Mohon tunggu...
Dwi Astono
Dwi Astono Mohon Tunggu... Guru - Guru

Pengetahuan ialah untuk perbuatan, dan perbuatan dipimpin oleh pengetahuan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pentingnya Kepemimpinan Murid (Student Agency)

16 Maret 2023   01:08 Diperbarui: 16 Maret 2023   01:13 527
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Saya senang sekali dapat menjadi bagian dari program ini. Terlebih saya dapat mempelajari modul tentang Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Saya merasa bahwa pemikiran saya digiring untuk berefleksi meluruskan cara pandang sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam menyusun dan melaksanakan serta mengevaluasi program yang berdampak pada murid

Sebelumnya, sering dijumpai bahwa dalam program intrakurikuler, ekstrakurikuler dan kokurikuler, murid hanya menjadi objek. Setelah mempelajari materi pada modul ini, sebagai seorang guru kita harus mengembangkan kepemimpinan murid (Student Agency). 

Banyak hal yang menarik dari modul ini, karena para calon guru penggerak mencoba mengaitkan konsep yang sedang dipelajari dengan situasi nyata dalam komunitas sekolah.

Hal ini sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yang sudah disampaikan pada modul sebelumnya dalam maksud pengajaran dan pendidikan. Beliau menyampaikan bahwa:

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).

Dalam konteks ini, salah satu bentuk memerdekakan manusia (murid) adalah dengan mengembangkan kepemimpinan murid (student agency). Saat murid memiliki kontrol atas apa yang terjadi, atau merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi sebuah situasi inilah, maka murid akan memiliki apa yang disebut dengan "agency". Agency dapat diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk mempengaruhi fungsi dirinya dan arah jalannya peristiwa melalui tindakan-tindakan yang dibuatnya. (Bandura, 2006 dalam modul Pendidikan Guru Penggerak).

Perlu kita sadari bersama bahwa murid-murid kita sebenarnya dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi dari kita. Sesuai kodratnya, mereka adalah seorang pengamat, penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal. 

Melalui pengalaman-pengalaman tersebut, murid membangun sendiri pemahaman tentang diri mereka, orang lain dan lingkungan sekitar, maupun dunia yang lebih luas. Murid ikut ambil bagian dalam proses belajar mereka sendiri. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menyampaikan bahwa

"Anak-anak itu sebagai makhluk, manusia, dan benda hidup, sehingga mereka hidup dan tumbuh menurut kodratnya sendiri."

Pada posisi ini guru sebagai seorang penuntun tumbuh kembangnya kekuatan kodrat yang ada pada murid. Guru hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan-kekuatan itu, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya itu. Salah satu bentuk menuntun kodrat tersebut adalah dengan menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.

Dari modul Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid, saya dapat menangkap Konsep kepemimpinan murid yang sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun