Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Guru yang terpanggil untuk berbagi tulisan

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Konflik Politik Menurun, Ekonomi Membaik, Rupiah Stabil

3 Agustus 2019   15:59 Diperbarui: 3 Agustus 2019   16:04 0 5 2 Mohon Tunggu...
Konflik Politik Menurun, Ekonomi Membaik, Rupiah Stabil
sumber Kompas.com

Salah satu indikator negara menuju arah positif dalam perekonomian adalah ketika pengangguran berkurang dan lapangan pekerjaan terbuka luas. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan tingkat daya saing masyarakat yang sedang berkembang. Inflasi, turbulensi perekonomian hanya akan memicu gonjang -- ganjing perekonomian. 

Setiap warga masyarakat bisa membantu sekuat mungkin untuk menjaga stabilitas rupiah dengan mengurangi frekwensi berita bohong, berita remah- remah yang memicu terganggunya stabilitas perekonomian seperti munculnya isu terosisme, pengeboman, demonstrasi masif dan gonjang ganjing politik yang tidak pernah berhenti.

Media sosial termasuk menjadi kunci dari berita- berita bohong yang akhirnya berdampak pada perekonomian. Rupiah saat ini memang masih aman, namun setiap warga masyarakat terus  waspada sebab jika ada turbulensi perekonomian akibat peristiwa demonstrasi rusuh misalnya tentu akan mengurangi kepercayaan investor kepada negara kita. 

Semakin sering muncul demonstrasi, semakin sering muncul pertengkaran masalah kesejahteraan ekonomi banyak orang menyeretnya dalam ranah agama, Khilafah. Dikotomi politik, agama, radikalisme, isu- isu yang belum jelas yang membuat orang- orang saling curiga.

Perekonomian saat ini merangkak lambat salah satunya adalah terdampak krisis perekonomian global. Perekonomian dunia mengalami perlambatan muncul ketika kebijakan Presiden Amerika Donald Trump yang banyak mendapat reaksi keras dunia terutama negara raksasa China. Akibatnya negara- negara lemah ekonominya seperti terjepit oleh hegemoni persaingan negara Adidaya. Dulu Jepang sering bisa mendikte perekonomian dunia tetapi sekarang Chinalah ancaman utama AS untuk menjadi negara Adi dunia.

Peranan BI Dalam Mendorong stabilitas Rupiah dan Penguatan Ekonomi

Bank Indonesia ( BI )  membuka ruang pelonggaran dengan meninjau kembali kebijakan moneter di sepanjang sisa tahun ini.Yang menggembirakan dari perkembangan ekonomi nasional terutama ketika Bank  Sentral Amerika serikat menurunkan tingkat suku bunga. Dengan penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika berkurang pula resiko inflasi dan akan membantu menstabilkan rupiah. 

Menurut data yang penulis baca di Kompas, Sabtu 3 Agustus 2019 pada Rabu waktu setempat Bank sentral AS, The Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan  sebesar seperempat  poin di kisaran 2 persen sampai 2,25 persen. Itu adalah langkah normal di tengah penyesuaian ekonomi AS seperti yang dituturkan  Gubernur The Fed Jerome  Powell.

Kebijakan menurunkan suku bunga BI akan memicu pelaku usaha bersemangat untuk mendorong perekonomian nasional. Masyarakat punya peranan kuat mendorong stabilitas rupiah dengan terus melakukan usaha mandiri dan menghidupkan UMKM dengan pinjaman lunak. Semakin mudah masyarakat membangun usaha mandiri dan semakin membaiknya daya beli masyarakat akan memperkuat benteng kekuatan ekonomi dari krisis ekonomi global. Apalagi setelah masyarakat tidak lagi disibukkan dengan isu  - isu yang memecah belah masyarakat akibat pembelahan suara masyarakat pada calon presiden.

Investor luar negeri tentu sangat tergantung pada stabilitas ekonomi sebuah negara. Jika gonjang- ganjing politik terus berlangsung dan masyarakat terhambat dalam iklim usahanya akan membuat mereka menunggu sampai keadaan stabil. Padahal masalah ekonomi tidak bisa ditunggu, harus dijemput dan didorong dengan intervensi BI serta kemudahan usaha dengan stimulan antara lain stabilitas ekonomi, masyarakat yang mempunyai daya saing tinggi dan tentu pula kemampuan terhadap daya beli masyarakat. 

Kesibukan urusan politik akan membuat perekonomian bisa terancam dan depresiasi rupiah tidak terhindarkan. Ancaman inflasi akan rentan terjadi. Untuk itu masyarakat harus sadar untuk tidak terjebak oleh permainan politik kotor seperti pada akhir tahun 2018 dan pertengahan 2019 yang sring disebut orang sebagai tahun politik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3