal Ika khususnya perbedaan keyakinan. Dan, MPR RI telah berperan lebih dalam bagi rakyat Indonesia dengan 4 Pilarnya.

Saya foto bareng dengan Netizen dan Blogger lainnya yang berbeda agama/dokpri
Saya foto bareng dengan Netizen dan Blogger lainnya yang berbeda agama/dokpri