Mohon tunggu...
dwiki puspa
dwiki puspa Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Carut Marutnya Pendidikan

17 April 2015   06:58 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:00 81 0 0 Mohon Tunggu...

Carut Marutnya Pendidikan

Ujian Nasionaltingkat SMA/SMK sederajat telah usai. Ada perbedaan yang terjadi pada system ujian nasional tahun ini yaitu dengan berbasis ujian nasional online, dengan di adakannya system ujian nasional online ini di harapkan mampu meminimalisir kebocoran soal ujian serta dapat mengurangi intensitas para siswa dalam usahanya mencontek.Namun kenyataannya tidak sesuai dengan harapan yang dinginkan, banyak sekali kendala yang terjadi dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini.

Kendala yang terjadi di antaranya banyaknya sekolah-sekolah di Indonesia yang belum mempunyai fasilitas computer yang memadahi untuk digunakan para siswa secara bersamaan dengan jumlah yang banyak. Khususnya untuk sekolah-sekolah yang berada di pedalaman sangatlah susah untuk melaksanakan ujian nasional berbasis online, akhirnya sekolah-sekolah yang belum mempunyai fasilitas computer yang memadahi, hanya bisa menggunakan ujian Nasional berbasis manual seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Kendala lainnya yaitu server yang sering down yang menyebabkan siswa menjadi panic dan akhirnya menjadi blank. Tetapi bagi sekolah-sekolah yang berada di perkotaan yang mempunyai fasilitas computer yang memadahi mungkin tidak akan menjadi kendala berarti, malah ada oknum-oknum yang dengan sengaja membocorkan soal ujian kepada para siswa ataupun guru dari sekolah-sekolah tertentu yang berani membayar uang lebih.

Dari situ dapat kita lihat bahwa terjadi ketidakkompakan dan ketidakmerataan pengadaan fasilitas untuk para siswa dalam pelaksanaan ujian nasional. Sungguh ironis ketika yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, Ujian nasional yang diharapkan dapat meminimalisir kebocoran soal ternyata tidak berjalan sesuai harapan tetap saja terjadi peristiwa yang terulang kembali.

Ujian nasional tahun ini seperti layaknya pembodohan secara gamblang, standar nilai kelulusan yang hanya sebagai formalitas semata, sudah ada jaminan kelulusan di depan mata walaupun nilai ujian yang sebenarnya tidak mencukupi standar nilai kelulusan. Sekolah sekolah tertentu memaksakan diri untuk meluluskan semua siswanya agar kelihatan tidak buruk dimata masyarakat sehingga dengan begitu sekolah-sekolah tersebut mendapatkan pendaftar-pendaftar siswa baru dengan jumlah yang banyak.

Kalau ini terus terjadi mau dibawa kearah mana pendidikan di Indonesia ? siapa yang akan disalahkan jika pemuda pemudi bangsa malas,tidak mempunyai daya kreatifitas, pengangguran dimana-mana ketimpangan sosial semakin ketara ? Moralitas yang seharusnya di integrasikan dalam pendidikan sekarang hilang bersama sikap bertangung jawab dan kejujuran.bisa dibayangkan apabila ini terjadi terus menerus Indonesia akan menjadi negara yang hancur tanpa daya.

VIDEO PILIHAN